Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES adalah penyakit berbahaya yang bisa timbul ketika menjalani gaya hidup dan pola makan tidak sehat mulai dari mengonsumsi makanan siap saji dan makanan manis berlebihan hingga sering mengalami stres.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr Vineeta Taneja dan dr Tushar Tayal, menyebutkan enam kebiasaan tidak sehat yang dapat menimbulkan risiko penyakit diabetes, seperti disiarkan Hindustan Times.
Mengonsumsi makanan yang berbahan tepung putih, junk food, karbohidrat olahan, minuman berkarbonasi, dan makanan olahan kaya gula dapat secara signifikan meningkatkan risiko diabetes.
Baca juga : Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia Sudah Capai 19,5 Juta Orang
Makanan-makanan tersebut dapat menyebabkan obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko terkuat untuk diabetes. Obesitas menyebabkan kelebihan lemak tubuh terutama di sekitar perut yang meningkatkan resistensi insulin dan kadar gula darah.
Mayoritas pekerja, terutama yang bekerja di kantor, memiliki waktu kerja yang tidak menentu dan mengharuskan mereka duduk berjam-jam. Gaya hidup minim aktivitas fisik ditambah dengan kebiasaan makan yang tidak sehat, kurang tidur dan stres yang tinggi dapat meningkatkan tingkat hormon stres kortisol dan vasopresin dalam tubuh.
Baca juga : Komplikasi Diabetes Lebih Fatal pada Wanita Dibanding Pria
Semua faktor tersebut adalah penyebab dari diabetes. Olahraga sederhana secara teratur dalam bentuk apa pun seperti berjalan, berlari, yoga, aerobik setidaknya lima hari seminggu akan membantu membakar kalori dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Makanan seperti tepung maida dan gula rafinasi adalah salah satu penyebab dari obesitas dan diabetes. Karena gula rafinasi dan maida sudah dicerna dalam bentuk karbohidrat, kandungannya bisa cepat diserap ke dalam aliran darah dan menyebabkan lonjakan gula, yang mendorong peningkatan jumlah insulin yang tinggi.
Sebagai perbandingan, karbohidrat kompleks dicerna secara perlahan sehingga kadar gula dalam darah juga naik perlahan dan sekresi insulin berlangsung lebih fisiologis.
Merokok baik dalam bentuk rokok tembakau atau rokok elektrik merugikan bagi kesehatan seseorang karena asapnya mengandung bahan kimia berbahaya dan karsinogen yang mempengaruhi setiap organ tubuh dan dapat meningkatkan risiko diabetes.
Selain penyebab penyakit paru-paru dan kanker, rokok juga dapat menyebabkan resistensi insulin dan mengganggu produksi dan pemanfaatan insulin dalam tubuh.
Jika menjalani gaya hidup dengan tingkat stres tinggi dan tidak menemukan cara untuk menangani stres Anda dengan baik, bisa mempengaruhi kadar gula darah yang menjadi pemicu diabetes.
Membuat perubahan positif pada kebiasaan gaya hidup dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena diabetes. Orang dengan riwayat keluarga diabetes perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sejak usia 45 tahun.
Hati adalah organ detoksifikasi dan penstabil gula tubuh. Kelebihan kadar alkohol dalam tubuh dapat merusak hati yang memicu ketidakseimbangan gula dalam tubuh. Selain itu, alkohol pada dasarnya adalah kalori kosong tanpa manfaat gizi sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. (Ant/Z-4)
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Gula dapat ditemukan secara alami pada makanan seperti buah, sayur, dan susu, maupun ditambahkan ke berbagai produk olahan sebagai gula tambahan.
Riset menemukan konsumsi fruktosa dapat memicu sel imun bereaksi lebih kuat terhadap racun bakteri, meningkatkan risiko peradangan bahkan pada orang sehat.
Food Policy Fellowship 2025 yang diselenggarakan oleh Pijar Foundation bekerja sama dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, resmi ditutup.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved