Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN gaya hidup medis atau lifestyle medicine terbukti menjadi senjata ampuh dalam menangani penyakit tidak menular. Wakil Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), drg. Sally Salziah Sudrajat, Sp.OM, mengungkapkan bahwa intervensi gaya hidup yang tepat mampu memperbaiki kondisi pasien penyakit kronis hingga mencapai angka 80%.
Sally menekankan bahwa mayoritas penyakit kronis sebenarnya dapat dicegah sejak dini.
"Jadi di sini bukti menunjukkan bahwa 80% penyakit kronis dapat dicegah dan dikembalikan ke kondisi awal dengan gaya hidup sehat berdasarkan pilar-pilar dari lifestyle medicine," ujar Sally, dikutip Rabu (11/2).
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Ilmu ini menempatkan perubahan perilaku sebagai modalitas atau cara utama untuk mengobati, mengelola, hingga membalikkan kondisi berbagai penyakit yang dipicu oleh pola hidup salah.
Sally menjelaskan bahwa penyakit seperti kanker tidak muncul secara tiba-tiba. Penyakit ini merupakan hasil dari proses panjang akibat akumulasi kebiasaan buruk selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, pengobatan medis seperti kemoterapi atau terapi lainnya tidak akan berjalan optimal jika tidak dibarengi dengan perubahan pola hidup yang radikal.
Manfaat dari penerapan gaya hidup medis ini pun sangat nyata, di antaranya mampu menurunkan ketergantungan pasien terhadap obat-obatan serta mengurangi efek samping yang muncul selama masa pengobatan.
Salah satu pilar yang paling krusial adalah nutrisi. Sally menyebutkan bahwa konsumsi makanan yang tepat dapat mengubah kondisi penyakit pasien sebesar 40%. Ia merekomendasikan transisi menuju pola makan berbasis nabati (plant-based) atau sumber alami.
Namun, ia meluruskan miskonsepsi masyarakat mengenai diet yang selama ini hanya dianggap sebagai pengurangan kalori atau karbohidrat semata.
“Semua menilai bahwa diet itu adalah mengurangi kalori, misalnya karbo ya. Kok saya nggak kurus-kurus? Sebetulnya dari nutritional science itu menyampaikan bahwa diet itu terdiri dari pola makan, apa yang dimakan, cara makan, waktu makan dan frekuensi makan, itu semua berpengaruh pada proses perubahan pola hidup,” jelas Sally.
Pola makan yang disiplin bertujuan untuk menjaga stabilitas gula darah. Jika insulin tidak mampu mengantarkan glukosa ke dalam sel untuk diubah menjadi energi, glukosa akan menumpuk di aliran darah yang berujung pada komplikasi seperti diabetes.
Sebagai penutup, Sally mengajak masyarakat—baik yang sedang sakit maupun yang sehat—untuk melakukan upaya preventif melalui edukasi.
Kanker bisa dicegah jika seseorang memiliki kesadaran untuk mengubah pola hidupnya sedini mungkin sebelum sel-sel abnormal berkembang lebih jauh.
“Jadi kita harus mulai mampu untuk berubah, pola hidup kita, if you change nothing, nothing will change,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved