Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Dahsyatnya Zikir Al-Qadir: Cara Mengetuk Pintu Kekuasaan Allah saat Hadapi Jalan Buntu

Media Indonesia
21/2/2026 10:00
Dahsyatnya Zikir Al-Qadir: Cara Mengetuk Pintu Kekuasaan Allah saat Hadapi Jalan Buntu
Tulisan arab Al-Qadir.(Youtube simple.art_and_craft)

DALAM memahami nama-nama indah Allah, Al-Qadir menempati posisi yang sangat fundamental bagi tauhid seorang Muslim. Nama ini menjadi jawaban atas segala keterbatasan manusia di hadapan kemahabesaran alam semesta.

Mau tahu lebih detail? Simak terus pembahasannya.

Makna Al-Qadir dalam Islam

Secara harfiah, Al-Qadir (الْقَادِرُ) berarti Yang Maha Kuasa atau Yang Maha Menentukan. Nama ini menunjukkan bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan yang sempurna dan mutlak. Tidak ada satu pun perkara, baik di langit maupun di bumi, yang dapat meluputkan diri dari jangkauan kekuasaan-Nya.

Kekuasaan Allah berbeda dengan kekuasaan makhluk. Kekuasaan manusia bersifat terbatas, dipengaruhi oleh alat, waktu, dan keadaan. Sebaliknya, kekuasaan Al-Qadir tidak memerlukan perantara dan tidak terpengaruh oleh apa pun.

Nama ini menegaskan bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan mutlak untuk mewujudkan apa pun yang Dia kehendaki. Kekuasaan Allah tidak terbatas oleh ruang, waktu, hukum alam, maupun logika manusia. Jika Allah berkehendak Kun (Jadilah), terjadilah ia tanpa ada satu kekuatan pun yang mampu menghalangi-Nya.

Dalil Al-Quran tentang Al-Qadir

Sifat kekuasaan Allah ini ditegaskan dalam banyak ayat Al-Quran, di antaranya:

  • QS. Al-Baqarah: 20: "Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
  • QS. Al-An'am: 65: "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah yang berkuasa (Al-Qadir) untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu...'"
  • QS. Yasin: 81: "Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, berkuasa (Qadir) menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui." 
  • QS. Surat Al-Ahqaf Ayat 33: "Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa lelah karena menciptakannya, kuasa (Qadir) menghidupkan orang-orang mati? Benar, sungguh Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
  • QS. Surat Al-Isra Ayat 99: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (Qadir) pula menciptakan yang serupa dengan mereka..."

Baca juga: Memahami Tauhid melalui Al-Wahid dan Perbedaan dengan Al-Ahad

Keutamaan Mengamalkan Zikir Al-Qadir

Mendawamkan zikir dengan menyebut nama Al-Qadir memiliki rahasia spiritual yang besar, antara lain:

  1. Menguatkan Tauhid: Menyadari bahwa hanya Allah sumber segala kekuatan.
  2. Memberikan Ketenangan: Menghilangkan kecemasan terhadap hari esok karena yakin Allah berkuasa mengatur yang terbaik.
  3. Solusi Kesulitan: Menjadi sarana doa saat menghadapi masalah yang secara logika manusia sulit diselesaikan.

Pengamalan Al-Qadir dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagaimana cara kita mencerminkan keimanan kepada Al-Qadir dalam perilaku nyata? Berikut adalah langkah-langkah praktisnya:

1. Tidak Bersikap Sombong

Menyadari bahwa jabatan, kekuatan fisik, dan kecerdasan yang kita miliki adalah pemberian dari Al-Qadir. Sewaktu-waktu, Allah bisa mengambil kembali kekuatan tersebut.

Baca juga: Memahami Kandungan Pokok Surat Al-Waqiah dan Keistimewaannya bagi Umat

2. Optimisme dalam Berdoa

Seorang yang mengimani Al-Qadir tidak akan pernah berkata, "Doaku mustahil dikabulkan." Ia tahu bahwa bagi Allah, memberikan dunia beserta isinya adalah hal yang sangat kecil.

3. Tawakal yang Sempurna

Setelah berusaha (ikhtiar) secara maksimal, seorang mukmin akan berserah diri kepada keputusan Allah. Ia yakin bahwa ketetapan (Qadar) Allah adalah manifestasi dari kebijaksanaan-Nya yang Maha Kuasa.

Baca juga: Tarawih 20 Rakaat Vs 8 Rakaat antara Umar bin Khattab dan Al-Bani

4. Menolong Sesama dengan Kemampuan yang Ada

Menggunakan kuasa kecil yang Allah titipkan kepada kita untuk membantu orang lain yang lemah, sebagai bentuk syukur kepada Sang Pemilik Kekuasaan Sejati.

Tabel Ringkasan Al-Qadir

Aspek Penjelasan
Arti Bahasa Mampu, Kuat, Menentukan
Makna Istilah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu tanpa batas
Implementasi Rendah hati dan optimis dalam setiap keadaan
Manfaat Zikir Kekuatan mental dan kemudahan urusan

Pertanyaan Umum tentang Al-Qadir

1. Apa bedanya Al-Qadir dengan Al-Muqtadir?

Al-Qadir menunjukkan sifat kekuasaan Allah secara umum, sedangkan Al-Muqtadir menunjukkan kekuasaan yang sangat kuat dan ditekankan pada pelaksanaan kehendak-Nya yang tidak terbendung.

Baca juga: Rahasia Kecerdasan Ulama Mengapa Membaca Ratusan Kali Lebih Utama

2. Bagaimana cara mengamalkan zikir Ya Qadir?

Zikir ini dapat dibaca sebanyak-banyaknya tanpa hitungan tertentu, terutama saat hati merasa lemah atau sedang menghadapi rintangan besar dalam hidup.

3. Mengapa kita harus mengimani Al-Qadir?

Agar kita memiliki mental yang tangguh, tidak mudah putus asa, dan selalu menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT, bukan kepada makhluk.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

4. Kapan waktu terbaik membaca zikir Ya Qadir?

Zikir ini bisa dibaca kapan saja, tetapi sangat dianjurkan saat sujud dalam shalat atau di sepertiga malam terakhir saat memanjatkan hajat yang besar.

5. Bagaimana cara menumbuhkan keyakinan pada sifat Al-Qadir?

Dengan tadabbur alam. Perhatikan bagaimana Allah mengatur peredaran planet, pergantian siang dan malam, serta kerumitan sel dalam tubuh manusia. Semua itu bukti nyata kekuasaan Al-Qadir.

Baca juga: 30 Juz 114 Surat dalam Al-Quran, Yuk Hafalkan

Kesimpulan

Memahami Al-Qadir adalah kunci untuk meraih kemerdekaan batin. Dengan meyakini bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, kita tidak akan lagi diperbudak oleh rasa takut akan masa depan atau kesedihan atas masa lalu.

Jadikan zikir Ya Qadir sebagai pelindung hati di setiap langkah Anda. Dengan mengimani Al-Qadir, kita belajar untuk melepaskan beban yang tidak sanggup kita pikul dan meletakkannya di hadapan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu bersandar pada kekuasaan-Nya. (I-2)

Baca juga: 99 Asmaul Husna Arab, Latin, dan Artinya

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya