Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Makna Dzul Jalali Wal Ikram: Dalil, Keutamaan Zikir, dan Pengamalannya

Media Indonesia
08/3/2026 16:23
Makna Dzul Jalali Wal Ikram: Dalil, Keutamaan Zikir, dan Pengamalannya
Tulisan arab Dzul Jalali wal Ikram.(Youtube muslimlifes)

DALAM ajaran Islam, mengenal Allah melalui Asmaul Husna adalah fondasi keimanan. Salah satu nama yang paling agung dan penuh rahasia adalah Dzul Jalali Wal Ikram (ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ).

Dalam deretan 99 Asmaul Husna, Dzul Jalali Wal Ikram memiliki kedudukan sangat istimewa. Nama ini bukan sekadar pujian, melainkan kunci bagi para hamba yang ingin doanya segera diijabah. Rasulullah SAW bahkan secara khusus memerintahkan umatnya untuk memperbanyak menyebut nama ini dalam setiap permohonan.

Nama ini mencakup dua sifat utama Allah yang menjadi sandaran hidup setiap Muslim. Dua sifat itu ialah Kebesaran yang tak tertandingi dan Kemuliaan yang tak terbatas. Simak terus penjelasan berikut.

Makna Filosofis Dzul Jalali Wal Ikram

Secara harfiah, Dzul Jalali Wal Ikram berarti Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa nama ini menggabungkan sifat-sifat kemegahan (Jalal) dan sifat-sifat keindahan serta kemurahan (Ikram).

  • Al-Jalal: Menggambarkan bahwa Allah adalah Zat yang Mahatinggi, Mahaperkasa, dan Mahasuci dari segala kekurangan. Sifat ini membuat hamba-Nya tunduk dan merasa kecil di hadapan-Nya.
  • Al-Ikram: Menggambarkan bahwa Allah ialah Zat yang sangat dermawan, memuliakan hamba-hamba-Nya yang bertakwa, dan memberikan nikmat tanpa batas.

Dalil Al-Qur'an dan Hadits

Nama istimewa ini disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah Ar-Rahman:

"Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia (Dzul Jalaali Wal Ikraam)." (QS. Ar-Rahman [55]: 78)

Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

"Tetaplah berdoa dengan mengucapkan: 'Yā Dzal Jalaali wal Ikraam' (Wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan)." (HR. Tirmidzi)

Keutamaan Mengamalkan Zikir Dzul Jalali Wal Ikram

Mengapa kita dianjurkan untuk memperbanyak zikir ini? Banyak ulama menyebutkan bahwa Dzul Jalali Wal Ikram termasuk dalam Ismullah Al-A'zham (Nama Allah yang Paling Agung).

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Perbanyaklah mengucap Ya Dzal Jalali wal Ikram." Keutamaan mengamalkan zikir ini antara lain:

  1. Doa Lebih Mustajab: Menyebut nama ini saat berdoa dianggap sebagai adab tertinggi dalam meminta.
  2. Ketenangan Batin: Menyadari kebesaran Allah membuat masalah dunia terasa kecil.
  3. Keberkahan Hidup: Mengakui Allah sebagai sumber kemurahan (Ikram) membuka pintu-pintu rezeki yang tidak terduga.

Baca juga: Surat Fushshilat Asbabun Nuzul, Pesan Utama, dan Keutamaan Membacanya

Keutamaan Penjelasan
Ismullah Al-A'zham Banyak ulama berpendapat nama ini ialah Nama Allah yang Paling Agung. Jika digunakan untuk berdoa, doa tersebut tidak akan ditolak.
Pembuka Pintu Langit Zikir ini menjadi 'wasilah' yang sangat kuat agar permohonan seorang hamba segera diijabah oleh Allah SWT.
Keseimbangan Iman Menyeimbangkan rasa takut (karena kebesaran-Nya) dan rasa harap (karena kemurahan-Nya) dalam diri seorang Muslim.

Baca juga: Surat Asy-Syura Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, dan Keutamaan Membacanya

Cara Mengamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar mendapatkan keberkahan dari asma ini, berikut adalah panduan pengamalannya:

  1. Zikir Ba'da Salat: Membaca doa Allahumma antas-salam wa minkas-salam, tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram setelah salam dalam salat fardhu.
  2. Tawasul dalam Doa: Saat memohon sesuatu yang besar, awali dengan memuji Allah menggunakan nama ini, "Ya Allah, Ya Dzal Jalali wal Ikram, hamba memohon..."
  3. Zikir Pagi dan Petang: Menjadikan kalimat ini sebagai bagian dari wirid harian untuk menjaga hati tetap terpaut pada kekuasaan Allah.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

People Also Ask (FAQ)

Apa arti Ya Dzal Jalali wal Ikram?
Artinya adalah Wahai Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. Ini seruan kepada Allah sebagai Zat yang paling agung sekaligus paling pemurah.

Kapan waktu terbaik mengamalkan zikir ini?
Waktu terbaik adalah saat berdoa, di antara azan dan ikamah, sepertiga malam terakhir, serta setelah melaksanakan salat fardhu.

Apakah benar zikir ini bisa mengabulkan semua hajat?
Dengan izin Allah, karena nama ini termasuk Ismullah Al-A'zham, mengamalkannya dengan penuh keyakinan dan keikhlasan menjadi sebab kuat terkabulnya doa.

Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti

Checklist Pengamalan Hari Ini:

  • Sudahkah membaca doa ba'da salat dengan benar? Bacalah, "Allahumma antas-salam wa minkas-salam, tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram," sebagaimana tuntunan Nabi SAW.
  • Sudahkah menyelipkan Ya Dzal Jalali wal Ikram dalam doa pribadi? Selipkan kalimat Ya Dzal Jalali wal Ikram di awal dan di tengah doa permohonan Anda.
  • Merenungkan makna kebesaran Allah saat menghadapi masalah berat. Jadikan sebagai wirid harian untuk menanamkan rasa syukur dan pengagungan kepada Allah SWT. (I-2)

Baca juga: 99 Asmaul Husna Arab, Latin, dan Artinya

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya