Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN disertai angin yang mengguyur wilayah Kota Depok, Jawa Barat Rabu (17/1) siang hingga petang merobohkan ratusan alat peraga kampanye (APK) partai politik (parpol).
APK yang diempaskan angin kebanyakan berupa spanduk yang tidak dipasang dengan sempurna. Hanya disandarkan pada tiang listrik atau pohon kemudian diikat dengan tali.
APK yang tidak kuat menahan empasan angin dan hujan rata-rata berukuran raksasa 2x 3 meter milik parpol. Tidak ada yang menjadi korban akibat peristiwa itu. Hanya mengganggu pemandangan dan kekumuhan.
Baca juga : Pria Obesitas dengan Berat Badan 150 Kilogram di Depok Dievakuasi ke RSUI
"APK parpol yang roboh itu tersebar di beberapa jalan utama dan jalan kota dan masih teronggok di pinggir jalan, belum ada yang berniat menegakkan kembali atau memindahkan onggokan APK ke tempat lain," papar Budiman, salah seorang pengendara roda dua di Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.
Budiman mengaku saat hujan deras terjadi angin kencang. Ia melihat banyak spanduk bertumbangan ditepian jalan yang dilewatinya.
Baca juga : Ribuan Pohon Rusak akibat Atribut Parpol di Depok, DLHK: Prihatin!
"Saya melihat banyak yang roboh. Sangkin kencangnya angin, sepeda motor saya sampai hampir oleng," ucap Budiman yang bekerja sebagai sales sebuah perusahaan di Kota Depok itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (KDLHK) Kota Depok Abdul Rahman mengatakan ada ribuan spanduk parpol yang bergelantungan di pohon-pohon.
Spanduk-spanduk yang dipaku di pohon tersebut tak beraturan merusak pohon-pohon perindang.
"Banyak pohon perindang rusak, akibat kena paku, " katanya.
Diketahui memasuki masa kampanye Pemilu 2024, caleg maupun capres bersaing memasang APK. Para caleg itu memasang APK dalam ukuran besar dan dipasang di tempat-tempat yang mencolok untuk menarik perhatian calon pemilih.
Tapi ada yang menyayangkan baliho maupun spanduk itu tidak ditempatkan dengan benar, sehingga mudah diempaskan oleh angin.
Beberapa warga mengatakan sengaja membiarkan APK itu teronggok di pinggir jalan karena takut disalahkan dan dituduh merusak APK. Mereka pun berharap pemilik atau pemasang APK bertanggung jawab (Z-5)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved