Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PIJAT bayi merupakan terapi yang umum dilakukan orangtua di Indonesia, salah satunya teknik pijat taktil kinestetik stimuli, yang dapat diaplikasikan untuk bayi yang baru lahir.
Bidan dari House of Nenny Mom and Baby Care Magelang, Desiana Trisni, mengatakan bayi sudah dapat dipijat saat usia 0 hari. Bayi sudah dapat dipijat 6 jam setelah persalinan dilakukan.
"Untuk kondisi bayi lahir normal dan tidak ada masalah ketika si anak lahir atau dalam proses persalinannya, ini boleh diberikan pijatan mulai dari 0 hari," kata Desi, dikutip Jumat (7/7).
Baca juga: BPJS Kesehatan Tanggapi Kasus Bayi yang Sempat Ditahan di RS Brebes karena Tunggakan
Namun, tidak semua bayi dapat langsung dipijat. Ada beberapa kondisi tertentu yang harus dipenuhi, misalnya bayi lahir melalui persalinan normal dengan berat badan cukup, yakni 2.400 - 4.000 gram. Selain itu, usia kehamilan tidak boleh kurang dari 37 minggu.
Adapun untuk bayi prematur, pijatan dapat diberikan saat usianya mencapai dua hari. Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan berat badan rendah di bawah 2.400 gram atau usia kehamilan ibu belum mencapai 37 minggu.
Bayi prematur dapat diberikan pijatan dengan catatan medis atau terapis yang memberikan pijatan mengetahui riwayat kesehatan bayi. Tanyakan dahulu kondisi anak apakah sudah stabil atau belum agar pemijatan dapat diberikan dengan tepat.
Baca juga: Ilmuwan Inggris Teliti Penyebab Keguguran dan Cacat Bawaan pada Bayi
Bayi dengan kondisi normal dapat dipijat dengan teknik taktil kinestetik stimuli. Teknik pijat tersebut bermanfaat untuk merangsang beberapa refleks bayi, seperti refleks kejut, refleks mengisap, refleks menelan, dan lainnya.
Pijatan taktil kinestetik stimuli dapat melatih otot-otot bayi agar terbiasa untuk bergerak. Selain itu, memberikan pijatan pada bayi dapat mempererat hubungan orangtua dan anak serta membuat bayi lebih tenang.
Teknik pijat taktil kinestetik stimuli dilakukan dengan cara memijat bagian-bagian tertentu pada bayi, yakni tangan, kaki, telapak kaki, perut, dan punggung.
Orangtua dapat memijat perlahan dan melemaskan bagian tubuh bayi serta dapat dipraktikkan sebanyak 4 kali dalam sehari.
Jika tali pusar bayi belum putus, sebaiknya orangtua berhati-hati untuk tidak memberikan pijatan yang terlalu banyak dan sering di area sekitar perut bayi. Hal itu dikhawatirkan menjadi stimulasi berlebihan pada bayi dan menyebabkan risiko kondisi serius pada mereka, salah satunya perdarahan.
Oleh karena itu, pastikan area perut dipijat seminimal mungkin untuk menghindari kondisi tersebut. (Ant/Z-1)
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Membedong kaki dengan tujuan meluruskan struktur tulang tidak memiliki dasar medis.
Pemilihan alas kaki seharusnya mengutamakan kenyamanan anak di atas fungsi korektif yang belum tentu diperlukan.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved