Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

PB PTMSI Ingin Tenis Meja Nasional Solid

Dhika Kusuma Winata
28/1/2026 19:46
PB PTMSI Ingin Tenis Meja Nasional Solid
Peter Layardi menyerahkan berkas kepada tim penjaringan di Gedung KONI Pusat(MI/Dhika Kusuma Winata)

KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) Peter Layardi Lay mengungkapkan keinginan agar tenis meja nasional bisa solid. Menurutnya, saat ini terjadi polarisasi yang perlu secara bijak untuk disikapi.

Hal itu disampaikan Peter Layardi usai mengembalikan berkas pendaftaran pencalonan Ketua Umum PB PTMSI periode 2026-2030 di Gedung KONI Pusat Senayan, Jakarta, Rabu (28/1).

Proses penyelesaian dualisme di tenis meja yang dilakukan 2025 lalu masih dianggap menyisakan persoalan. Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL). Dia mengungkapkan aspirasi dari pengurus daerah PTMSI yang menginginkan persoalan tersebut segera dituntaskan demi kepastian pembinaan dan prestasi.

PB PTMSI merupakan induk organisasi resmi tenis meja Indonesia yang telah berdiri puluhan tahun dan berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Status tersebut, ucap Peter, juga telah diperkuat melalui putusan Mahkamah Agung.

“Tentu bagi kami ini adalah perjuangan yang mungkin dianggap belum selesai. Sebagaimana kita tahu di dalam tenis meja ini ada sedikit polarisasi, muncul semacam organisasi baru tapi sebetulnya bukan organisasi karena semacam event organizer,” ucapnya.

“Kami juga ingin memperjuangkan eksistensi PTMSI yang sudah berdiri puluhan tahun. Kami juga sudah menguji ke Mahkamah Agung bahwa PTMSI ini satu-satunya induk organisasi tenis meja di Indonesia,” imbuh Peter.

Terkait dinamika yang berkembang, Peter berharap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dapat menyikap dengan bijak. Dia mencontohkan, tata kelola sepak bola ketika federasi tetap menjadi entitas resmi yang diakui sedangkan kompetisi dikelola dalam satu ekosistem yang saling melengkapi.

“Kami juga sebetulnya pernah menawarkan bagaimana teman-teman yang senang menyelenggarakan liga itu dapat menjadi bagian dari PTMSI, supaya tidak gaduh,” ungkapnya.

Peter maju dalam pencalonan Ketua Umum periode 2026-2030. Saat ini dia mengantongi dukungan dari 34 pengurus provinsi (pengprov) dari syarat minimal 12 pengprov. Menurutnya, masih ada sejumlah dukungan yang proses administrasinya masih berjalan.

Adapun tim penjaringan memberi tenggat waktu hingga 3 Februari untuk melengkapi seluruh persyaratan. Peter menyampaikan apresiasi kepada pengprov yang memberikan kepercayaan. Dia menegaskan keinginannya tidak hanya melanjutkan kepemimpinan tetapi juga agar tenis meja Indonesia kembali solid, terarah, dan berprestasi.

"Motivasi saya tentu dari awal saya ingin membuat tenis meja Indonesia ini dapat berprestasi di tingkat internasional, terutama kita ingin menguasai kembali di Asia Tenggara dan tentu juga menciptakan atlet-atlet yang berpartisipasi di Olimpiade," tukas Peter.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya