Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Luthfianti Diana Mauludiyah SGz, RD tidak menyarankan diet hanya dengan mengonsumsi buah saja karena bisa memperlambat metabolisme dan mengurangi fungsi optimal tubuh.
"Hanya mengonsumsi buah saja tidak disarankan. Walaupun buah kaya vitamin, mineral, serat, dan air, tubuh tetap membutuhkan protein, lemak, dan karbohidrat kompleks untuk fungsi optimal," kata Diana, dikutip Rabu (15/10).
Diana menjelaskan, tubuh memerlukan protein, lemak, dan karbohidrat kompleks agar tetap bugar dan berat badan stabil. Jika tubuh hanya diberi buah, bisa terjadi kekurangan protein, sehingga massa otot menurun dan metabolisme melambat.
Tubuh juga akan kekurangan lemak esensial yang penting untuk hormon dan kesehatan otak yang bisa menyebabkan gangguan fungsi kognitif seperti penurunan konsentrasi, memori, dan masalah suasana hati seperti kecemasan dan iritabilitas.
Selain itu, terlalu banyak makan buah bisa menyebabkan kelebihan fruktosa atau gula buah yang justru bisa mengganggu keseimbangan gula darah dan menyebabkan lemas.
"Diet buah saja bisa menurunkan berat badan cepat di awal, tapi tidak sehat dan sulit dipertahankan," katanya.
Ia mengatakan untuk mencapai berat badan ideal, buah dapat diberikan sebagai cemilan dengan kebutuhan sekitar 2-3 porsi (penukar) per hari, misalnya 1 penukar apel sekitar 1 potong sedang atau 75 gram untuk buah apel malang, dan 85 gram untuk apel merah dengan kalori 50 kkal per 1 penukar.
Diana juga menyarankan untuk memperhatikan komposisi pola makan dengan gizi seimbang yang meliputi karbohidrat kompleks sekitar 55%-65% dari total energi, protein 15%-20% dari total kebutuhan energi baik protein hewani maupun nabati, dan lemak sebanyak 25% dari total kebutuhan energi yang meliputi lemak sehat, sera serat dan mikronutrien dari sayur dan buah.
"Diet yang sehat bukan tentang membatasi satu jenis makanan, melainkan menjaga keseimbangan dan konsistensi. Buah sangat penting dalam pola makan sehat, tapi harus dikombinasikan dengan sumber protein, lemak baik, dan karbohidrat kompleks agar tubuh tetap bugar dan berat badan stabil," pungkas Diana. (Ant/Z-1)
Musim kemarau basah pada 2025 menjadi penghambat serius bagi siklus hidup pohon rambutan yang membutuhkan perlakuan alam tertentu untuk berbunga.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Setiap bagian anggur, mulai dari kulit, daging, hingga bijinya, mengandung komponen aktif yang berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit kronis.
Kacang merah mengandung serat pangan tingkat tinggi, pati resisten dan protein, tetapi kadar lipid dan gula yang rendah.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.
Kementerian Kesehatan, Persagi, dan BGN akan duduk bersama untuk membahas alokasi dan penempatan ahli-ahli gizi itu di SPPG yang siap beroperasi.
Persagi mengambil langkah strategis dengan mempersiapkan lulusan ahli gizi yang kompeten dan siap berkontribusi di SPPG di berbagai daerah.
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
DOKTER dan ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengkritisi Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal yang menyebut peran ahli gizi tidak diperlukan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peran ahli gizi dalam program MBG sangat krusial, baik untuk memastikan gizi seimbang maupun keamanan pangan terimplementasi dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved