Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
ZAKAT memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung kesejahteraan umat. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp350 triliun per tahun. Namun, pengelolaannya di Indonesia masih jauh dari optimal.
Kondisi itu dipaparkan Sodik Mudjahid, calon komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) periode 2025-2030.
Dia melihat potensi zakat yang belum tergarap maksimal sebagai peluang besar untuk menggerakkan ekonomi umat.
Sodik menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi BAZNAS adalah mengoptimalkan potensi zakat, khususnya dari sektor-sektor yang belum maksimal. Salah satunya adalah zakat profesi, yang bisa menyumbang sekitar Rp14,6 triliun per tahun, namun masih jauh dari potensi sebenarnya.
Untuk itu, anggota DPR RI periode 2014-2024 itu mengusulkan agar BAZNAS melakukan diversifikasi sumber zakat. Tidak hanya mengandalkan zakat maal, tetapi juga harus memaksimalkan potensi zakat profesi, zakat perdagangan, dan sektor digital yang semakin berkembang.
Diversifikasi Sumber Zakat, Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Digital
Sodik menekankan pentingnya diversifikasi sumber zakat untuk mengatasi ketergantungan pada zakat maal. Selain zakat profesi, sektor yang perlu diperhatikan adalah ekonomi digital, yang diperkirakan mencapai US$ 146 miliar pada 2025, menjadikannya pasar terbesar di Asia Tenggara.
Sektor ini memiliki potensi zakat yang besar, namun belum banyak dilirik. Oleh karena itu, Sodik mengusulkan agar BAZNAS mulai mengidentifikasi potensi zakat dari pelaku bisnis digital, seperti e-commerce, fintech, dan startup teknologi.
"Sektor digital harus digarap sebagai salah satu sumber zakat. Untuk itu kita perlu identifikasi potensi zakat dari pelaku bisnis digital dan implementasi sistem pembayaran zakat berbasis digital yang mudah diakses oleh para pelaku usaha," tegas Ketua Yayasan Darul Hikam ini.
Sodik juga mengusulkan kolaborasi dengan platform digital yang sudah ada, seperti e-wallet dan aplikasi pembayaran, untuk memfasilitasi penghimpunan zakat secara otomatis saat transaksi dilakukan. Dengan cara ini, zakat dari sektor digital bisa lebih mudah dihimpun dan lebih banyak pelaku bisnis yang berpartisipasi.
Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif dan Pemberdayaan UMKM
Salah satu konsep utama yang dibawa Sodik adalah pendayagunaan zakat untuk usaha produktif. Indonesia memiliki lebih dari 66 juta pelaku UMKM, mayoritas di antaranya adalah muslim.
Dengan suntikan dana zakat produktif, disertai dengan pelatihan manajerial, akses pemasaran, dan penguatan kapasitas usaha, zakat bisa membantu mengurangi beban mustahik dan menciptakan muzakki baru.
Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkaran kebaikan berkelanjutan. Mustahik yang dibantu bisa berkembang dan akhirnya berkontribusi kembali sebagai muzakki.
"Sektor UMKM adalah salah satu yang harus menjadi sasaran utama untuk zakat produktif. Dengan program ini, kita bukan hanya mengurangi beban mustahik, tetapi juga membantu mereka menjadi mandiri dan akhirnya menjadi pembayar zakat," tandas Sodik.
BAZNAS, Pengelola Zakat yang Transparan dan Efisien
Doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia itu juga berfokus pada transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan zakat. Digitalisasi menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan pengelolaan zakat.
Dia mengusulkan agar BAZNAS membuat Peta Zakat Indonesia, sebuah platform berbasis data terintegrasi yang memetakan muzaki dan mustahik secara lebih akurat.
"Dengan digitalisasi, seluruh proses penghimpunan, distribusi, dan pelaporan zakat bisa dipantau oleh masyarakat, sehingga meningkatkan akuntabilitas BAZNAS," tambahnya.
Sodik juga menekankan bahwa keberhasilan zakat sangat bergantung pada kualitas SDM amil zakat. "Amil zakat harus menjadi agen perubahan sosial, bukan hanya pengumpul dana. Mereka harus memiliki kapasitas dalam manajerial dan kepemimpinan untuk bisa mendorong pemberdayaan sosial," tambahnya.
Dia juga mendorong agar BAZNAS dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan mengembangkan kolaborasi internasional yang lebih luas.
Mengingat zakat sudah menjadi bagian dari kerjasama internasional, baik dalam penyaluran bantuan kebencanaan maupun dalam mendukung Palestina, BAZNAS perlu memperkuat jejaring internasionalnya untuk memperluas dampak zakat.
Zakat sebagai Instrumen Pembangunan Nasional
Sarjana Pertanian Lulusan Universitas Padjadjaran ini memandang zakat sebagai instrumen penting dalam mencapai Asta Cita Pembangunan Nasional, terutama dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dan menciptakan kesejahteraan yang merata.
Untuk itu, BAZNAS harus menjadi bagian dari program pembangunan jangka panjang, dengan fokus pada pengentasan kemiskinan dan penyediaan fasilitas dasar seperti pendidikan dan kesehatan melalui pendayagunaan zakat yang lebih terstruktur.
Zakat, menurut Sodik, adalah instrumen penting dalam mencapai Asta Cita Pembangunan Nasional, yang tidak hanya berkaitan dengan kewajiban membayar, tetapi juga bagaimana zakat bisa mendorong perubahan jangka panjang dalam perekonomian umat.
"BAZNAS memiliki potensi untuk bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya mengumpulkan dan mendistribusikan dana zakat, tetapi juga menjadi penggerak kemandirian ekonomi umat," tegasnya.
Saatnya zakat tidak hanya meringankan beban, tetapi juga mengangkat martabat umat menuju masa depan yang lebih sejahtera.
JNGR menjadikan Kecapi Suling sebagai pertunjukan utama, seni musik yang menjadi bagian penting dari perjalanan menginap para tamu.
Seiring dengan itu, penanganan sampah di sejumlah titik kini berangsur menuju kondisi normal.
Peningkatan volume kendaraan tak hanya dari arah Jakarta ke Puncak Bogor dan Cianjur. Tapi juga dari arah Cianjur menuju Puncak ataupun Jakarta.
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
Pengawasan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun demikian, kebun binatang tetap harus ditutup
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Akibat tawuran tersebut sebuah toko kelontong yang menjual bahan pangan dan kebutuhan pokok terbakar. Kebakaran diduga akibat tawuran antara warga yang terjadi di kawasan tersebut.
Pelaksanaan Salat Id lebih awal ini merujuk pada keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026
SEORANG pemudik yang nekat berjalan kaki dari Bekasi menuju Surabaya ditemukan oleh personel kepolisian di wilayah Karawang setelah kehabisan biaya untuk melanjutkan perjalanan.
Konservasi tidak bisa hanya bicara satwa. Kalau masyarakat di sekitarnya tidak mendapatkan manfaat, maka konservasi akan selalu kalah,
SATUAN Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Garut menindak tegas sebuah unit ambulans yang kedapatan menyalahgunakan fungsinya di jalur mudik Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sebanyak 19 fasilitas pengolahan sampah tetap dioperasikan hingga menjelang hari H Lebaran.
MEMASUKI puncak arus mudik, ribuan kendaraan memadati ruas Tol Cipali Subang, Jawa Barat.
Super Aplikasi Rumah Pendidikan disediakan Pusdatin Kemendikdasmen
DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) menerima aduan terkait masalah tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026.
POLRES Sukabumi Kabupaten resmi menaikan status perkara kasus kematian anak Nizam Syafei ke tahap penyidikan.
MEMASUKI periode puncak arus mudik Lebaran 2026, PT KAI Logistik (Kalog) mencatatkan adanya peningkatan pengiriman hewan peliharaan melalui layanan ritel Kalog Express.
KONFLIK Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum juga usai, membuat operasional Bandung Zoo selama libur Lebaran tetap ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved