Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

AS Tambah Militer dalam Jarak Serang Cepat ke Iran

Media Indonesia
27/1/2026 23:04
AS Tambah Militer dalam Jarak Serang Cepat ke Iran
Warga Iran.(Al Jazeera)

AMERIKA Serikat memperluas secara signifikan kehadiran militer di Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran. Meskipun demikian, Presiden Donald Trump mengatakan ia berharap penggunaan kekuatan tidak akan diperlukan.

Kapal induk USS Abraham Lincoln beserta unit tempur memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS di Samudra Hindia bagian barat. Ini menempatkan kapal tersebut dalam jarak serang cepat terhadap Iran. 

Penempatan tersebut mencakup beberapa kapal perusak berpeluru kendali yang dilengkapi rudal jelajah Tomahawk.

Pejabat militer AS mengatakan kepada The New York Times, Selasa (27/1), bahwa jika diperintahkan oleh Gedung Putih, kapal induk tersebut dapat melaksanakan operasi dalam satu atau dua hari.

CNN mengutip dua sumber, melaporkan bahwa posisi baru kapal induk itu memungkinkan dukungan yang lebih cepat terhadap potensi operasi AS yang menargetkan Iran.

Peningkatan kekuatan militer tersebut terjadi ketika Presiden Trump menerima penilaian intelijen yang menyebutkan bahwa kepemimpinan Iran sedang berada pada momen paling rapuh sejak Revolusi Islam 1979. 

Itu menurut sumber yang mengetahui laporan tersebut dan dikutip oleh The New York Times.

Kendati demikian, para pejabat mengatakan masih belum jelas langkah yang pada akhirnya akan diambil oleh pemerintahan AS.

Sementara itu, menurut pejabat AS yang dikutip oleh Times, Pentagon mengirim sekitar selusin pesawat tempur serang F-15E tambahan ke kawasan tersebut untuk memperkuat kemampuan serangan.

Selain itu, AS mengerahkan sistem pertahanan rudal Patriot dan THAAD tambahan guna melindungi pasukan Amerika dari kemungkinan serangan balasan berupa rudal jarak pendek dan menengah Iran.

Pesawat pengebom jarak jauh yang berbasis di AS tetap berada dalam status siaga tinggi. Pentagon juga menaikkan tingkat kewaspadaan sekitar dua minggu lalu setelah Trump meminta opsi respons militer menyusul tindakan keras Iran terhadap aksi protes.

Adapun Trump dalam pernyataan publik, menggambarkan pengerahan tersebut sebagai langkah pencegahan.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One setelah menghadiri World Economic Forum di Davos, Swis, Trump mengatakan AS memiliki sebuah armada yang bergerak menuju kawasan tersebut.

Namun, ia berharap agar armada tersebut tidak perlu digunakan. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya