Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Komisi X DPR Dukung Anggaran Kemenpora untuk 2026 Ditambah

Khoerun Nadif Rahmat
27/1/2026 20:25
Komisi X DPR Dukung Anggaran Kemenpora untuk 2026 Ditambah
Atlet dan ofisial kontingen Indonesia mengikuti defile saat upacara penutupan ASEAN Para Games 2025 Thailand di 80th Birthday Stadium, Nakhon Ratchasima, Tailan, Senin (26/1/2026).(Antara/Rivan Awal Lingga)

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda besar Kemenpora untuk tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (27/1). 

Puluhan agenda tersebut dirancang sebagai langkah konkret dalam membangun karakter pemuda serta mengatrol prestasi olahraga nasional sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.

Dua misi utama yang menjadi landasan adalah membentuk pemuda yang patriotik, gigih, dan empati, serta menjadikan olahraga sebagai duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan Indonesia di kancah global.

Rencana besar Kemenpora pada 2026 mencakup berbagai program strategis, mulai dari pertukaran pemuda antarnegara, fasilitasi student athlete melalui jalur LPDP, hingga pembangunan akademi olahraga dan pusat pelatihan tim nasional.

Selain itu, Kemenpora menyiapkan pergelaran Indonesia Sport Summit, Youth Camp, serta pengiriman atlet untuk ajang bergengsi seperti Asian Games, Asian Para Games, Youth Olympic Games, hingga Asian Beach Games. 

Tak ketinggalan, ajang Australia Terbuka pun tetap menjadi perhatian dalam kalender kompetisi internasional guna menjaga momentum prestasi atlet di level dunia.

Melihat masifnya terobosan tersebut, Komisi X DPR menilai pagu anggaran Kemenpora saat ini yang sebesar Rp1,15 triliun masih sangat minim. Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyatakan komitmennya untuk mendorong kenaikan anggaran pada 2026 demi memperkuat ekosistem olahraga nasional.

"Kami dari Komisi X DPR siap mendukung dan membantu agar anggaran Kemenpora bisa naik. Ini bagian penting dari penguatan ekosistem olahraga, pembangunan pemuda, dan pembinaan atlet usia dini," tegas Hetifah dalam keterangannya.

Menanggapi dukungan tersebut, Menpora Erick Thohir menyampaikan apresiasinya. Ia menekankan bahwa dukungan legislatif itu merupakan sinyal positif bagi reformasi birokrasi dan transparansi di tubuh Kemenpora.

"Program yang kami dorong adalah program nyata sehingga hasilnya bisa dirasakan. Komisi X juga mendorong transparansi anggaran, terutama untuk pos-pos baru seperti pembangunan pusat akademi olahraga dan pemusatan latihan 21 cabang olahraga Olimpiade," pungkas Erick. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya