Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Transformasi BNN, Prioritaskan Penyelamatan Generasi Muda melalui Pendekatan Humanis

Basuki Eka Purnama
06/1/2026 09:28
Transformasi BNN, Prioritaskan Penyelamatan Generasi Muda melalui Pendekatan Humanis
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol Suyudi Ario Seto menghadiri Kemah Kebangsaan Bersinar se-Jadetabek yang diikuti oleh 1.200 pelajar dan para guru Pembina di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/10).(MI/HO)

BADAN Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) melakukan transformasi besar dalam strategi pemberantasan narkoba di bawah kepemimpinan Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. 

Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda sebagai inti dari kebijakan nasional.

Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa tujuan utama dari pergeseran paradigma ini adalah memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan agar anak serta remaja memiliki daya tangkal untuk menolak penyalahgunaan narkoba.

“Perang melawan narkoba, tidak hanya menangkap bandar, utamanya dengan menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus ke jaringan narkoba,” tegas Komjen Suyudi, Minggu (4/1).

Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI). Koordinator AMMI, Nurkhasanah, menilai pendekatan humanis ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi ancaman narkoba yang kian menyasar milenial dan Gen Z.

“Pendekatan humanis yang dikedepankan BNN pada Era Presiden Prabowo ini merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Nurkhasanah dalam keterangan resmi, Senin (5/1).

Menurutnya, fokus pada pencegahan dan edukasi akan berdampak luas pada stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan. AMMI pun menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi sebagai agen edukasi di lingkungan kampus dan masyarakat.

Keseimbangan Penindakan dan Pemberdayaan

Meski mengedepankan sisi kemanusiaan, BNN tetap menunjukkan ketegasan dalam penegakan hukum. Hal ini terbukti dengan penangkapan gembong narkoba internasional, PA alias Dewi Astutik, di Kamboja pada awal Desember 2025 lalu, yang terlibat penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun.

Di dalam negeri, BNN bersama Polri juga gencar melakukan operasi di wilayah rawan seperti Kampung Bahari dan Kampung Berlan. 

Dalam penggerebekan di Kampung Bahari pada November 2025, petugas menyita 89 kilogram sabu dan puluhan senjata api. Namun, yang membedakan era ini adalah tindak lanjut pascaoperasi.

“Kami mencatat langkah positif yang dilakukan setelah itu adalah BNN berdayakan ekonomi warga di kampung tersebut,” tambah Nurkhasanah.

Edukasi Melalui Kemah Kebangsaan

Upaya nyata lainnya terlihat pada penyelenggaraan Kemah Kebangsaan Bersinar di Bumi Perkemahan Cibubur yang diikuti 1.200 pelajar SMA/SMK se-Jadetabek. Kegiatan yang dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, ini bertujuan membangun kesadaran dini terhadap bahaya narkotika melalui cara yang lebih interaktif.

“Ini langkah nyata BNN berdayakan generasi muda untuk jauhi narkoba,” pungkas Nurkhasanah. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya