Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSIN influenza dan pneumonia menjadi vaksin yang bagus dilakukan untuk kelompok risiko tinggi termasuk dari human metapneumovirus atau HMPV yang saat ini kasusnya sudah masuk ke Indonesia dan belum ada vaksin untuk virus tersebut.
"Kedua vaksin itu tentu tidak ada hubungan dengan keparahan HMPV. Vaksin influenza spesifik hanya untuk virus influenza. Sementara vaksin pneumonia spesifik untuk bakteri pneumokokus," kata Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama saat dihubungi, Rabu (8/1).
"Tapi walaupun begitu maka kelompok risiko tinggi tentu bagus untuk divaksin influenza dan pneumonia, ada atau tidak HMPV di daerahnya," tambahnya
Kedua jenis vaksinasi itu memang belum merupakan vaksinasi wajib, tetapi pada mereka yang risiko tinggi tentu amat baik untuk dilakukan, setidaknya pada lansia, penyakit paru kronik dan masyarakat dengan daya tahan tubuh yang lemah.
Tjandra mengatakan HMPV berkaitan dengan virus respiratory syncitial virus (RSV) yang produksi imunisasinya sudah mulai ada. Informasi imunisasi RSV memberi harapan bahwa mungkin akan ada pula vaksin untuk HMPV, dan bahkan perusahaan vaksin Moderna sudah mulai melakukan penelitian untuk vaksin mRNA HMPV.
"Jadi sekarang memang belum ada, tetapi kita dapat berharap akan ada di waktu mendatang," ungkapnya.
Oleh karena itu, karena belum ada vaksin HMPV hingga kini masyarakat tidak bisa anggap remeh HMPV.
"Di satu sisi maka HMPV jelas tidak bisa di sejajarkan dengan covid-19, tetapi bagaimanapun penyakit akibat HMPV adalah infeksi saluran napas. Kalau kita lihat di media maka di Tiongkok kasusnya cukup banyak dan fasilitas pelayanan kesehatan kelihatan penuh, jadi semua jenis penyakit infeksi saluran napas tentu perlu dicegah dan kalau sudah sakit perlu ditangani dengan baik," ungkap Direktur Pascasarjana Universitas YARSI tersebut.
Hal senada juga di katakan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman bahwa masyarakat harus tetap menjaga kesehatan terutama kelompok dengan risiko tinggi.
"Masyarakat diimbau perkuat daya tahan tubuh, istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, dan berolahraga," ucapnya.
Jika masyarakat sakit flu sebaiknya diimbau untuk di rumah saja, kalo tidak membaik segera ke dokter. Jika terpaksa keluar rumah maka gunakan masker dan hindari kerumunan.
"Terapkan lagi protokol kesehatan 3M seperti masa pandemi covid-19 akan lebih baik untuk mencegah penularan influenza," pungkasnya. (H-2)
Virus HMPV kini menjadi sorotan di dunia medis. Setelah melewati pandemi covid-19, keberadaan virus HMPV mulai terdeteksi di China dan bahkan sudah ditemukan di Indonesia.
HUMAN Metapneumovirus (HMPV) yang baru saja menjadi perbincangan hangat di negara China dan sudah merebak di negara tersebut, kali ini ditemukan di Indonesia.
Virus HMPV ini merupakan virus RNA untai tunggal negatif yang memiliki panjang genomnya sekitar 13.000 nukleotida.
Berkumur dengan air bersih setelah beraktivitas di luar ternyata bukan hanya sekadar kebiasaan. Tetapi juga langkah sederhana yang dapat melindungi tubuh dari ancaman virus berbahaya
HMPV dan RSV relatif lebih sering menyerang anak balita, khususnya di bawah usia satu tahun. Namun juga dapat menyerang orang dewasa, terutama lansia.
Suhu udara yang lembap dan dingin menciptakan lingkungan ideal bagi virus dan mikroba untuk berkembang biak, termasuk Human Metapneumovirus (HMPV).
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved