Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Disiplin Pemulihan Fisik: Kunci Utama Atlet Hindari Cedera Serius

Basuki Eka Purnama
25/3/2026 05:58
Disiplin Pemulihan Fisik: Kunci Utama Atlet Hindari Cedera Serius
Ilustrasi(Freepik)

KURANGNYA disiplin dalam proses pemulihan (recovery) fisik pascapertandingan menjadi faktor utama yang membuat atlet rentan mengalami cedera. Hal ini ditegaskan Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sport Injury Rumah Sakit (RS) Atma Jaya, dr. Petrasama, SpOT, Subs.CO (K).

Menurut Petrasama, seorang atlet profesional tidak boleh lalai menaati protokol pemulihan demi menjaga ketahanan tubuh dan meminimalkan risiko cedera serius. Ia menyoroti bahwa aspek istirahat sering kali dianggap remeh setelah kompetisi yang intens.

"Recovery yang terkadang terlewatkan adalah kurangnya istirahat setelah melalui pertandingan yang sengit," ujar Petrasama dalam kegiatan Grand Opening Sport Clinic bertema “Integrated Sports Medicine: From Injury To Recovery” di RS Atma Jaya, dikutip Rabu (25/3).

Ia menjelaskan bahwa tuntutan performa tinggi dan aktivitas fisik yang berat membuat protokol pemulihan bagi atlet profesional jauh lebih ketat dibandingkan masyarakat umum. 

Selain istirahat, kedisiplinan dalam menjaga asupan nutrisi juga menjadi variabel penting dalam kesiapan fisik seorang atlet.

Berdasarkan data klinis, Petrasama mengungkapkan bahwa area tubuh yang paling sering mengalami cedera saat ini meliputi bagian lutut, bahu, dan punggung. Fenomena ini ditemukan baik pada atlet profesional maupun masyarakat awam yang aktif berolahraga.

"Saat ini, cedera yang paling banyak ditemui baik masyarakat umum maupun atlet ada di bagian lutut, bahu, dan punggung," jelasnya.

Tidak hanya bagi atlet, Petrasama juga mengimbau masyarakat umum yang gemar berolahraga untuk tetap memperhatikan teknik yang benar serta melakukan pemanasan (warming up) yang cukup. 

Pemanasan yang ideal disarankan berdurasi antara 15 hingga 30 menit, tergantung pada intensitas olahraga yang akan dilakukan.

Terakhir, ia mengingatkan agar setiap orang mengenali batas kemampuan tubuhnya sendiri sebelum memulai aktivitas fisik.

"Kemudian pastikan olahraga tidak dalam kondisi sudah lelah baik karena bekerja maupun kelelahan yang lain," tutup Petrasama. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya