Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMAHAMI Asmaul Husna bukan sekadar menghafal deretan nama, melainkan menyelami samudra makna di baliknya. Salah satu nama Allah SWT yang paling fundamental dalam akidah Islam adalah Al-Ahad. Nama ini merupakan inti dari ajaran tauhid yang membedakan Islam dengan keyakinan lain.
Secara bahasa, Al-Ahad berasal dari akar kata ahada yang berarti satu atau tunggal. Namun, dalam konteks ketuhanan, Al-Ahad memiliki dimensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar angka.
Al-Ahad artinya Maha Esa atau Maha Tunggal. Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang tidak terbagi, tidak berbilang, dan tidak ada yang menyamai-Nya dalam segala hal.
Banyak ulama menjelaskan perbedaan antara Al-Wahid dan Al-Ahad. Jika Al-Wahid menekankan pada kesatuan (bahwa tidak ada Tuhan selain Dia), Al-Ahad menekankan pada kesendirian-Nya dalam sifat-sifat kesempurnaan. Allah itu Tunggal, tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, serta tidak memiliki bagian-bagian (mutlak).
Nama Al-Ahad secara eksplisit disebutkan dalam surat yang paling sering kita baca, yaitu Surat Al-Ikhlas.
"Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa." (QS. Al-Ikhlas: 1).
Rasulullah SAW pernah mendengar seorang pria berdoa dengan menyebut nama Al-Ahad. Beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh dia telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang jika seseorang berdoa dengan nama itu, pasti dikabulkan." (HR. Abu Dawud).
Mengamalkan zikir dengan asma Al-Ahad secara istiqamah memiliki dampak spiritual yang luar biasa:
Baca juga: Perbedaan Juz 27 sampai 30 dari Karakteristik hingga Tema
Apa perbedaan Al-Wahid dan Al-Ahad?
Al-Wahid berarti Yang Pertama atau Tunggal secara jumlah. Al-Ahad berarti Esa secara esensi (tidak ada yang serupa dengan-Nya).
Kapan waktu terbaik mengamalkan zikir Al-Ahad?
Zikir ini baik dibaca kapan saja, terutama saat merasakan kekhawatiran berlebih terhadap urusan duniawi atau saat memohon hajat yang besar.
Mengapa surat Al-Ikhlas disebut sepertiga Al-Quran?
Karena Al-Quran berisi tiga pembahasan utama: Hukum, Kisah, dan Tauhid. Surat Al-Ikhlas merangkum seluruh pembahasan Tauhid secara sempurna.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
| Amalan | Status |
|---|---|
| Membaca Surat Al-Ikhlas dengan tadabbur | [ ] |
| Zikir Ya Ahad sebanyak 100x | [ ] |
| Menghindari perilaku riya | [ ] |
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Temukan makna mendalam Al-Wahid dalam Asmaul Husna. Pelajari perbedaan dengan Al-Ahad, keutamaan zikir Ya Wahid, serta cara implementasinya.
Temukan makna mendalam Al-Majid (Maha Mulia) dalam Asmaul Husna. Lengkap dengan dalil Al-Quran, keutamaan membaca, dan cara meneladani sifat mulia Allah.
Temukan makna mendalam Al-Wajid dalam Asmaul Husna. Pelajari dalil, fadhilah zikir, dan cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Jelajahi makna mendalam Al-Qayyum dalam Asmaul Husna. Lengkap dengan dalil Al-Qur'an, keutamaan zikir, serta panduan implementasi sifat kemandirian.
Pelajari makna mendalam Al-Hayyu dalam Asmaul Husna. Temukan dalil, amalan zikir Ya Hayyu Ya Qayyum, dan cara mengimplementasikannya dalam hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved