Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Menjaga Pencernaan Lancar Selama Puasa, Pepaya dan Sayuran Hijau Jadi Kunci

Basuki Eka Purnama
19/2/2026 07:59
Menjaga Pencernaan Lancar Selama Puasa, Pepaya dan Sayuran Hijau Jadi Kunci
Ilustrasi(Freepik)

MENJAGA kesehatan pencernaan menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Perubahan pola makan yang drastis sering kali memicu masalah buap air besar jika tidak disiasati dengan asupan yang tepat. 

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., menekankan bahwa kunci utama untuk mengatasi hal tersebut adalah konsumsi buah dan sayur yang konsisten saat sahur maupun berbuka.

Menurut Rita, buah dan sayuran merupakan sumber serat harian yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memastikan saluran cerna tetap berfungsi optimal meskipun frekuensi makan berkurang. 

Meski semua jenis buah dan sayur secara umum baik bagi tubuh, ia memberikan catatan khusus untuk beberapa jenis yang memiliki efektivitas lebih tinggi.

Keunggulan Pepaya dan Alpukat

Dosen Universitas Faletehan Serang ini menyoroti pepaya sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin mempercepat proses pencernaan.

“Semua buah dan semua jenis sayur itu efektif untuk membantu pencernaan lancar. Tetapi kalau dicari yang paling cepat membantu, pepaya termasuk yang baik karena mengandung enzim pencernaan,” kata Rita, dikutip Kamis (19/2).

Kandungan enzim alami pada pepaya berperan penting dalam membantu proses pemecahan makanan di dalam lambung, sehingga beban kerja sistem pencernaan menjadi lebih ringan. 

Selain pepaya, Rita juga merekomendasikan alpukat. Buah ini dikenal kaya akan lemak sehat yang tidak hanya mendukung fungsi cerna, tetapi juga memberikan efek kenyang yang lebih lama, sebuah keunggulan yang sangat dibutuhkan saat menjalani puasa seharian.

Pilihan Sayuran yang Ringan dan Praktis

Untuk kategori sayuran, Rita menyarankan masyarakat untuk memilih jenis yang mudah dicerna dan praktis dalam pengolahannya. 

Bayam, wortel, dan labu siam merupakan beberapa contoh yang ideal. Teksturnya yang lembut membuat sayuran ini tidak membebani kerja usus, sekaligus mudah dipadukan dengan berbagai menu utama seperti protein hewani maupun nabati.

Selain itu, buah naga juga disebut sebagai pilihan favorit untuk menjaga kelancaran buang air besar. Hal ini karena kandungan serat dan airnya yang sangat tinggi, sehingga sangat baik dikonsumsi baik pada waktu sahur maupun saat berbuka puasa.

Strategi Distribusi Serat

Agar kebutuhan serat tetap terpenuhi sepanjang Ramadan, Rita menyarankan masyarakat untuk membagi porsi konsumsi buah dan sayur secara merata. 

Alih-alih mengonsumsinya dalam jumlah besar di satu waktu, pembagian antara waktu sahur dan berbuka dinilai lebih efektif untuk menjaga keseimbangan gizi.

Kombinasi antara buah, sayur, serta lauk berprotein diharapkan dapat membantu kinerja saluran cerna tetap optimal, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan kondisi fisik yang prima tanpa gangguan pencernaan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya