Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Tanpa Intervensi, Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Melonjak 70 Persen pada 2050

Basuki Eka Purnama
10/2/2026 18:11
Tanpa Intervensi, Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Melonjak 70 Persen pada 2050
Ilustrasi(Freepik)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memperingatkan adanya potensi lonjakan kasus kanker yang signifikan di Indonesia di masa depan. 

Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, dr. Niken Wastu Palupi, mengungkapkan bahwa saat ini beban penyakit kanker di Indonesia sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. 

Setiap tahunnya, ditemukan sekitar 400 ribu kasus kanker baru dengan angka kematian yang sangat tinggi.

"Saat ini sekitar 400 ribuan insiden atau kasus kanker baru yang terdeteksi, dan itu setiap tahun, dan akan kematiannya bisa mencapai sekitar 240 ribu, jadi lebih dari 70% bisa ada kematian. Tanpa ada intervensi yang efektif beban kanker akan semakin besar baik kesehatan maupun ekonomi," ujar Niken dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (10/2).

Dampak Ekonomi dan Psikologis

Lebih lanjut, Niken menjelaskan bahwa dampak kanker tidak hanya terbatas pada masalah kesehatan fisik. 

Penyakit ini secara luas mengganggu stabilitas ekonomi pasien dan keluarga akibat tingginya biaya pengobatan serta hilangnya produktivitas. 

Selain itu, ada beban psikologis berat yang harus ditanggung oleh pasien, lingkungan sekitar, hingga para pengasuh (caregiver).

Untuk menekan risiko tersebut, pemerintah mulai berfokus pada upaya promotif dan preventif. Salah satu strategi unik yang dilakukan adalah melalui pendekatan edukasi berbasis seni. 

Bekerja sama dengan sektor swasta, Kemenkes menggelar pameran karya seni sebagai media pengingat bahwa kanker merupakan ancaman nyata bagi semua orang.

"Dan melalui pameran ini, kita dapat melihat bagaimana partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat, terutama pasien dan penyintas kanker dan caregiver (perawat) yang disampaikan melalui karya seni yang dapat mewakili perasaan mereka, kami berharap kegiatan ini terus dilanjutkan dan diperkuat oleh mitra lainnya," tambah Niken.

Rencana Aksi Nasional 2024-2034

Guna memperkuat sistem penanganan kanker secara jangka panjang, pemerintah telah resmi meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker 2024-2034. 

Program ini menandai pergeseran fokus pemerintah yang kini tidak lagi hanya terpaku pada aspek kuratif atau pengobatan, tetapi juga pada edukasi penyakit kronis dan penguatan skrining.

Melalui rencana aksi ini, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyebab dan cara pencegahan kanker. Dengan deteksi dini yang masif dan terstruktur, diharapkan angka kematian dapat ditekan dan beban ekonomi negara maupun keluarga akibat kanker dapat diminimalisir. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya