Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN diet terbaru yang dikenal dengan istilah fibermaxxing atau upaya meningkatkan asupan serat secara drastis tengah menjadi sorotan.
Meski serat dikenal baik untuk kesehatan, ahli gizi klinis Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) mengingatkan bahwa konsumsi yang melampaui batas justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.
Luciana menegaskan bahwa segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan akan membawa dampak buruk bagi tubuh. Dalam hal serat, asupan yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.
"Segala sesuatu yang berlebihan akan berakibat tidak baik. Konsumsi serat berlebihan akan mengurangi asupan makanan dari kelompok lain, misalnya bahan makanan sumber karbohidrat dan protein," jelas Luciana saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (23/1).
Menurut Luciana, kebutuhan serat harian masyarakat Indonesia idealnya berkisar antara 30 hingga 37 gram.
Ketika seseorang terjebak dalam tren fibermaxxing, mereka berisiko mengalami penurunan asupan zat gizi penting lainnya karena rasa kenyang semu yang ditimbulkan oleh serat.
Selain masalah kekurangan gizi, konsumsi serat berlebih tanpa dibarengi dengan asupan cairan yang cukup justru akan menjadi bumerang bagi sistem pencernaan. Serat membutuhkan air untuk bergerak di dalam usus; tanpa air, serat akan memadat dan sulit dikeluarkan.
"Konsumsi serat berlebihan, jika tidak diimbangi asupan air yang cukup, dapat menyebabkan sembelit," tambahnya.
Walaupun memberikan peringatan, Luciana tidak menampik peran krusial serat bagi tubuh jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat.
Serat memiliki segudang manfaat, mulai dari melancarkan pencernaan, membantu kontrol berat badan, hingga menjaga stabilitas kadar gula darah.
Lebih jauh, asupan serat yang pas berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, serta menekan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes tipe 2, hingga kanker usus besar.
Menutup keterangannya, Luciana mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur mengikuti diet populer yang belum teruji secara ilmiah.
Ia menyarankan masyarakat untuk tetap berpegang pada pedoman gizi seimbang yang telah ditetapkan oleh institusi resmi kesehatan.
"Sebaiknya mengikuti pedoman yang dianjurkan institusi yang bertanggung jawab. Anjuran konsumsi sayur dan buah, yang keduanya merupakan sumber serat, adalah setengah dari piring makan kita," tutupnya.
Pola makan dengan gizi seimbang, bukan sekadar mengikuti tren sesaat, tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang. (Ant/Z-1)
Ahli gizi Alvaro Vargas menegaskan bahwa roti gandum utuh 100 persen justru dapat menjadi bagian penting dari pola makan sehat.
KETUA Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pola makan sehat.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) memperingati Hari Gizi Nasional dengan menggelar edukasi gizi serentak di ribuan sekolah di seluruh Indonesia.
AHLI gizi di luar negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.
Setelah heboh protein, kini dunia kesehatan dilanda tren 'Fibermaxxing'. Simak mengapa Gen Z berburu serat dan bagaimana industri makanan meresponsnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved