Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SURAT Ar-Rahman adalah surat ke-55 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 78 ayat. Surat ini berada di dalam Juz 27 dan dikenal sebagai Arus Al-Qur'an atau Pengantin Al-Qur'an karena keindahan sastranya yang luar biasa.
Fokus utamanya adalah mengingatkan manusia dan jin tentang kasih sayang Allah SWT yang tak terbatas serta kewajiban untuk bersyukur. Mau tahu lebih detailnya? Simak pemaparan berikut.
Nama Ar-Rahman diambil dari ayat pertama--merupakan salah satu Asmaul Husna--yang berarti Yang Maha Pemurah. Surat ini secara keseluruhan menggambarkan kasih sayang Allah SWT yang tidak terbatas kepada seluruh makhluk-Nya, baik manusia maupun jin.
Allah memulai surat ini dengan sifat kasih sayang-Nya sebelum menyebutkan ciptaan-Nya yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa rahmat Allah mendahului murka-Nya. Ciri khas paling mencolok adalah pengulangan ayat Fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?) sebanyak 31 kali.
Secara umum, para ahli tafsir menyebutkan bahwa Surat Ar-Rahman turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrikin Quraisy. Ketika diperintahkan untuk bersujud kepada Ar-Rahman, mereka bertanya dengan nada meremehkan, "Siapakah Ar-Rahman itu?" (QS. Al-Furqan: 60).
Selain itu, surat ini turun untuk menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah ajaran dari Allah yang Maha Pengasih, bukan syair atau sihir sebagaimana dituduhkan kaum kafir. Surat ini juga menjadi undangan bagi manusia dan jin (Tsaqalain) untuk mengakui kekuasaan Allah.
1. Manifestasi Kasih Sayang: Allah mengajarkan Al-Qur'an, menciptakan manusia, dan memberikan kemampuan berkomunikasi (Al-Bayan).
2. Keseimbangan Alam (Mizan): Allah menciptakan langit dan bumi dengan keseimbangan yang presisi. Manusia dilarang merusak keseimbangan tersebut (ekologi).
3. Keadilan Ilahi: Penjelasan mengenai balasan bagi orang yang berdosa dan kenikmatan surga bagi mereka yang bertakwa.
4. Dialog Dua Makhluk: Surat ini secara khusus menyapa manusia dan jin secara bersamaan, menunjukkan bahwa keduanya memiliki tanggung jawab yang sama di hadapan pencipta.
Baca juga: Dahsyatnya Zikir Al-Qadir Cara Mengetuk Pintu Kekuasaan Allah saat Hadapi Jalan Buntu
Dilansir dari abusyuja.com, berikut beberapa fadhilah atau khasiat membaca Surat Ar-Rahman.
1. Surat Ar-Rahman termasuk al-Mufashal yang berikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tambahan, sehingga beliau diberi keutamaan lebih dibandingkan dengan nabi-nabi sebelumnya.
Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah keluar menerima para sahabat, lalu beliau membacakan Surat Ar-Rahman kepada mereka. Namun mereka hanya terdiam.
Oleh karena itu, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku telah membaca surat ini (Surat Ar-Rahman) kepada para jin ketika mereka berkumpul kepadaku an tanggapan mereka lebih baik daripada kalian. Ketika aku membaca sampai ayat, 'Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?' mereka menjawab, 'Ya Allah, sungguh tiada sedikit pun dari nikmat-Mu yang kami dustakan. Maha suci Allah untuk-Mu.'" (HR Tirmidzi: 5/399)
Baca juga: Rahasia Keluarga Sakinah di Balik Teguran Allah dalam Surat At-Tahrim
2. Surat Ar-Rahman merupakan salah satu surat yang dibicarakan Rasulullah SAW kepada kaum jin.
3. Orang yang istikamah membaca Surat Ar-Rahman akan mendapatkan syafaat di hari kiamat atas izin Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Janganlah kalian menolak membaca Surat Ar-Rahman dan tetaplah membacanya, karena ia tidak akan menetap di hati orang-orang munafik. Ia (Surat Ar-Rahman) akan datang menghadap Tuhannya di hari kiamat dalam rupa manusia, dalam sebaik-baiknya bentuk, dan bau yang sangat harum. Hingga berdiri di sisi Allah, di mana tiada siapa pun yang lebih dekat kepada Allah daripadanya, lalu Allah berfirman kepadanya, 'Siapakah orang yang senantiasa membacanya selama hidup di dunia?' Maka ia menjawab, 'Wahai Tuhanku, Fulan dan Fulan.'
Lalu wajah mereka (pembaca Surat Ar-Rahman) menjadi bersinar. Lalu Allah berfirman kepada mereka, 'Kalian berilah syafaat (pertolongan) kepada orang-orang yang kalian cintai.'
Lalu mereka pun memberi syafaat, sehingga tiada seorang pun yang datang kepada mereka dan tiada seorang pun yang memberi syafaat kepadanya. Lalu Allah berfirman kepada mereka, 'Masuklah kalian ke surga, dan menetaplah kalian di dalamnya selama yang kalian inginkan.'" (Tsawabul A'mal, halaman 145)
Baca juga: Perbedaan Mani, Madzi, Wadi Ciri, Hukum, dan Cara Menyucikannya
4. Orang yang membaca Surat Ar-Rahman akan mendapatkan pahala mati syahid.
Rasulullah pernah bersabda, "Barangsiapa yang membaca Surat Ar-Rahman, lalu ketika sampai ayat فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) ia lantas membaca, 'Tiada sesuatu pun dari nikmat-Mu yang akan aku dustakan.'
Apabila ia membacanya di waktu malam lalu meninggal, ia meninggal dalam keadaan syahid. Bila ia membacanya di waktu siang hari lalu meninggal, ia meninggal dalam keadaan syahid." (Tsawabul A'mal, halaman 145)
5. Orang yang membaca Surat Ar-Rahman akan mendapatkan keamanan, kemudahan dalam kesulitan, serta disembuhkan dari penyakit mata.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang menulisnya dan mengalungkannya, ia akan merasa aman, dimudahkan dari semua kesulitan. Dan jika dikalungkan kepada orang yang menderita sakit mata, ia sembuh dengan izin Allah." (Tafsirul Burhan, Juz 7, halaman 382)
Baca juga: Hukuman Hubungan Suami Istri di Siang Hari Ramadan dan Urutan Kifaratnya
6. Surat Ar-Rahman dapat dijadikan wasilah doa untuk perlindungan dari berbagai macam penyakit serta dapat mengobati penyakit gila (stres atau psikis). Adapun caranya yaitu dengan membaca Surat Ar-Rahman ayat 35 secara istikamah.
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ
Yursalu 'alaikumā syuwāẓum min nāriw wa nuḥāsun falā tantaṣirān.
Kepadamu (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Memahami Surat Ar-Rahman di Juz 27 bukan sekadar membaca rangkaian kata yang indah, melainkan sebuah terapi spiritual untuk menyadari betapa besarnya kasih sayang Tuhan. Dengan rutin membacanya, kita diajak untuk menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan peduli terhadap keseimbangan alam semesta.
Baca juga: Kumpulan Surat Pendek yang Mudah Dihafal
Berikut bacaan lengkap Surat Ar-Rahman ayat 1 sampai 78 dalam teks Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia.
1. اَلرَّحْمٰنُۙ
Ar-rahmān.
(Allah) Yang Maha Pengasih,
2. عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ
'Allamal-qur'ān.
Yang telah mengajarkan Al-Qur'an.
3. خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ
Khalaqal-insān.
Dia menciptakan manusia,
4. عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
'Allamahul-bayān.
Mengajarnya pandai berbicara.
5. اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ
Asy-syamsu wal-qamaru bihusbān.
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.
6. وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān.
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).
7. وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ
Was-samā'a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān.
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan.
8. اَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيْزَانِ
Allā taṭghau fil-mīzān.
Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,
9. وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ
Wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhshirul-mīzān.
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.
10. وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ
Wal-arḍa waḍa'ahā lil-anām.
Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya),
11. فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ
Fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām.
Di sana ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
12. وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ
Wal-habbu żul-'aṣfi war-raihān.
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
13. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
14. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِۙ
Khalaqal-insāna min ṣalṣālin kal-fakhkhār.
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
15. وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ
Wa khalaqal-jānna mim mārijim min nār.
Dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
16. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
17. رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ
Rabbul-masyriqaini wa Rabbul-maghribain.
Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.
18. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
19. مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ
Marajal-bahraini yaltaqiyān.
Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu,
20. بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ
Bainahumā barzakhul lā yabghiyān.
Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
21. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
22. يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ
Yakhruju minhumal-lu'lu'u wal-marjān.
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
23. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
24. وَلَهٗ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِي الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ
Wa lahul-jawāril-munsya'ātu fil-bahri kal-a'lām.
Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di laut bagaikan gunung-gunung.
25. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
26. كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۚ
Kullu man 'alaihā fān.
Semua yang ada di atasnya (bumi) akan binasa,
27. وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ
Wa yabqā wajhu Rabbika żul-jalāli wal-ikrām.
Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
28. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
29. يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِي السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ
Yas'aluhū man fis-samāwāti wal-arḍ, kullu yaumin huwa fī sya'n.
Apa yang di langit dan di bumi memohon kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
30. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
31. سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ
Sanafrughu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalān.
Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai manusia dan jin!
32. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
33. يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ
Yā ma'syaral-jinni wal-insi inistaṭa'tum an tanfużū min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużū, lā tanfużūna illā bisulṭān.
Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).
34. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
35. يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ
Yursalu 'alaikumā syuwāẓum min nāriw wa nuḥāsun falā tantaṣirān.
Kepadamu (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri.
36. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
37. فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ
Fa iża-nsyaqqatis-samā'u fakānat wardatankad-dihān.
Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
38. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
39. فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ
Fa yauma'iżil lā yus'alu 'an żambihī insuw wa lā jānn.
Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
40. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
41. يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ
Yu'raful-mujrimūna bisīmāhum fayu'khażu bin-nawāṣī wal-aqdām.
Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.
42. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
43. هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ
Hāżihī jahannamul-latī yukażżibu bihal-mujrimūn.
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
44. يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ
Yaṭūfūna bainahā wa baina hamīmin ān.
Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.
45. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
46. وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ
Wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatān.
Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
47. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
48. ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ
Żawātā afnān.
Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
49. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
50. فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ
Fīhimā 'aināni tajriyān.
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang mengalir.
51. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
52. فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ
Fīhimā min kulli fākihatin zaujān.
Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
53. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
54. مُتَّكِـِٔيْنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَاۤئِنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ
Muttaki'īna 'alā furusyim baṭā'inuhā min istabraq, wa janal-jannataini dān.
Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutra tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
55. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
56. فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ
Fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi lam yaṭmiṡhunna insun qablahum wa lā jānn.
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang belum pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelum mereka.
57. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
58. كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ
Ka'annahunnal-yāqūtu wal-marjān.
Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.
59. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
60. هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ
Hal jazā'ul-iḥsāni illal-iḥsān.
Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).
61. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
62. وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ
Wa min dūnihimā jannatān.
Dan selain kedua surga itu ada dua surga lagi.
63. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
64. مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ
Mudhāmmatān.
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
65. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
66. فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ
Fīhimā 'aināni naḍḍākhatān.
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.
67. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
68. فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ
Fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān.
Di dalam keduanya ada buah-buahan, pohon kurma dan delima.
69. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
70. فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ
Fīhinna khairātun ḥisān.
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi jelita.
71. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
72. حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِي الْخِيَامِۚ
Ḥūrum maqṣūrātun fil-khiyām.
Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.
73. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
74. لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ
Lam yaṭmiṡhunna insun qablahum wa lā jānn.
Belum pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelum mereka.
75. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
76. مُتَّكِـِٔيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ
Muttaki'īna 'alā rafrafin khuḍriw wa 'abqariyyin ḥisān.
Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
77. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fabi ayyi āla'i Rabbikumā tukażżibān.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
78. تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ
Tabārakasmu Rabbika żil-jalāli wal-ikrām.
Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Pelajari makna mendalam, asbabun nuzul, kandungan pokok, hingga keutamaan membaca Surat Al-Waqi'ah sebagai pengingat hari kiamat dan pembuka pintu rezeki.
Pelajari makna mendalam Surat Al-Hadid, sejarah Asbabun Nuzul, pesan utama tentang penciptaan besi, hingga keutamaan membacanya untuk spiritualitas.
Pelajari makna mendalam, asbabun nuzul (sebab turunnya), dan keutamaan membaca Surat At-Tahrim untuk perlindungan keluarga dan ketenangan batin.
Pelajari makna mendalam Surat Ath-Thalaq, sejarah asbabun nuzul ayat 1-3, serta keutamaan membaca 'Ayat Seribu Dinar' untuk rezeki dan ketenangan.
Pelajari makna mendalam Surat At-Taghabun, sejarah asbabun nuzul terkait ujian keluarga, hingga keutamaan membacanya untuk perlindungan diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved