Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP MotoGP Jorge Martin mengatakan dirinya frustasi setelah tim pabrikan utama Ducati mengabaikannya dan lebih memilih Marc Marquez sebagai pendamping Francesco Bagnaia pada musim depan.
Martin, yang merasa Ducati tidak serius meminatinya, akhirnya berlabuh ke pabrikan Aprilia dan memilih mengubur dalam-dalam livery merah yang dinantinya selama beberapa tahun berada di tim satelit Prima Pramac.
Di Aprilia, pimpinan klasemen sementara MotoGP itu akan berduet dengan pembalap Pertamina Enduro VR46 Marco Bezzecchi.
Baca juga : Aprilia Gembira Dapatkan Tanda Tangan Jorge Martin
"Yang pasti, saya sedikit frustrasi, bukan di Mugello, tapi setelahnya. Tahukah Anda, setelah empat tahun mencoba pergi ke sana, hal itu tidak terjadi. Namun, tahukah Anda, segala sesuatunya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang Anda pikirkan," kata Martin dalam wawancara dengan MotoGP, dikutip Jumat (28/6).
"Mereka tidak yakin 100 persen. Jadi saya berkata, oke, saya akan pergi ke tempat lain. Dan itulah yang saya lakukan. Dan saya sangat senang dengan keputusan saya," tambahnya.
Martin menjadi salah satu nama bersama Marquez dan Enea Bastianini yang hangat dibicarakan akan menjadi rekan Bagnaia musim depan sebelum kemudian pilihan jatuh kepada The Baby Alien yang perlahan menemukan performanya kembali bersama Gresini musim ini.
Pembalap kelahiran Madrid, Spanyol itu, pada akhirnya, mengatakan Ducati memilih Marquez karena mempunyai 'idenya sendiri' dan hal yang sama juga terjadi mengapa akhirnya ia memilih Aprilia untuk musim depan dengan kontrak multi-tahun.
"Ducati ingin merekrut Marc karena mereka punya idenya sendiri. Dan saya ingin pergi ke Aprilia karena saya punya ide," tutupnya. (Ant/Z-1)
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Pembalap Aprillia Racing Jorge Martin dihukum dua long lap penalty saat tampil di GP Valencia yang akan berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (16/11).
Pembalap Aprilia Jorge Martin, sebelumnya, absen karena menderita patah tulang selangka kanan ketika bersaing di sprint race yang berlangsung di Sirkuit Motegi.
Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin masih belum sepenuhnya pulih dari cedera patah tulang selangka yang dideritanya saat menjalani balapan Sprint di Sirkuit Motegi, Jepang.
Jorge Martin sudah absen di GP Jepang, GP Indonesia, dan di GP Australia, saat ia digantikan oleh pembalap penguji Aprilia, Lorenzo Savadori.
Hingga kini, Jorge Martin masih dalam masa pemulihan pascaoperasi bahu akibat insiden di Motegi, Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved