Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS pasien obesitas dengan berat 150 kilogram di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) dievakuasi ke rumah sakit. Kini telah ditangani Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Kota Depok.
Lelaki bernama Karen, 30, yang memiliki berat badan mencapai 150 kilogram dan menderita sakit dalam itu telah dievakuasi Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM). Ia dievakuasi dari rumahnya di Jalan Janger, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok dengan menggunakan mobil ambulan, pada Selasa (16/1/2024) ke rumah sakit.
Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Sukmajaya, Makmur mengatakan tim IPSM Sukmajaya mengevakuasi korban ke RSUI akibat gangguan obesitas dan penyakit dalam.
Baca juga: 7 Dokter Tangani Pria Obesitas Berbobot 200 Kg di Tangerang
"Korban mengalami sakit parah dan kondisi fisik yang membengkak. Korban adalah warga Jalan Janger, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya," katanya Selasa (16/1).
Pertama-tama, kata dia pihaknya dapat laporan ada warga menderita penyakit komplikasi yakni obesitas dan penyakit dalam. Dia (korban) membutuhkan pertolongan medis.
“Kami dapat laporan dari warga, ada seorang warga butuh bantuan untuk dibawa ke rumah sakit, karena warga gak kuat gotongnya,” kata Makmur.
Baca juga: Obesitas Sebabkan Pola Haid tidak Teratur
Makmur mengungkapkan, saat dievakuasi, kondisi Karen ini, sudah dalam keadaan sakit berat. Sekujur tubuhnya membengkak, mulai dari kaki, perut, hingga wajah.
“Beratnya 150 kg, badanya sudah membengkak dan tidak mampu berjalan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kondisi Karen sangat memprihatinkan lantaran dia hanya tinggal berdua dengan ibunya, yang kondisinya juga samah parahnya lantaran sudah terkena stroke sejak lama, dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.
“Karen ini merupakan tulang punggung di keluarganya. Ibunya sudah gak bisa bergerak karena stroke sejak lama. Sedangkan dia selama ini yang menafkahi ibunya dengan bekerja sebagai pegawai outsourcing,” jelas dia.
Dia menerangkan, lantaran bobot badan Karen yang besar, IPSM Kecamatan Sukmajaya harus mengerahkan enam orang personel, untuk mengangkat Karen ke dalam mobil ambulance.
“Kami evakuasi Karen ke RSUI, sekarang sedang ditangani di unit gawat darurat (UGD,” bebernya.
Dia menambahkan, setelah ditangani dokter, Karen didiagnosa mengalami gangguan pembengkakan jantung dan penyumbatan pembuluh darah. IPSM Kecamatan Sukmajaya sedang mengupayakan agar biaya pengobatan Karen bisa ditanggung Pemerintah Kota Depok lewat program UHC, mengingat kondisi Karen merupakan kondisi yang dianggap hampir miskin.
“Kami sedang mengupayakan pembiayaan pengobatan dia melalui program UHC, semoga tidak ada hambatan dalam pembiayaan pengobatan Karen,” ucapnya.
(Z-9)
Disnaker Kota Depok membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk memastikan hak pekerja terpenuhi selama Lebaran 2026.
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
Kepala Dinkes Depok Devi Maryori menekankan pencegahan campak melalui pemantauan, imunisasi, dan edukasi kesehatan masyarakat.
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Dana tersebut diindikasikan digunakan antara lain untuk kepentingan pribadi, pembayaran bunga deposito yang telah dicairkan tanpa sepengetahuan deposan
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved