Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Erick Thohir Minta Masukan KONI terkait Deregulasi 191 Aturan

Khoerun Nadif Rahmat
04/12/2025 21:27
Erick Thohir Minta Masukan KONI terkait Deregulasi 191 Aturan
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir(Kemenpora)

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meminta masukan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait program deregulasi aturan di Kementerian Pemuda dan Olahraga yang saat ini tengah disiapkan pemerintah. Hal itu disampaikan Erick saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor KONI Pusat dan bertemu Ketua Umum KONI Marciano Norman, Kamis siang.

Erick menegaskan bahwa penyederhanaan regulasi diperlukan karena banyak aturan yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan pembinaan olahraga nasional. Saat ini terdapat 191 peraturan menteri (Permen) sejak 2009 yang tengah dipangkas menjadi lima hingga 20 aturan inti.

“Tadi salah satu yang saya sampaikan bahwa kami (Kemenpora) meminta masukan mengenai yang sedang kami jalankan yaitu deregulasi 191 aturan (menteri),” ujar Erick kepada wartawan usai pertemuan.

Salah satu aturan yang terdampak dalam proses penyederhanaan tersebut adalah Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi, yang sebelumnya memicu polemik di kalangan pemangku kepentingan olahraga.

“Program (deregulasi) ini akan tuntas, janjinya dari tim Desember ini selesai. Jadi, baru nanti di awal tahun depan kami mulai berdiskusi kepada publik dan tentu stakeholder olahraga apa yang kita bisa lakukan,” ucap Erick.

Pertemuan itu juga membahas konsolidasi program KONI dan pemerintah untuk menata kembali arah pembangunan olahraga nasional. Fokus diarahkan pada cabang-cabang olahraga prioritas menuju Pekan Olahraga Nasional (PON), serta persiapan bagi atlet yang akan tampil di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

“Insya Allah tahun depan kita coba membuat sebuah program bersama yang kita tadi lakukan untuk kebaikan untuk masyarakat olahraga dan tentu kami mendukung apa yang dilakukan Pak Marciano dalam melakukan transformasi di KONI selama ini,” kata Erick.

Agenda lain dalam pembahasan adalah penyelenggaraan PON 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat yang diarahkan pada cabang olahraga Olimpiade, serta rencana berkelanjutan penyelenggaraan PON dua tahunan seperti PON Bela Diri/2025 di Kudus.

Selain itu dibahas pula rencana pelaksanaan PON Pantai 2026 di Jakarta, serta PON Indoor dan PON Remaja yang dijadwalkan berlangsung pada 2027. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya