Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES tipe 2 mungkin sering terdengar di sekitar kita, tapi apakah kita benar-benar tahu apa yang terjadi di balik penyakit ini? Penyakit yang berkembang perlahan ini bisa muncul tanpa gejala berarti, namun diam-diam dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan kita.
Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh mulai kesulitan menggunakan insulin dengan efektif, menyebabkan kadar gula darah naik dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi.
Di seluruh dunia, sekitar 422 juta orang hidup dengan diabetes, sebagian besar berada di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Setiap tahun, diabetes menjadi penyebab langsung 1,5 juta kematian. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes juga terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir.
Jadi, kapan sebaiknya kita waspada? Yuk, cari tahu lebih dalam tentang gejala, penyebab, cara mengelola, dan langkah pencegahan diabetes tipe 2 agar kita bisa menjaga kesehatan dengan lebih baik.
Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa (gula) dalam darah, yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf seiring berjalannya waktu.
Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum, biasanya dialami orang dewasa, dan terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup.
Penderita diabetes tipe 2 masih dapat memproduksi insulin, namun sel-sel tubuh mereka tidak merespons insulin secara efektif.
Sebagian besar penderita diabetes tipe 2 membutuhkan obat berupa pil dan/atau suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darah mereka.
Kadar gula darah (glukosa) yang sehat berada di kisaran 70 hingga 99 miligram per desiliter (mg/dL). Bagi seseorang dengan diabetes tipe 2 yang belum terdiagnosis, kadar gula darah biasanya mencapai 126 mg/dL atau lebih.
Gejala diabetes tipe 2 biasanya berkembang secara perlahan seiring waktu. Gejala-gejala tersebut meliputi :
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, sangat penting untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan. Tes darah sederhana dapat membantu mendiagnosis diabetes tipe 2.
Penyebab utama diabetes tipe 2 adalah resistensi insulin. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di otot, lemak, dan hati tidak merespons insulin dengan baik.
Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas yang berperan penting dalam mengatur kadar gula darah.
Jika tubuh tidak merespons insulin dengan optimal, pankreas akan berusaha memproduksi lebih banyak insulin untuk mengendalikan peningkatan kadar glukosa darah (dikenal sebagai hiperinsulinemia).
Namun, ketika sel-sel menjadi terlalu resisten terhadap insulin dan pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyeimbangkannya, diabetes tipe 2 pun berkembang.
Penyebab diabetes tipe 2 memang kompleks, tetapi para peneliti telah menemukan bahwa faktor genetik memiliki peran signifikan.
Risiko seseorang terkena diabetes tipe 2 seumur hidup adalah 40% jika salah satu orangtua mengidapnya, dan meningkat menjadi 70% jika kedua orang tua menderita kondisi ini.
Apakah diabetes tipe 2 dapat dicegah? Beberapa strategi dapat membantu menurunkan risiko Anda terkena diabetes tipe 2 atau menunda kemunculannya, di antaranya:
Namun, pada beberapa orang dengan faktor risiko genetik yang kuat, perubahan gaya hidup saja mungkin tidak cukup untuk sepenuhnya mencegah munculnya diabetes tipe ini.
Lalu bagaimana cara mengobatinya jika terkena penyakit diabetes tipe 2?
Berikut ini beberapa langkah yang dapat membantu Anda untuk mengobati penyakit tersebut :
Aktivitas fisik rutin penting bagi setiap orang, terutama jika Anda mengidap diabetes. Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan Anda karena:
Kunci pola makan bagi penderita diabetes tipe 2 adalah mengonsumsi berbagai makanan bergizi dari setiap kelompok makanan dalam porsi yang sesuai dengan rencana makan.
Secara umum, jenis makanan berikut dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap sehat :
Memantau kadar gula darah Anda sangat penting untuk menilai efektivitas pengobatan yang sedang dijalani. Pemantauan ini memberikan informasi yang membantu Anda mengelola diabetes sehari-hari terkadang setiap jam.
Hasilnya dapat membantu Anda mengambil keputusan terkait makanan, aktivitas fisik, dan dosis insulin yang diperlukan.
Mengonsumsi obat untuk diabetes ini merupakan bagian penting dalam pengelolaan kondisi ini.
Obat-obatan bekerja untuk membantu menurunkan kadar gula darah yang tinggi dan memastikan tubuh Anda dapat memproses gula dengan lebih baik.
Insulin secara langsung membantu menurunkan kadar gula darah. Terdapat beberapa jenis insulin, seperti insulin dengan durasi kerja panjang dan pendek. Insulin ini dapat disuntikkan menggunakan jarum suntik atau pena, dihirup, atau bahkan digunakan melalui pompa insulin.
Dukungan sosial dan emosional dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap kesejahteraan Anda. Berbagi pengalaman dengan sesama penderita diabetes sangat membantu, serta dukungan dari keluarga, teman, dan organisasi pasien diabetes dapat membawa perubahan yang signifikan. (berbagai sumber/Z-1)
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
DI 2026, anggapan bahwa diabetes melitus adalah penyakit orang tua telah resmi terpatahkan.
golongan darah juga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved