Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING bertambah usia seseorang, fungsi dari organ-organ tubuh akan semakin menurun, dua di antaranya adalah fungsi otot dan tulang.
Melatih kemampuan otot dan tulang, serta mengonsumsi asupan bernutrisi, menjadi kombinasi penting bagi gaya hidup sehat kelompok lanjut usia (lansia).
"Bagi lansia, kita mengenal sarkopenia yaitu berkurangnya massa dan kekuatan otot. Ada pula permasalahan tulang-tulang keropos sehingga rapuh. Kalau otot lemah, seseorang mudah jatuh. Kalau jatuh dalam kondisi keropos, maka tulang mudah patah dan itu bencana sekali untuk orang tua," ungkap Pembina Pengurus Besar Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PB Pergemi), Prof Siti Setiati, dikutip Minggu (4/6).
Baca juga: Lansia Wajib Tahu! Inilah Gizi Seimbang yang Harus Terpenuhi
Siti menegaskan kelemahan pada otot dan tulang dapat dihindari lewat latihan fisik dengan menggunakan pembebanan ringan secara rutin selama 30 menit lima kali seminggu.
Latihan fisik tersebut, kata Siti, amat baik bila mengusung semangat kesenangan atau kebahagiaan dengan tetap menjaga kehati-hatian, agar kelompok lansia tidak terjatuh karena terlalu bersemangat.
"Misalnya, latihan dengan senam ringan atau berjalan. Gerakannya bisa disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing lansia. Jadi, tidak ada gerakan tertentu yang harus dilakukan. Hal terpenting adalah menjaga lansia untuk tetap bergerak," terangnya.
Baca juga: Ini 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Lansia
Selain latihan fisik, lanjut Siti, asupan nutrisi suplemen yang kaya whey protein menjadi kombinasi penting untuk menjaga agar otot tetap kencang.
Lebih lanjut, Siti mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah melakukan sejumlah penelitian dan observasi selama 3 bulan di wilayah DKI Jakarta terkait manfaat bergerak bagi kelompok lansia.
"Hasilnya bagus sekali. Kelompok lansia yang kami observasi ternyata memiliki otot-otot kencang dengan pengukuran yang objektif. Jadi, memang latihan yang baik itu perlu dan sebisa mungkin dibuat menyenangkan atau jangan bikin susah. Latihan efektif bisa menguatkan otot dan fleksibilitas sendi-sendi," tutup Siti. (Ant/Z-1)
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Studi JAMA 2026 ungkap 32% kasus demensia terkait gangguan pendengaran. Simak tanda awal dan cara alat bantu dengar cegah penurunan kognitif hingga 50%.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Simak tips aman bagi lansia saat menjalani puasa Ramadan 1447 H, termasuk menu sahur bergizi, hidrasi cukup, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi ikut berubah. Pada lansia, massa otot dan kepadatan tulang cenderung menurun, sementara daya tahan tubuh bisa melemah
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved