Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES adalah penyakit metabolik yang terjadi ketika kadar gula darah tinggi namun tubuh tidak dapat memanfaatkannya dengan optimal.
Termasuk dalam kategori penyakit kronis, diabetes berpotensi menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik.
Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis diabetes, penyebabnya, serta cara mencegahnya untuk menjaga kesehatan tubuh.
Diabetes Mellitus dibagi menjadi tiga jenis utama, yaitu:
Diabetes tipe 1 merupakan gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri, termasuk sel beta di pankreas yang berfungsi memproduksi insulin. Penyebab pasti dari serangan antibodi ini belum sepenuhnya diketahui, namun faktor genetik dan infeksi virus tertentu diduga berperan. Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis pada usia muda.
Pada diabetes tipe 2, produksi insulin tetap normal, tetapi tubuh mengalami penurunan sensitivitas terhadap insulin, sehingga pemanfaatan gula darah menjadi tidak optimal. Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama yang berusia di atas 30 tahun.
Faktor gaya hidup, seperti stres dan konsumsi makanan tinggi gula, berkontribusi besar dalam perkembangan diabetes tipe 2. Menurut proyeksi IDF, pada tahun 2045, diperkirakan 1 dari 8 orang dewasa (sekitar 783 juta orang) akan hidup dengan diabetes, dan lebih dari 90% kasus diabetes di dunia adalah tipe 2.
Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada ibu hamil, biasanya mulai muncul sekitar minggu ke-24 kehamilan dan cenderung hilang setelah persalinan.
Meskipun bisa sembuh dengan sendirinya, kondisi ini tetap berpotensi membahayakan jika tidak ditangani dengan baik, seperti kelahiran prematur atau bayi dengan berat badan berlebih. Ibu yang pernah mengalaminya juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Gula darah berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Namun, masalah muncul ketika tubuh menerima asupan gula, tetapi aktivitas fisik terbatas.
Akibatnya, gula darah menumpuk, meningkatkan risiko diabetes dalam jangka panjang. Beberapa faktor penyebab tubuh tidak bisa memanfaatkan gula dengan maksimal antara lain:
Pencegahan diabetes dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup dan penerapan pola hidup sehat. Berikut adalah beberapa cara mencegah diabetes sejak dini:
Pola makan sehat adalah langkah pertama dalam mencegah diabetes. Hindari makanan cepat saji yang mengandung gula dan lemak tinggi, dan pilihlah makanan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, protein, serat, dan vitamin.
Olahraga teratur dapat meningkatkan produksi insulin serta sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, yang membantu mengontrol kadar gula darah dengan baik dan mencegah diabetes.
Pemeriksaan gula darah secara rutin penting untuk memantau kadar gula darah dan mendeteksi diabetes sejak dini, sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih cepat.
Obesitas meningkatkan risiko diabetes karena dapat mengganggu metabolisme tubuh, sehingga sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan efektif. Menjaga berat badan tetap ideal adalah cara alami yang sangat efektif untuk mencegah diabetes.
Menghindari konsumsi minuman manis adalah langkah penting dalam pencegahan diabetes. Minuman manis meningkatkan risiko diabetes tipe 2, sedangkan air mineral membantu menjaga hidrasi tubuh, menurunkan kadar gula darah, dan mendukung fungsi ginjal serta sel tubuh.
Diabetes adalah penyakit serius yang dapat menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Memahami jenis-jenis diabetes dan cara pencegahannya sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Pencegahan sejak dini lebih baik daripada pengobatan, dan dengan menerapkan pola hidup sehat, kita dapat terhindar dari risiko diabetes dan meningkatkan kualitas hidup. (Z-10)
Sumber: Siloamhospitals, IDF
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Menurut Healthline dan Cleveland Clinic, resistensi insulin terjadi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif.
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang mengungkap konsumsi pengawet makanan olahan dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 47%. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved