Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ROTI telah lama menjadi bagian dari menu harian banyak orang, baik sebagai sarapan, bekal makan siang, hingga pilihan praktis saat waktu yang terbatas. Namun, roti juga kerap mendapat stigma sebagai makanan yang tidak sehat, terutama bagi mereka yang sedang menjaga pola makan. Padahal, menurut para ahli gizi, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat, terutama jika roti yang dikonsumsi adalah roti gandum utuh.
Mengutip laporan dari laman Blanquivioletas, ahli gizi Alvaro Vargas menegaskan bahwa roti gandum utuh 100 persen justru dapat menjadi bagian penting dari pola makan sehat. Ia menyebut, masalah utama bukan terletak pada bentuk makanan seperti sandwich atau rotinya, melainkan pada kualitas bahan dan isian yang digunakan.
Menurut Vargas, roti gandum utuh tanpa campuran tepung rafinasi memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan roti putih. Roti jenis ini mengandung serat lebih tinggi, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta membantu menjaga kestabilan energi tubuh. Sebaliknya, roti putih atau roti olahan sering dikaitkan dengan lonjakan rasa lapar, rendahnya tingkat kenyang, dan kandungan bahan tambahan yang lebih banyak.
Ia bahkan menyebut bahwa roti gandum utuh tanpa sourdough masih lebih baik dibandingkan roti putih dengan sourdough.
“Roti gandum utuh tanpa sourdough jauh lebih baik dibandingkan roti putih dengan sourdough,” seperti dikutip laman Blanquivioletas.
Hal ini karena gandum utuh tetap mempertahankan bagian biji-bijian yang kaya nutrisi.
Vargas juga menepis anggapan bahwa karbohidrat harus dihindari demi hidup sehat. Menurutnya, karbohidrat justru merupakan sumber energi utama tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah jenis karbohidrat yang dikonsumsi.
“Apa yang harus kita lakukan? Tentu bukan menghilangkan karbohidrat, karena itu adalah sumber energi utama kita,” ujarnya.
Karbohidrat sehat dapat diperoleh dari biji-bijian utuh seperti roti gandum, pasta gandum, nasi, quinoa, serta kacang-kacangan. Ia menekankan bahwa karbohidrat aman dikonsumsi kapan saja, selama berasal dari sumber yang tepat dan tidak berlebihan dalam proses pengolahan.
Dalam laporannya, Vargas mencontohkan sandwich sehat berbahan roti gandum utuh yang diisi hummus dan berbagai sayuran segar, seperti alpukat, tomat, mentimun, arugula, serta irisan zaitun hitam. Kombinasi tersebut dinilai mampu menghasilkan hidangan yang kaya nutrisi, lezat, dan tetap praktis karena dapat disiapkan dalam waktu singkat.
Roti gandum utuh juga sejalan dengan prinsip pola makan Mediterania yang berasal dari negara-negara seperti Spanyol, Italia, dan Yunani. Pola makan ini menekankan konsumsi makanan segar dan minim proses, seperti minyak zaitun, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan, telur, dan produk susu fermentasi, serta membatasi konsumsi daging merah.
“Ini bukan soal makan lebih sedikit, tapi memilih dengan lebih baik,” tegasnya.
Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa diet Mediterania berkaitan dengan kesehatan jantung yang lebih baik serta penurunan risiko serangan jantung dan stroke.
Sumber: Blanquivioletas.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) memperingati Hari Gizi Nasional dengan menggelar edukasi gizi serentak di ribuan sekolah di seluruh Indonesia.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Banyak orang merasa sudah menjalani pola hidup sehat dengan makan teratur, memilih makanan bergizi, dan rutin berolahraga.
Berbagai makanan kaya serat dan antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved