Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN gaya hidup medis atau lifestyle medicine terbukti menjadi senjata ampuh dalam menangani penyakit tidak menular. Wakil Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), drg. Sally Salziah Sudrajat, Sp.OM, mengungkapkan bahwa intervensi gaya hidup yang tepat mampu memperbaiki kondisi pasien penyakit kronis hingga mencapai angka 80%.
Sally menekankan bahwa mayoritas penyakit kronis sebenarnya dapat dicegah sejak dini.
"Jadi di sini bukti menunjukkan bahwa 80% penyakit kronis dapat dicegah dan dikembalikan ke kondisi awal dengan gaya hidup sehat berdasarkan pilar-pilar dari lifestyle medicine," ujar Sally, dikutip Rabu (11/2).
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Ilmu ini menempatkan perubahan perilaku sebagai modalitas atau cara utama untuk mengobati, mengelola, hingga membalikkan kondisi berbagai penyakit yang dipicu oleh pola hidup salah.
Sally menjelaskan bahwa penyakit seperti kanker tidak muncul secara tiba-tiba. Penyakit ini merupakan hasil dari proses panjang akibat akumulasi kebiasaan buruk selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, pengobatan medis seperti kemoterapi atau terapi lainnya tidak akan berjalan optimal jika tidak dibarengi dengan perubahan pola hidup yang radikal.
Manfaat dari penerapan gaya hidup medis ini pun sangat nyata, di antaranya mampu menurunkan ketergantungan pasien terhadap obat-obatan serta mengurangi efek samping yang muncul selama masa pengobatan.
Salah satu pilar yang paling krusial adalah nutrisi. Sally menyebutkan bahwa konsumsi makanan yang tepat dapat mengubah kondisi penyakit pasien sebesar 40%. Ia merekomendasikan transisi menuju pola makan berbasis nabati (plant-based) atau sumber alami.
Namun, ia meluruskan miskonsepsi masyarakat mengenai diet yang selama ini hanya dianggap sebagai pengurangan kalori atau karbohidrat semata.
“Semua menilai bahwa diet itu adalah mengurangi kalori, misalnya karbo ya. Kok saya nggak kurus-kurus? Sebetulnya dari nutritional science itu menyampaikan bahwa diet itu terdiri dari pola makan, apa yang dimakan, cara makan, waktu makan dan frekuensi makan, itu semua berpengaruh pada proses perubahan pola hidup,” jelas Sally.
Pola makan yang disiplin bertujuan untuk menjaga stabilitas gula darah. Jika insulin tidak mampu mengantarkan glukosa ke dalam sel untuk diubah menjadi energi, glukosa akan menumpuk di aliran darah yang berujung pada komplikasi seperti diabetes.
Sebagai penutup, Sally mengajak masyarakat—baik yang sedang sakit maupun yang sehat—untuk melakukan upaya preventif melalui edukasi.
Kanker bisa dicegah jika seseorang memiliki kesadaran untuk mengubah pola hidupnya sedini mungkin sebelum sel-sel abnormal berkembang lebih jauh.
“Jadi kita harus mulai mampu untuk berubah, pola hidup kita, if you change nothing, nothing will change,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved