Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN makanan, minuman juga perlu diperhatikan oleh penderita kolestrol. Karena, ketika Anda memakan sesuatu yang tidak diimbangi maka kadar kolestrol akan tinggi, bahkan bisa mengalami pusing, kesemutan, keram, nyeri dada, hingga komplikasi jantung.
Baca juga: Ini Jenis Sea Food yang Aman Dikonsumsi Penderita Kolestrol
Apalagi jika makanan yang dikonsumsi adalah seafood, bisa memicu kadar kolesterol dalam darah melonjak. Kalau sudah terlanjur, berikut ini adalah rekomendasi minuman sebagai pendamping makan seafood.
1. Jus alpukat murni
Mengutip SehatQ, mengonsumsi alpukat ternyata bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal itu karena alpukat mengandung asam lemak yang bisa meningkatkan kadar kolesterol baik yang disebut HDL. Kolesterol baik HDL berfungsi membawa kolesterol jahat LDL dari arteri menuju ke hati, di mana LDL dapat dipecah dan dibuang dari tubuh.
American Heart Association menyebutkan mengonsumsi satu alpukat per hari dapat menurunkan kadar kolesterol jahat. Alpukat juga sangat bermanfaat dalam menyerap nutrisi lain dalam makanan.
2. Jus apel
Kandungan fitokimia dalam apel mampu mencegah oksidasi kolesterol jahat alias LDL.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi jus apel dalam jumlah cukup akan meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh. Pilihlah jus apel murni tanpa bahan pengawet dan pemanis buatan.
Catatan penting, hindari membeli jus apel dalam kemasan yang banyak tersedia di supermarket. Sebab, besar kemungkinan jus tersebut mengandung bahan tidak alami dan gula berlebih. Yang terbaik adalah membuat jus apel sendiri di rumah.
3. Air lemon
Minuman menyegarkan yang satu ini tak hanya bagus menurunkan berat badan, tapi juga mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Air lemon tinggi kandungan antioksidan dan pektin, yaitu serat larut yang menyehatkan jantung.
Sebuah penelitian juga menunjukkan manfaat konsumsi kulit lemon. Terdapat kandungan d-limonene yang terbukti mampu menurunkan kadar trigliserida.
4. Air Hangat
Setelah mengonsumsi makanan laut atau seafood, sebaiknya diikuti dengan minum air putih hangat. Pasalnya, minum air dingin atau es setelah makan makanan berlemak bisa membuat sistem pencernaan menjadi bekerja dengan lebih keras untuk menyeimbangkan suhu di saluran pencernaan.
Akibatnya, bisa membuat proses pembuangan kolesterol dari dalam tubuh menjadi tidak bekerja secara maksimal. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk minum air putih hangat setelah makan makanan laut. (OL-1)
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Meski sulit menolak hidangan khas Lebaran seperti opor ayam dan rendang, menjaga pola konsumsi tetap menjadi kunci utama untuk menghindari lonjakan kolesterol.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
MENJELANG momentum liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pola makan sebagian masyarakat cenderung berubah.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hanya 3,6% pasien di Indonesia yang berhasil mencapai target LDL-C yang ideal.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved