Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA kesehatan pencernaan menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Perubahan pola makan yang drastis sering kali memicu masalah buap air besar jika tidak disiasati dengan asupan yang tepat.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., menekankan bahwa kunci utama untuk mengatasi hal tersebut adalah konsumsi buah dan sayur yang konsisten saat sahur maupun berbuka.
Menurut Rita, buah dan sayuran merupakan sumber serat harian yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memastikan saluran cerna tetap berfungsi optimal meskipun frekuensi makan berkurang.
Meski semua jenis buah dan sayur secara umum baik bagi tubuh, ia memberikan catatan khusus untuk beberapa jenis yang memiliki efektivitas lebih tinggi.
Dosen Universitas Faletehan Serang ini menyoroti pepaya sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin mempercepat proses pencernaan.
“Semua buah dan semua jenis sayur itu efektif untuk membantu pencernaan lancar. Tetapi kalau dicari yang paling cepat membantu, pepaya termasuk yang baik karena mengandung enzim pencernaan,” kata Rita, dikutip Kamis (19/2).
Kandungan enzim alami pada pepaya berperan penting dalam membantu proses pemecahan makanan di dalam lambung, sehingga beban kerja sistem pencernaan menjadi lebih ringan.
Selain pepaya, Rita juga merekomendasikan alpukat. Buah ini dikenal kaya akan lemak sehat yang tidak hanya mendukung fungsi cerna, tetapi juga memberikan efek kenyang yang lebih lama, sebuah keunggulan yang sangat dibutuhkan saat menjalani puasa seharian.
Untuk kategori sayuran, Rita menyarankan masyarakat untuk memilih jenis yang mudah dicerna dan praktis dalam pengolahannya.
Bayam, wortel, dan labu siam merupakan beberapa contoh yang ideal. Teksturnya yang lembut membuat sayuran ini tidak membebani kerja usus, sekaligus mudah dipadukan dengan berbagai menu utama seperti protein hewani maupun nabati.
Selain itu, buah naga juga disebut sebagai pilihan favorit untuk menjaga kelancaran buang air besar. Hal ini karena kandungan serat dan airnya yang sangat tinggi, sehingga sangat baik dikonsumsi baik pada waktu sahur maupun saat berbuka puasa.
Agar kebutuhan serat tetap terpenuhi sepanjang Ramadan, Rita menyarankan masyarakat untuk membagi porsi konsumsi buah dan sayur secara merata.
Alih-alih mengonsumsinya dalam jumlah besar di satu waktu, pembagian antara waktu sahur dan berbuka dinilai lebih efektif untuk menjaga keseimbangan gizi.
Kombinasi antara buah, sayur, serta lauk berprotein diharapkan dapat membantu kinerja saluran cerna tetap optimal, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan kondisi fisik yang prima tanpa gangguan pencernaan. (Ant/Z-1)
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Nanas bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan sumber nutrisi yang padat.
Salah satu senyawa unggulan dalam buah sitrus adalah hesperidin, yang diketahui membantu mengatur kadar gula darah serta melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Para petani menerapkan metode panen cerdas iklim dan pemetikan selektif dengan tangan untuk menjaga cita rasa serta memperpanjang umur simpan buah.
Pemilihan asupan yang tepat, terutama buah-buahan, menjadi faktor penentu agar tubuh kembali bugar dan tetap sehat sepanjang bulan Ramadan.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved