Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEA food atau biga bahari merupakan salah satu jenis makanan yang mudah didapatkan dan banyak sekali penggemarnya. Tidak heran kalau banyak restoran khusus sea food tersebar di mana-mana.
Namun, tahukah Anda makanan ini menjadi pantangan bagi beberapa orang, khususnya mereka yang menderita kolesterol tinggi?
Meskipun lezat, mengonsumsi sea food dalam jumlah banyak bisa menaikkan kadar kolesterol tubuh dengan cepat. Kabar baiknya, ada beberapa jenis seafood yang tidak mengandung kolesterol tinggi, lho!
Baca juga : Ini Empat Makanan Pencetus Kolesterol yang Harus Anda Hindari
1. Ikan salmon
Pada dasarnya, ikan salmon dikenal mengandung banyak nutrisi di dalamnya seperti protein, zinc, magnesium, serta folat. Selain kaya akan nutrisi, rasa dari ikan salmon juga sangat lezat, lho.
Nah, solusi sea food yang tidak mengandung kolesterol tinggi ini salah satunya adalah ikan salmon.
Baca juga : Bidik Pencinta Kuliner dengan Mi Instan Rasa Soto Tanpa Zat Pengawet
Menurut Healthline, laman kesehatan yang berasal dari Amerika Serikat (AS), mengonsumsi salmon bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.
Selain itu, setiap 3 ons salmon yang dimasak mengandung 23 gram protein serta 6 gram lemak. Lemak yang dimaksud di sini pun lemak tak jenuh, lho. Jadi, sangat sehat dan aman untuk dikonsumsi.
2. Kerang
Baca juga : Daging Kambing Yes, Kolesterol No! Simak 4 Tips Sehat Berikut Ini
Penyuka kerang saus padang? Atau kerang saus tiram? Tidak perlu khawatir! Pilihan sea food yang tidak mengandung kolesterol tinggi lainnya jatuh kepada kerang.
Menurut Verywell Health, sumber informasi di bidang kesehatan dari AS, kerang mengandung asam lemak omega 3 yang berfungsi membantu menurunkan kolesterol.
Selain itu, kandungan lainnya yang terbilang cukup menyehatkan ini terdiri dari vitamin D, vitamin B12, magnesium, dan juga kalium.
Baca juga : Cara Terbaik Mengomsumsi Tempe Ternyata bukan Digoreng
Dengan segudang nutrisi di dalamnya, tidak heran jika kerang menjadi salah satu sumber nutrisi juga untuk jantung, lho.
3. Ikan nila
Masih dari keluarga ikan, ikan nila bisa menjadi solusi untuk pilihan seafood yang tidak mengandung kolesterol tinggi. Nah, Anda disarankan untuk mengonsumsi ikan nila yang digoreng kering.
Baca juga : Gemar Makan Tempe? Anda Harus Perhatikan Hal Ini
Dilansir dari Healthline, kolesterol di dalamnya mencapai 50 miligram. Meskipun kandungannya sedikit lebih tinggi, ikan nila mengandung kalsium di dalamnya yang sangat baik untuk pertumbuhan tulang.
4. Tiram
Sampai sekarang, mungkin masih banyak orang yang menganggap jika kerang dan tiram itu sama. Nyatanya, keduanya sangat berbeda, lho. Nah, tiram juga termasuk ke jenis sea food yang tidak mengandung kolesterol tinggi, nih.
Baca juga : Melestarikan Kuliner Tradisional Bisa Dimulai dari Rumah
Menurut Livestrong Foundation, yayasan kesehatan dari AS, tiram memiliki kandungan 19,2 miligram kolesterol per ekornya. Dengan kebutuhan kolesterol harian setidaknya 125-200 miligram, Anda boleh mengonsumsi tiram beberapa ekor.
5. Ikan makarel
Sea food yang tidak mengandung kolesterol tinggi yang terakhir adalah ikan makarel. Hampir mirip dengan ikan salmon, makarel mengandung omega 3 dan protein yang dikenal sangat baik untuk kesehatan jantung.
Baca juga : Sambut Imlek, Ini Tips Buat Lidah Kucing Renyah dari Chef Devina Hermawan
Dalam satu porsi ikan makarel yang diasap, ada 17 miligram kolesterol di dalamnya. Terbilang cukup rendah, bukan?
Untuk Anda penyuka makanan laut atau seafood, beberapa seafood yang tidak mengandung kolesterol tinggi di atas sangat boleh untuk dicicipi. Tapi, dalam jumlah yang normal dan tidak berlebihan, ya. (OL-1)
Baca juga : Ayo Rayakan Tahun Naga Kayu dengan Kesehatan Prima
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
ibis Styles Serpong BSD City menggelar Corporate Gathering sekaligus memperkenalkan rangkaian promosi kuliner tematik hasil kolaborasi bersama bintang tamu dari MasterChef Indonesia.
Mengusung semangat kolaborasi budaya, ajang ini menjadi panggung bagi keragaman cita rasa Australia untuk bersanding harmonis dengan kekayaan kuliner Indonesia.
Lunar Prosperity Feast Delights menghadirkan pilihan menu yang merepresentasikan tradisi, rasa, dan filosofi berbagi dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
Industri kedai kopi di Jakarta kian kompetitif seiring menjamurnya konsep visual dan pengalaman ruang yang ditawarkan.
ARYADUTA Menteng menggandeng salah satu maestro kuliner Indonesia paling berpengaruh, Chef William Wongso untuk Ramadan kali ini
Hingga saat ini, bangsa ini belum memiliki kerangka definisi "Masakan Indonesia" yang disepakati secara nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved