Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid, mendatangi RSUD Kabupaten Tangerang, untuk memastikan penanganan terhadap Engky, 33, penderita penyakit lymphedema dan obesitas hingga 200 kilogram berjalan dengan lancar. Sebanyak tujuh dokter spesialis dikerahkan untuk menangani Engky.
"Engky saat ini ditangani tujuh dokter spesialis, yakni penyakit dalam, gizi, jantung, syaraf, rehabilitasi medis, kejiwaan, dan dokter spesialis lainnya. Itu semua untuk kepentingan kesehatan pria obesitas dengan bobot 200 kilogram itu," ujarnya, Rabu, 10 Januari 2024.
Maesyal mengapresiasi tim dokter spesialis RSUD Kabupaten Tangerang, lantaran telah cepat menangani Engky. Maesyal pun memberikan bantuan kepada pasien itu lantaran menjadi tulang punggung keluarga. "Kita ketahui, Engky mencari nafkah seorang diri karena bapaknya sudah meninggal dunia dan dia harus mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya bersama sang ibu yang tidak bekerja," sambungnya.

Baca juga : 60 Persen Dokter Spesialis Masih Terkonsentrasi di Pulau Jawa
Sekda Kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid, mendatangi RSUD Kabupaten Tangerang, untuk memastikan penanganan terhadap Engky, penderita obesitas seberat 200 kg. (Dok Metro TV)
Sementara, Ketua Tim Dokter Penanganan Pasien Obesitas RSUD Kabupaten Tangerang, Edison Saragih mengatakan, penanganan perawatan terhadap Engky berlangsung komprehensif, holistik, dan optimal yang tidak hanya dari sisi medis namun juga psikologis.
"Saat ini kita masih melakukan diagnostik terhadap pasien. Ini untuk mengetahui gangguan apa yang dialami Engky selain obesitas," kata Edison.
Edison menambahkan, kondisi Engky saat ini stabil dan masih menjalani perawatan oleh beberapa dokter spesialis dengan optimal. Pihaknya pun terus berupaya untuk mengangkat penyakitnya hingga psikologisnya.
"Saat ini kondisinya stabil, dan masih bisa di sini dirawatnya. Jadi penanganan kita komperhensif dan holistik, artinya setiap bidang ahli kita libatkan. Tidak hanya dari sisi medis, tapi psikologis kita tangani," jelasnya. (Medcom.id/Z-4)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Penelitian University of Leeds terhadap 1.832 pasien menunjukkan bahwa kenyamanan selama perawatan memiliki korelasi positif terhadap proses pemulihan pasien.
Dia menambahkan bahwa sejauh ini hasil dari CKG didominasi oleh penyakit hipertensi, baik untuk usia anak-anak sampai lansia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved