Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA kesehatan pencernaan menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Perubahan pola makan yang drastis sering kali memicu masalah buap air besar jika tidak disiasati dengan asupan yang tepat.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., menekankan bahwa kunci utama untuk mengatasi hal tersebut adalah konsumsi buah dan sayur yang konsisten saat sahur maupun berbuka.
Menurut Rita, buah dan sayuran merupakan sumber serat harian yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memastikan saluran cerna tetap berfungsi optimal meskipun frekuensi makan berkurang.
Meski semua jenis buah dan sayur secara umum baik bagi tubuh, ia memberikan catatan khusus untuk beberapa jenis yang memiliki efektivitas lebih tinggi.
Dosen Universitas Faletehan Serang ini menyoroti pepaya sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin mempercepat proses pencernaan.
“Semua buah dan semua jenis sayur itu efektif untuk membantu pencernaan lancar. Tetapi kalau dicari yang paling cepat membantu, pepaya termasuk yang baik karena mengandung enzim pencernaan,” kata Rita, dikutip Kamis (19/2).
Kandungan enzim alami pada pepaya berperan penting dalam membantu proses pemecahan makanan di dalam lambung, sehingga beban kerja sistem pencernaan menjadi lebih ringan.
Selain pepaya, Rita juga merekomendasikan alpukat. Buah ini dikenal kaya akan lemak sehat yang tidak hanya mendukung fungsi cerna, tetapi juga memberikan efek kenyang yang lebih lama, sebuah keunggulan yang sangat dibutuhkan saat menjalani puasa seharian.
Untuk kategori sayuran, Rita menyarankan masyarakat untuk memilih jenis yang mudah dicerna dan praktis dalam pengolahannya.
Bayam, wortel, dan labu siam merupakan beberapa contoh yang ideal. Teksturnya yang lembut membuat sayuran ini tidak membebani kerja usus, sekaligus mudah dipadukan dengan berbagai menu utama seperti protein hewani maupun nabati.
Selain itu, buah naga juga disebut sebagai pilihan favorit untuk menjaga kelancaran buang air besar. Hal ini karena kandungan serat dan airnya yang sangat tinggi, sehingga sangat baik dikonsumsi baik pada waktu sahur maupun saat berbuka puasa.
Agar kebutuhan serat tetap terpenuhi sepanjang Ramadan, Rita menyarankan masyarakat untuk membagi porsi konsumsi buah dan sayur secara merata.
Alih-alih mengonsumsinya dalam jumlah besar di satu waktu, pembagian antara waktu sahur dan berbuka dinilai lebih efektif untuk menjaga keseimbangan gizi.
Kombinasi antara buah, sayur, serta lauk berprotein diharapkan dapat membantu kinerja saluran cerna tetap optimal, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan kondisi fisik yang prima tanpa gangguan pencernaan. (Ant/Z-1)
Koleksi terbaru Charles & Keith ini mengambil inspirasi mendalam dari suasana senja yang syahdu serta elemen geometri yang lazim ditemukan dalam arsitektur Timur Tengah.
Tujuan utama inisiatif ini ialah merespons krisis iklim global yang dampaknya semakin terasa di Indonesia, lewat pendekatan moral, spiritual, dan aksi kolektif berbasis nilai-nilai Islam.
Olahraga saat puasa justru membantu meningkatkan metabolisme, menjaga berat badan ideal, serta memperbaiki sensitivitas insulin.
Momen Ramadan selalu menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan bersama orang terdekat
Ramadan selalu menjadi momen istimewa untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan bersama orang terdekat.
Zulkifli Hasan pastikan stok pangan nasional jelang Ramadan dan Lebaran aman, harga terkendali, dan produksi dalam negeri meningkat.
Pemilihan asupan yang tepat, terutama buah-buahan, menjadi faktor penentu agar tubuh kembali bugar dan tetap sehat sepanjang bulan Ramadan.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
KETUA Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pola makan sehat.
Beragam jenis buah seperti kiwi, apel, pisang, dan buah beri terbukti membantu menjaga kesehatan tubuh menurut riset kesehatan internasional.
Musim kemarau basah pada 2025 menjadi penghambat serius bagi siklus hidup pohon rambutan yang membutuhkan perlakuan alam tertentu untuk berbunga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved