Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDISIPLINAN dalam proses pemulihan (recovery) fisik pascapertandingan kini menjadi alarm keras bagi stabilitas karier atlet profesional di Indonesia. Kelalaian dalam menaati protokol istirahat dan nutrisi disebut sebagai faktor utama yang memicu cedera serius di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sport Injury Rumah Sakit (RS) Atma Jaya, Petrasama, menegaskan bahwa seorang atlet profesional dilarang keras menyepelekan fase pemulihan. Menurutnya, tubuh yang dipaksa bekerja tanpa jeda istirahat yang cukup akan kehilangan ketahanan alaminya.
"Recovery yang terkadang terlewatkan adalah kurangnya istirahat setelah melalui pertandingan yang sengit," ujar dr. Petrasama dalam seremoni Grand Opening Sport Clinic bertajuk "Integrated Sports Medicine: From Injury To Recovery" di RS Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa tuntutan performa tinggi di setiap laga membuat atlet memiliki beban fisik yang jauh lebih berat dibandingkan masyarakat umum. Oleh karena itu, ketaatan pada protokol kesehatan dan asupan gizi bukan lagi sekadar anjuran, melainkan kewajiban mutlak bagi mereka yang menggantungkan hidup di dunia olahraga profesional.
Berdasarkan data medis terkini, dr. Petrasama mengungkapkan tiga titik lemah yang paling sering mengalami cedera, baik pada atlet maupun masyarakat awam:
Tak hanya bagi profesional, dr. Petrasama juga memberikan peringatan bagi masyarakat yang gemar berolahraga. Ia menekankan pentingnya teknik yang benar dan durasi pemanasan (warming up) yang ideal sesuai dengan intensitas olahraga yang akan dijalani.
Ia menyarankan durasi pemanasan dilakukan selama 15 hingga 30 menit. "Kemudian pastikan olahraga tidak dilakukan dalam kondisi tubuh yang sudah lelah, baik karena beban kerja maupun kelelahan lainnya. Hal ini krusial untuk meminimalkan risiko cedera," pungkasnya.
| Faktor Risiko | Dampak Jika Diabaikan |
|---|---|
| Kurang Istirahat | Otot mengalami fatigue kronis dan rentan robek. |
| Nutrisi Buruk | Proses regenerasi sel jaringan tubuh melambat. |
| Pemanasan Singkat | Sendi dan ligamen belum siap menerima beban kejut. |
(Z-10)
Agus mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan pemeliharaan sistem layanan, diantaranya percepatan pemulihan sistem atau recovery.
Hasil evaluasi dari gempa bumi di Cianjur menunjukkan bahwa 67% rumah yang dibangun masyarakat tidak memenuhi standar teknis tahan gempa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved