Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Waspada Tren Fibermaxxing, Ahli Gizi: Konsumsi Serat Berlebihan Picu Masalah Kesehatan

Putri Rosmalia Octaviyani
19/2/2026 23:29
Waspada Tren Fibermaxxing, Ahli Gizi: Konsumsi Serat Berlebihan Picu Masalah Kesehatan
Beberapa makanan sumber serat.(Dok. Freepik)

BELAKANGAN ini, jagat media sosial diramaikan dengan tren diet terbaru yang dikenal dengan istilah fibermaxxing. Tren ini mendorong orang untuk mengonsumsi serat sebanyak mungkin demi mencapai kesehatan pencernaan yang dianggap optimal. Namun, para ahli kesehatan mulai menyuarakan kekhawatiran terkait fenomena ini.

Ahli gizi klinis, Luciana B. Sutanto, menegaskan bahwa segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan, termasuk serat, justru akan berdampak buruk bagi tubuh. Menurutnya, fokus berlebih pada satu jenis zat gizi dapat merusak keseimbangan asupan nutrisi secara keseluruhan.

Apa Itu Bahaya Fibermaxxing?

Luciana menjelaskan bahwa konsumsi serat harian yang melampaui batas wajar berisiko mengurangi asupan dari kelompok makanan lain. Ketika seseorang terlalu kenyang karena serat, mereka cenderung melewatkan bahan makanan sumber karbohidrat dan protein yang sangat dibutuhkan tubuh untuk energi dan perbaikan sel.

Selain itu, konsumsi serat yang tinggi tanpa diimbangi dengan asupan cairan yang cukup justru akan menjadi bumerang bagi sistem pencernaan. Alih-alih melancarkan buang air besar, serat yang terlalu padat di dalam usus tanpa air akan mengeras dan menyebabkan sembelit atau konstipasi.

Kebutuhan Serat Harian yang Ideal

Berdasarkan standar kesehatan di Indonesia pada tahun 2026, kebutuhan serat harian masyarakat berada di angka yang spesifik. Luciana menyebutkan bahwa orang Indonesia rata-rata membutuhkan sekitar 30 hingga 37 gram serat per hari.

Angka ini sudah cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan tanpa harus terjebak dalam tren diet ekstrem. Mengonsumsi lebih dari angka tersebut secara konsisten tanpa pengawasan medis dapat mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh.

Manfaat Serat Jika Dikonsumsi dengan Tepat

Meski memperingatkan bahaya kelebihan, Luciana tetap menekankan bahwa serat adalah komponen vital dalam pola makan sehat. Jika dikonsumsi sesuai takaran, serat memiliki segudang manfaat, antara lain:

  • Melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
  • Membantu kontrol berat badan dengan memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.
  • Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
  • Mendukung pertumbuhan mikrobioma atau bakteri baik di usus.
  • Mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, jantung, hingga kanker usus besar.

Tips Menyeimbangkan Asupan Nutrisi

Masyarakat diimbau untuk tidak mentah-mentah mengikuti diet populer yang tidak memiliki dasar ilmiah kuat. Pedoman gizi seimbang dari institusi resmi tetap menjadi rujukan utama yang paling aman.

Cara termudah untuk menerapkan asupan serat yang pas adalah dengan melihat piring makan kita. Luciana menyarankan agar porsi sayur dan buah, sebagai sumber serat utama, memenuhi setengah dari piring makan. Setengah sisanya harus diisi oleh karbohidrat dan protein dalam porsi yang seimbang.

Pola makan gizi seimbang bukan sekadar tren sesaat, melainkan kunci utama untuk menjaga kesehatan jangka panjang dan menghindari komplikasi medis di masa depan.

People Also Ask (FAQ)

1. Apakah serat bisa menyebabkan perut kembung?
Ya, konsumsi serat dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan gas berlebih dan perut kembung.

2. Bagaimana cara meningkatkan asupan serat yang aman?
Tingkatkan asupan serat secara bertahap dan pastikan minum air putih yang cukup setiap harinya.

3. Apa saja sumber serat terbaik selain sayuran?
Buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh (whole grains), dan gandum merupakan sumber serat yang baik. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya