Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM memahami nama-nama indah Allah, Al-Qadir menempati posisi yang sangat fundamental bagi tauhid seorang Muslim. Nama ini menjadi jawaban atas segala keterbatasan manusia di hadapan kemahabesaran alam semesta.
Mau tahu lebih detail? Simak terus pembahasannya.
Secara harfiah, Al-Qadir (الْقَادِرُ) berarti Yang Maha Kuasa atau Yang Maha Menentukan. Nama ini menunjukkan bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan yang sempurna dan mutlak. Tidak ada satu pun perkara, baik di langit maupun di bumi, yang dapat meluputkan diri dari jangkauan kekuasaan-Nya.
Kekuasaan Allah berbeda dengan kekuasaan makhluk. Kekuasaan manusia bersifat terbatas, dipengaruhi oleh alat, waktu, dan keadaan. Sebaliknya, kekuasaan Al-Qadir tidak memerlukan perantara dan tidak terpengaruh oleh apa pun.
Nama ini menegaskan bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan mutlak untuk mewujudkan apa pun yang Dia kehendaki. Kekuasaan Allah tidak terbatas oleh ruang, waktu, hukum alam, maupun logika manusia. Jika Allah berkehendak Kun (Jadilah), terjadilah ia tanpa ada satu kekuatan pun yang mampu menghalangi-Nya.
Sifat kekuasaan Allah ini ditegaskan dalam banyak ayat Al-Quran, di antaranya:
Baca juga: Memahami Tauhid melalui Al-Wahid dan Perbedaan dengan Al-Ahad
Mendawamkan zikir dengan menyebut nama Al-Qadir memiliki rahasia spiritual yang besar, antara lain:
Bagaimana cara kita mencerminkan keimanan kepada Al-Qadir dalam perilaku nyata? Berikut adalah langkah-langkah praktisnya:
Menyadari bahwa jabatan, kekuatan fisik, dan kecerdasan yang kita miliki adalah pemberian dari Al-Qadir. Sewaktu-waktu, Allah bisa mengambil kembali kekuatan tersebut.
Baca juga: Memahami Kandungan Pokok Surat Al-Waqiah dan Keistimewaannya bagi Umat
Seorang yang mengimani Al-Qadir tidak akan pernah berkata, "Doaku mustahil dikabulkan." Ia tahu bahwa bagi Allah, memberikan dunia beserta isinya adalah hal yang sangat kecil.
Setelah berusaha (ikhtiar) secara maksimal, seorang mukmin akan berserah diri kepada keputusan Allah. Ia yakin bahwa ketetapan (Qadar) Allah adalah manifestasi dari kebijaksanaan-Nya yang Maha Kuasa.
Baca juga: Tarawih 20 Rakaat Vs 8 Rakaat antara Umar bin Khattab dan Al-Bani
Menggunakan kuasa kecil yang Allah titipkan kepada kita untuk membantu orang lain yang lemah, sebagai bentuk syukur kepada Sang Pemilik Kekuasaan Sejati.
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Arti Bahasa | Mampu, Kuat, Menentukan |
| Makna Istilah | Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu tanpa batas |
| Implementasi | Rendah hati dan optimis dalam setiap keadaan |
| Manfaat Zikir | Kekuatan mental dan kemudahan urusan |
Al-Qadir menunjukkan sifat kekuasaan Allah secara umum, sedangkan Al-Muqtadir menunjukkan kekuasaan yang sangat kuat dan ditekankan pada pelaksanaan kehendak-Nya yang tidak terbendung.
Baca juga: Rahasia Kecerdasan Ulama Mengapa Membaca Ratusan Kali Lebih Utama
Zikir ini dapat dibaca sebanyak-banyaknya tanpa hitungan tertentu, terutama saat hati merasa lemah atau sedang menghadapi rintangan besar dalam hidup.
Agar kita memiliki mental yang tangguh, tidak mudah putus asa, dan selalu menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT, bukan kepada makhluk.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Zikir ini bisa dibaca kapan saja, tetapi sangat dianjurkan saat sujud dalam shalat atau di sepertiga malam terakhir saat memanjatkan hajat yang besar.
Dengan tadabbur alam. Perhatikan bagaimana Allah mengatur peredaran planet, pergantian siang dan malam, serta kerumitan sel dalam tubuh manusia. Semua itu bukti nyata kekuasaan Al-Qadir.
Baca juga: 30 Juz 114 Surat dalam Al-Quran, Yuk Hafalkan
Memahami Al-Qadir adalah kunci untuk meraih kemerdekaan batin. Dengan meyakini bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, kita tidak akan lagi diperbudak oleh rasa takut akan masa depan atau kesedihan atas masa lalu.
Jadikan zikir Ya Qadir sebagai pelindung hati di setiap langkah Anda. Dengan mengimani Al-Qadir, kita belajar untuk melepaskan beban yang tidak sanggup kita pikul dan meletakkannya di hadapan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu bersandar pada kekuasaan-Nya. (I-2)
Baca juga: 99 Asmaul Husna Arab, Latin, dan Artinya
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved