Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP tahun usai mudik, banyak perantau yang mengajak saudara, teman, atau kerabat ke Jakarta.
Sebagian pemudik kerap membawa keluarganya ke Jakarta usai merayakan lebaran di kampung. Tujuan mereka membawa saudara itu karena ingin mengadu nasib dan memperbaiki ekonomi keluarga di kampung.
Salah satu pemudik Jakarta yang ingin pulang kampung ke Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Yaumal Asri Adi Hutasuhut mengaku kerap diminta membawa keluarganya saat hendak balik ke Jakarta saat mudik lebaran. Namun, permintaan itu tidak bisa diterima langsung olehnya.
Baca juga : Taman Margasatwa Ragunan Tutup saat Lebaran Hari Pertama
“Saya dari dulu kalau mau bawa saudara ke Jakarta itu hati-hati. Memastikan dulu latar belakang pendidikannya dia apa, terus juga pastikan juga kalau belum dapat pekerjaan mau tinggal di mana, butuh uang berapa,” kata Yaumal, Minggu (7/4).
Banyak keluarga pemudik kerap tidak membawa bekal saat ikut keluarganya merantau ke Jakarta. Pikir mereka, sampai dulu dan menginap sementara di rumah saudara, baru mencari pekerjaan di Ibu Kota.
Yaumal mengaku pemikiran itu yang paling ditakutkannya saat diminta membawa saudara merantau ke Jakarta. Sebab, biaya hidup di Ibu Kota tidak murah.
Baca juga : Masih Arus Mudik dan Balik, Car Free Day Ditiadakan pada 23 dan 30 April
“Semua itu saya minta untuk dipersiapkan, saya menolak mereka tiba-tiba datang tangan kosong tanpa persiapan. Bukan menyarankan untuk tiba-tiba datang,” ujar Yaumal.
Yaumal kerap menolak dengan halus atas permintaan keluarganya yang ingin ikut ke Jakarta untuk mengadu nasib dengan cara nekat. Penolakan kerap dilakukan dengan saran.
Dia biasanya menyarankan keluarganya untuk menyebar lamaran pekerjaan sebelum merantau ke Jakarta. Jika sudah diterima, Yaumal baru mengizinkan keluarganya berangkat ke Ibu Kota.
Baca juga : Awal Ramadan, 4.766 Penumpang Diberangkatkan dari Terminal Pulo Gebang
“Bahkan kalau dibilang sebelum ke Jakarta lebih baik sudah sebar CV, apalagi sekarang teknologi sudah mulai maju, ada platform pencari kerja daring,” ucap Yaumal.
Dia juga kerap memberikan pemahaman kepada keluarganya bahwa tidak semua orang yang bekerja di Jakarta sukses. Termasuk juga, tidak langsung bisa bekerja usai tiba di Ibu Kota.
“Kadang kan dipikir orang ‘nih sukses nih di Jakarta, ya sudah bawa lah saudara kamu’, gimana ya orang kampung. Nah mereka enggak tahu kalau ada yang namanya proses, ya harus sabar nunggu kerjaan, enggak bisa datang ke Jakarta langsung dapat kerja,” kata Yaumal.
Baca juga : DKI Bayar Rp207 Miliar untuk Formula E, DPRD: Jangan Maksa
Pemudik lainnya, Syakirun Ni’am juga mengaku akan menolak jika ada keluarga di kampungnya yang ingin ikut ke Jakarta untuk mengadu nasib. Alasannya karena dia tidak memiliki relasi untuk membawa keluarganya bekerja di sebuah perusahaan.
“Enggak membawa (keluarga), soalnya enggak punya jaringan masuk-masukin orang ke perusahaan,” ujar Ni’am.
Ni’am juga akan melarang keluarganya yang ingin ikut ke Jakarta jika tidak memiliki tujuan yang jelas. Penolakan itu biasanya dibarengi dengan cerita realita hidup di Ibu Kota.
Baca juga : Kisruh Bansos DKI, Menko PMK: Data Tidak Akurat
“Beri penjelasan yang rasional, bahwa hidup di Jakarta butuh biaya yang tidak sedikit. Di Jakarta sering menemukan orang kerja nganggur (tidak bekerja) atau gaji tak layak, masa saya bawa orang dari kampung yang belum jelas,” kata Ni’am.
Jakarta merupakan daerah yang menawarkan banyak pekerjaan. Yaumal sendiri mengaku merantau ke Ibu Kota, karena peluang bekerja untuk latar belakang pendidikannya lebih besar di Jakarta.
“Lulusan saya di kampung tidak akan ada lapangan pekerjaannya untuk jurusan saya, ada sih tapi ya tipis,” kata Yaumal.
Baca juga : Sebut Anies Angkat Tangan soal Bansos, Srimul Dituding Politis
Yaumal ada di kubu setuju dan tidak dengan fenomena pemudik membawa keluarga ke Jakarta untuk mengadu nasib. Dia mengamini kebiasaan itu membuat Ibu Kota semakin padat penduduk. Tapi, di sisi lain, dia menilai lapangan pekerjaan di kampung dengan Jakarta tidak sebanding.
“Sebenarnya kan kenapa sih orang-orang berlomba ke Jakarta seperti saya sendiri. Ya saya ke Jakarta karena lapangan pekerjaan yang tidak merata,” ujar Yaumal.
Yaumal mengaku tidak akan merantau jika pemerintah bisa benar-benar membuat lapangan kerja di Indonesia merata. Pemikiran itu yang diyakininya membuat banyak keluarga di kampung ingin ikut pemudik ke Ibu Kota untuk mengadu nasib.
Baca juga : Pemprov DKI Usulkan 2 Juta KK Penerima Bansos Tahap 2 ke Kemensos
“Jadi, antara setuju dan tidak, persoalannya itu kan pemerataan lapangan kerja, kalau misalnya lapangan pekerjaannya merata saya dan kawan-kawan saya yang dari kampung tidak akan ke Jakarta, kita akan stay di kampung,” ucap Yaumal.
Ni’am juga sejatinya tidak melarang ada keluarganya yang mau mengikuti langkahnya merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. Menurutnya, pilihan itu hak semua orang dan tidak bisa diganggu.
Tapi, dia meminta perpindahan dari kampung ke Jakarta tidak dilakukan dengan nekat. Sebab, lanjutnya, bisa menyusahkan diri sendiri.
“Setuju (dengan konsep bawa keluarga ke Jakarta usai mudik) kalau lowongan kerja dan kesempatannya sudah jelas,” tutur Ni’am. (Z-3)
Meski terjadi kenaikan harga cabai merah kriting, namun Pramono berupaya agar harga bahan pokok tersebut bisa tetap terjaga.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Program SSG merupakan solusi nyata bagi sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga prasejahtera.
Kebijakan yang terlampau restriktif dapat mengganggu ekosistem bisnis yang melibatkan banyak pihak, termasuk sektor UMKM.
Perumda Air Minum PAM JAYA menargetkan pembagian 2.000 toren air gratis sepanjang 2026 bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan kategori tertentu, guna mendukung pemerataan akses air bersih.
hingga 23 Februari 2025 tercatat sebanyak 185 bangunan lapangan padel di Jakarta belum mengantongi izin resmi.
Bank Mandiri kembali mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan
Sekali pun pasokan batu bara berkurang, Cirebon Power memastikan pasokan listrik untuk masyarakat tetap aman.
favehotel Hyper Square Bandung menawarkan pengalaman menginap nyaman saat Lebaran dengan fasilitas modern, lokasi strategis, dan sajian kuliner di Lime Coffee Shop.
Menteri PU Dody Hanggodo umumkan diskon tarif tol Lebaran 2026 naik jadi 30% mulai H-9. Cek jadwal dan strategi pemerintah urai macet mudik di sini.
Kabar gembira! Kementan pastikan stok & harga telur ayam terkendali jelang idul fitri 2026. Intip langkah strategis pemerintah lindungi konsumen di sini.
Jika sebelumnya banyak masyarakat yang baru memesan tiket satu minggu sebelum keberangkatan, tahun ini tren pemesanan justru melonjak sejak dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved