Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Surat Al-Hadid: Makna, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan Membacanya

Media Indonesia
20/2/2026 09:50
Surat Al-Hadid: Makna, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan Membacanya
Ilustrasi.(Freepik)

SURAT Al-Hadid merupakan surat ke-57 di juz 27 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 29 ayat. Sebagai bagian dari surat Madaniyah, Al-Hadid mengandung pesan-pesan mendalam mengenai ketauhidan, pengorbanan harta, hingga isyarat ilmiah mengenai penciptaan alam semesta.

Nama Al-Hadid sendiri berarti Besi yang merujuk pada ayat ke-25 dalam surat ini. Ingin tahu lebih lanjut? Simak pemaparan di bawah ini.

Makna dan Kandungan Utama

Surat ini dibuka dengan tasbih kepada Allah SWT, menegaskan bahwa segala sesuatu di langit dan bumi tunduk pada kekuasaan-Nya. Fokus utama surat ini adalah mengajak umat Islam untuk memperkuat iman dan membuktikannya melalui infak. Allah mengingatkan bahwa harta yang dimiliki manusia hanyalah titipan yang harus digunakan untuk kemaslahatan di jalan-Nya.

Secara garis besar, Surat Al-Hadid berbicara tentang keseimbangan antara pengakuan atas kekuasaan Allah SWT dan implementasi iman dalam bentuk amal nyata.

1. Penyucian Allah (Tasbih): Surat ini dibuka dengan pernyataan bahwa segala sesuatu di langit dan bumi bertasbih kepada Allah. Ini menegaskan kedaulatan mutlak Sang Pencipta atas alam semesta.

2. Urgensi Infak: Salah satu pesan paling kuat dalam surat ini adalah ajakan untuk menafkahkan harta di jalan Allah. Allah menyebutkan bahwa harta yang ada pada manusia hanyalah titipan, dan mereka yang berinfak akan mendapatkan pahala yang besar (Ayat 7).

3. Perumpamaan Cahaya: Di hari kiamat, orang mukmin akan berjalan dengan cahaya di depan dan di sebelah kanan mereka, sementara orang munafik akan meraba-raba dalam kegelapan.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Beberapa ayat dalam Surat Al-Hadid memiliki latar belakang peristiwa yang penting bagi sejarah Islam:

  • Ayat 10: Turun untuk memberikan apresiasi kepada para sahabat yang telah berjuang dan berinfak sebelum peristiwa Fathu Mekah. Tantangan dakwah saat itu jauh lebih berat dibandingkan masa-masa setelahnya. Ayat ke-10 turun untuk membedakan derajat antara mereka yang berinfak dan berjuang sebelum penaklukan kota Mekah (Fathu Makkah) dengan mereka yang baru melakukannya setelah itu. Allah menegaskan bahwa mereka yang berkorban di masa sulit memiliki derajat yang lebih tinggi, meski keduanya dijanjikan balasan yang baik.
  • Ayat 16: Merupakan teguran bagi orang-orang beriman agar senantiasa menjaga kelembutan hati dan kekhusyukan dalam mengingat Allah, agar hati mereka tidak menjadi keras seperti kaum-kaum terdahulu. Ayat ke-16, "Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah..." turun sebagai teguran bagi para sahabat Nabi SAW. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa setelah beberapa tahun hijrah ke Madinah dan hidup mulai stabil, muncul sedikit kelalaian dalam kekhusyukan. Ayat ini turun untuk menggetarkan kembali hati mereka agar tidak membatu seperti kaum terdahulu.

Baca juga: Makna Asmaul Husna Al-Ahad Dalil, Keutamaan Zikir, dan Cara Meneladaninya

Mukjizat Ilmiah: Besi yang Diturunkan

Salah satu poin yang paling sering dibahas oleh para ulama dan ilmuwan ialah ayat ke-25:

"...Dan Kami ciptakan (turunkan) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia..."

Dalam ayat 25, Allah menggunakan kata Anzalna (Kami turunkan) untuk besi. Secara sains, ditemukan bahwa unsur besi memang berasal dari ledakan bintang di luar angkasa (supernova) yang kemudian jatuh ke bumi melalui meteorit, bukan dihasilkan secara alami oleh kerak bumi pada awalnya.

Al-Qur'an telah mengisyaratkan asal-usul ekstraterestrial besi ini jauh sebelum sains menemukannya.

Baca juga: Perbedaan Juz 27 sampai Juz 30 dari Karakteristik hingga Tema

Keutamaan Membaca Surat Al-Hadid

Membaca Surat Al-Hadid memiliki berbagai keistimewaan bagi seorang Muslim, antara lain:

  1. Sunnah Rasulullah: Nabi Muhammad SAW sering membaca surat-surat Al-Musabbihat (surat yang diawali dengan tasbih), termasuk Al-Hadid, sebelum tidur.
  2. Pembersih Hati: Kandungan ayatnya mendorong pembaca untuk menjauhi sifat munafik dan mempertebal keikhlasan.
  3. Motivasi Beramal: Memberikan pemahaman bahwa berinfak tidak akan mengurangi kekayaan karena Allah pemilik mutlak seluruh perbendaharaan langit dan bumi.

Baca juga: Tujuh Surat dalam Juz 27 dari Adz-Dzariyat Ayat 31 sampai Al-Hadid

Dilansir dari abusyuja.com, disebutkan sejumlah keutamaan lain bagi pembaca Surat Al-Hadid. Berikut rinciannya.

1. Surat Al-Hadid termasuk Al-Mufashshal yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tambahan, sehingga beliau memiliki keutamaan dibandingkan dengan nabi-nabi sebelumnya.

2. Orang yang membacanya akan selamat dari siksaan Allah dan tidak memperoleh keburukan.

Abi Abdullah berkata, "Barangsiapa yang membaca Surat Al-Hadid dan Al-Mujadilah di dalam salat fardhu (secara) terus-menerus, Allah tidak akan mengazabnya hingga meninggal selamanya, dan tidak melihat keburukan di dalam pada dirinya untuk selamanya, tidak tertentu hanya pada badannya." (Tsawabul A'mal: 147)

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

3. Selamat dari azab Allah, mendapatkan nikmat surga, memperoleh kemudahan dari penjara.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Hadid), Allah berhak menyelamatkan ia dari siksa, memberinya kenikmatan di dalam surga-Nya. Dan barangsiapa membaca terus-menerus atau istikamah, sedangkan ia berada di dalam belenggu atau dipenjara, Allah akan memudahkannya keluar, meskipun ia melakukan sesuatu kejahatan.” (Tafsirul Burhan, Juz 7: 434)

4. Dapat dijadikan wasilah agar dilindungi dari kejahatan begal atau perampok. Adapun caranya yaitu membaca Surat Al-Hadid ayat 25.

Baca juga: Zakat Fitrah Pakai Beras atau Uang Simak Perbandingan Empat Mazhab

Pesan Utama untuk Kehidupan Modern

Surat Al-Hadid mengajarkan kita bahwa kemajuan teknologi (yang disimbolkan dengan besi) harus dibarengi dengan kekuatan iman dan kepekaan sosial. Kekuatan fisik dan materi tidak akan berarti tanpa adanya cahaya iman yang menuntun manusia di akhirat kelak.

Checklist Amalan dari Surat Al-Hadid

  • Membaca Surat Al-Hadid secara rutin, terutama sebelum tidur.
  • Mengalokasikan sebagian harta untuk infaq sebagai bentuk syukur.
  • Merenungkan kekuasaan Allah melalui ciptaan-Nya (termasuk teknologi yang berbahan dasar besi).
  • Menjaga kekhusyukan hati agar tidak menjadi keras seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Tata Cara Pakai Mukena yang Benar agar Salat tidak Batal

Hal yang Sering Ditanyakan

1. Mengapa surat ini dinamakan Al-Hadid?

Karena di dalamnya terdapat penyebutan khusus tentang besi (Al-Hadid) sebagai unsur yang diturunkan Allah dengan kekuatan hebat dan manfaat luas bagi peradaban manusia.

2. Apakah Surat Al-Hadid termasuk Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Hadid disepakati oleh mayoritas ulama sebagai surat Madaniyah karena banyak membahas hukum sosial, nafkah, dan hubungan antarumat.

Baca juga: Daftar Merek Kurma Israel yang Diboikot Ramadan 2026 dan Alternatifnya

3. Apa kaitan antara iman dan infaq dalam surat ini?

Surat ini menegaskan bahwa iman yang sejati harus dibuktikan dengan kerelaan melepaskan harta di jalan Allah, karena harta tersebut sejatinya adalah milik Allah.

Kesimpulan

Surat Al-Hadid adalah pengingat bahwa iman memerlukan bukti nyata berupa pengorbanan. Dengan memahami makna, asbabun nuzul, dan keutamaannya, diharapkan kita dapat lebih khusyuk dalam beribadah dan lebih dermawan dalam berbagi kepada sesama.

Baca juga: Makna Ramadan, Shiyam, Shaum, Puasa Panduan Lengkap Filosofi Ibadah

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya