Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Prima Pramac Jorge Martin menganggap kembalinya dirinya memuncaki klasemen sementara MotoGP 2024 tak begitu penting setelah dia finis kedua di balapan utama seri ke-13 di Sirkuit Aragon, Spanyol, Minggu (1/9).
Martin finis kedua di GP Aragon dengan selisih 4,789 detik dari Marc Marquez yang akhirnya kembali menang setelah 1043 hari sejak kemenangannya di Grand Prix Emilia Romagna di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Italia, pada 24 Oktober 2021 silam.
Torehan 20 poin di balapan utama membuat Martin mengoleksi 299 poin dan melebarkan jarak menjadi 23 poin dari kejaran Francesco Bagnaia yang gagal finis setelah terjatuh bersama Alex Marquez di tikungan 12 lap 18.
Baca juga : Marc Marquez Bertekad Menang di GP Aragon
"Bagi saya, menurut pendapat saya, saat ini kejuaraan tidak begitu penting," kata pembalap asal Spanyol itu seperti dilansir dari Antara.
"Yang pasti penting untuk berada di sana. Tapi yang penting kami selalu kuat. Mungkin akhir-akhir ini, setidaknya di Silverstone, kami dekat. Austria semakin dekat," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, pembalap 26 tahun itu juga turut mengucapkan selamat kepada kemenangan Marquez setelah penantian panjang.
Baca juga : Jorge Martin Mengaku Frustasi Ducati Lebih Memilih Marc Marquez
Ia mengatakan di Aragon sang juara dunia delapan kali itu dalam kondisi sangat prima sehingga sangat sulit untuk dikalahkan.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Marc setelah sekian lama. Anda tahu, sulit untuk kembali meraih kemenangan, dan yang pasti dia pantas mendapatkannya. Dia seorang juara yang hebat," puji Martin kepada rekan senegaranya itu.
"Dia berada dalam kondisi 100% jadi sangat sulit untuk mengalahkannya. Saya melakukan yang terbaik yang saya bisa," lanjutnya.
Baca juga : Aprilia Gembira Dapatkan Tanda Tangan Jorge Martin
Seri ke-14 MotoGP akan bergulir pada akhir pekan ini di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Italia.
Pada musim lalu, Martin merajai sirkuit ini dengan dua kali kemenangan pada Sprint dan balapan utama.
Meski demikian, ia tak ingin jemawa dan mengatakan bahwa balapan di Misano akan sangat ketat dengan perlawanan hebat dari pembalap-pembalap tuan rumah, salah satunya Bagnaia.
"Mungkin kami akan sangat kesulitan dengan pembalap Italia, super kuat. Jadi saya rasa kami bisa berjuang untuk meraih kemenangan, namun kami akan menghadapi kesulitan yang sangat besar," tutupnya. (Z-6)
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved