Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Bahaya Whip Pink: Ancaman Kerusakan Saraf Permanen di Balik Tren Gas Tertawa

Basuki Eka Purnama
03/2/2026 07:47
Bahaya Whip Pink: Ancaman Kerusakan Saraf Permanen di Balik Tren Gas Tertawa
Whip Pink(Instagram @whippink.co)

TREN penyalahgunaan gas tertawa atau Nitrous Oxide (N2O) yang dikenal dengan istilah Whip Pink menyimpan ancaman serius bagi kesehatan jangka panjang. 

Dokter spesialis neurologi dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Brigjen TNI (Purn) dr. Sholihul Muhibbi, Sp.N., M.Si.Med, memperingatkan bahwa zat ini berisiko tinggi menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga kelumpuhan.

Dalam penjelasannya, dikutip Selasa (3/2), Sholihul membedah mekanisme destruktif  terhadap tubuh manusia. 

Secara ilmiah, efek jangka pendek dari menghirup gas ini adalah penonaktifan Vitamin B12 secara instan. Padahal, vitamin tersebut memegang peranan vital dalam menjaga integritas sistem saraf manusia.

“Tanpa B12 yang aktif, lapisan pelindung saraf (Mielin) akan rusak, di samping itu terjadi juga kekacauan beberapa neurotransmiter (zat yang berperan sebagai mekanisme komunikasi sel saraf) serta menimbulkan hipoxia (kekurangan oksigen),” ujar Sholihul.

Mekanisme Adiksi dan Perilaku Binging

Selain merusak fisik, gas tertawa juga menyerang sisi psikologis melalui manipulasi hormon di otak. Gas ini memicu pelepasan dopamin pada jalur reward otak yang memberikan sensasi kepuasan instan. Namun, efek menyenangkan atau high tersebut hanya bertahan singkat, sekitar 1 hingga 2 menit.

Sifatnya yang cepat hilang inilah yang justru menjadi jebakan bagi penggunanya. Otak akan terus-menerus menagih dosis berikutnya untuk mempertahankan sensasi tersebut, yang kemudian memicu perilaku konsumsi berulang dalam satu sesi.

“Meskipun efek 'high'-nya hanya bertahan 1-2 menit, hal inilah yang memicu perilaku 'Binging' atau penggunaan berulang kali dalam satu sesi,” tuturnya. 

Kondisi ini secara bertahap berkembang menjadi ketergantungan psikologis yang kuat atau adiksi.

Ancaman Kelumpuhan: Subacute Combined Degeneration

Dampak paling mengerikan dari penyalahgunaan Whip Pink muncul pada penggunaan jangka panjang. Kerusakan tidak hanya berhenti di otak, tetapi merambat hingga ke sumsum tulang belakang. Kondisi medis ini dikenal dengan istilah Subacute Combined Degeneration (SCD).

Sholihul, yang juga merupakan pengajar bagi Dokter Muda Universitas Pertahanan Jakarta, menekankan perbedaan kontras antara penggunaan medis dan rekreasional. 

Dalam dunia medis, gas tertawa digunakan sebagai bagian dari pembiusan dengan prosedur yang sangat ketat.

“Penggunaan zat yang bertujuan mendapatkan efek 'rekreasional' psikotripika tanpa pengawasan tenaga profesional sangat berbahaya,” tegasnya.

Dalam protokol medis,  harus dicampurkan dengan oksigen agar kadarnya tetap aman di atas 30%, lebih tinggi dari kadar oksigen di udara bebas yang hanya 21%. 

Selain itu, tenaga profesional akan melakukan prosedur pembersihan atau Wash-Out dengan memberikan oksigen murni 100% setelah tindakan selesai untuk memastikan tidak ada residu gas yang membahayakan pasien. 

Tanpa protokol ini, pengguna berisiko mengalami gagal napas akibat kekurangan oksigen yang fatal. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya