Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
GOLONGAN darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta yang jauh lebih serius, golongan darah tertentu ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis, termasuk Diabetes Tipe 2.
Sebuah studi berskala besar yang melibatkan lebih dari 80.000 perempuan dan dipublikasikan di jurnal ilmiah Diabetologia menemukan bahwa pemilik golongan darah A dan B memiliki risiko lebih tinggi terkena Diabetes Tipe 2 (T2D) dibandingkan golongan darah O.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Guy Fagherazzi dan Dr. Françoise Clavel-Chapelon menunjukkan bahwa golongan darah B dengan Rhesus positif (B+) berada di posisi risiko tertinggi.
Hasilnya cukup mencolok:
Berikut rincian peningkatan risiko diabetes dibandingkan golongan darah O (yang dikenal sebagai donor universal):
Meski mekanisme pastinya masih terus diteliti, para ilmuwan mengidentifikasi beberapa faktor biologis yang diduga menjadi penghubung antara golongan darah dan diabetes:
Golongan darah diyakini memengaruhi komposisi bakteri usus, yang berperan penting dalam metabolisme gula dan sensitivitas insulin.
Variasi gen pada sistem ABO dapat memengaruhi penanda inflamasi dan kesehatan pembuluh darah—dua faktor kunci dalam perkembangan diabetes.
Perbedaan molekul pada golongan darah tertentu diketahui memengaruhi cara tubuh memproses glukosa.
Dr. Fagherazzi menegaskan bahwa temuan ini bukan berarti pemilik golongan darah A atau B pasti akan menderita diabetes. Namun, hasil riset ini dapat menjadi alarm dini untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami menemukan hubungan yang kuat antara golongan darah dan risiko diabetes. Peserta dengan golongan darah O memiliki risiko paling rendah,” ujarnya.
Ke depan, temuan ini diharapkan dapat membantu tenaga medis mempertimbangkan golongan darah sebagai salah satu faktor dalam strategi pencegahan Diabetes Tipe 2, terutama melalui perubahan gaya hidup dan deteksi dini. (Science Daily/Z-10)
Obesitas adalah penyakit kronis kompleks. Dokter spesialis gizi ungkap faktor hormonal dan sel memori yang bikin berat badan susah turun. Simak solusinya!
Obesitas bukan sekadar berat badan berlebih, tapi penyakit kronis. Simak penjelasan dr. Vardian Mahardika mengenai risiko PCOS, Alzheimer, hingga sleep apnea.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Laporan terbaru World Obesity Federation memperingatkan ledakan obesitas anak pada 2040. Simak data mengejutkan dan dampaknya terhadap kesehatan generasi mendatang.
Ketika Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa penyakit kronis dapat dikategorikan sebagai disabilitas, maka negara sedang memperluas cakupan perlindungan agar lebih inklusif.
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
DI 2026, anggapan bahwa diabetes melitus adalah penyakit orang tua telah resmi terpatahkan.
golongan darah juga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved