Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Viral Toko Obat Dilempar Petasan, Ternyata Ini Bahaya Tramadol yang Bikin Warga Geram!

Media Indonesia
11/3/2026 13:57
Viral Toko Obat Dilempar Petasan, Ternyata Ini Bahaya Tramadol yang Bikin Warga Geram!
ilustrasi(ANTARA /Wahdi Septiawan)

PENYALAHGUNAAN obat pereda nyeri jenis tramadol menyimpan ancaman serius bagi kesehatan, mulai dari kegelisahan ekstrem hingga tremor. Pakar kesehatan menegaskan agar masyarakat tidak mengonsumsi obat keras ini tanpa pengawasan medis yang ketat guna menghindari risiko ketergantungan.

Guru Besar sekaligus Konsultan Gastroenterologi Hepatologi FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa dalam praktik medis, tramadol merupakan obat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Namun, potensinya yang tinggi dalam memicu adiksi membuatnya dikategorikan sebagai obat keras.

"Tramadol termasuk obat keras karena sering disalahgunakan dan dapat menyebabkan adiksi atau ketergantungan. Jika sudah adiksi pasien akan meminta obat ini terus dan akan timbul sulit tidur, gelisah, nyeri otot hingga tremor,” ujar Ari dikutip dari Antara, Rabu (11/3).

Memicu Ketergantungan

Penyalahgunaan tramadol kerap terjadi karena efek instan yang dirasakan penggunanya, seperti merasa lebih segar, berenergi, serta mengalami peningkatan suasana hati (mood) dan rasa percaya diri.

Menurut Prof. Ari, sensasi tersebut muncul karena kemampuan tramadol dalam menekan rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada tubuh. Hal inilah yang sering kali disalahartikan oleh pengguna non-medis untuk mendapatkan "sensasi" tertentu.

Pengawasan Ketat dan Penegakan Hukum

Risiko kecanduan akan meningkat drastis jika penggunaan dilakukan tanpa kendali dokter. Saat sudah mencapai tahap adiksi, pasien cenderung mengalami gejala sakau saat konsumsi dihentikan.

"Ini (tramadol) termasuk obat keras dan harus dengan resep dokter. Harus resep dokter. Jadi, tidak boleh dijual bebas," tegas Prof. Ari.

Isu peredaran gelap tramadol kini menjadi perhatian serius pemerintah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Selasa (10/3) menyatakan tengah menyelidiki dugaan penjualan bebas obat tersebut dan berjanji akan menindak tegas setiap pelanggaran.

Masalah ini bahkan memicu keresahan sosial di masyarakat. Baru-baru ini, sebuah video viral menunjukkan warga di Jakarta Timur melempari sejumlah toko dengan petasan karena diduga nekat menjual tramadol secara ilegal di lingkungan mereka.

(Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya