Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KULINER sate bulayak dengan sensasi rasa pedas dan gurih menjadi salah satu menu pilihan berbuka puasa bagi umat Muslim di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Gurih bumbu berpadu potongan cabai rawit yang pedas bikin sate bulayak cocok dimakan saat berbuka puasa," tutur Rahman, seorang pembeli di pusat kuliner Sate Bulayak Narmada, Lombok Barat, seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/3).
Demi menikmati hidangan legendaris ini langsung di tempat asalnya, Rahman memboyong anak dan istrinya berkendara belasan kilometer dari Kota Mataram menuju Kecamatan Narmada. Walaupun biasanya ia menyantap sate serupa di kawasan Jalan Udayana, Mataram, kali ini ia ingin merasakan keautentikan sate bulayak di daerah asalnya.
"Kami baru pertama kali ke sini karena tertarik dengan keramaian sentra kuliner Sate Bulayak Narmada," tambah Rahman.
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Namun saat ini, hidangan tersebut sudah sangat mudah ditemukan di berbagai titik keramaian dan destinasi wisata di Lombok.
Keunikan sate ini terletak pada "bulayak", yaitu lontong berbentuk kerucut panjang yang dibalut daun aren atau kelapa muda dalam bahasa Sasak. Hidangan ini disajikan bersama sate daging yang diguyur kuah santan kental kaya rempah.
Kombinasi rasa gurih santan dan pedasnya cabai rawit menjadi sajian yang nikmat disantap. Apalagi, harganya yang ekonomis membuat kuliner ini digemari oleh semua lapisan masyarakat.
Selama bulan suci Ramadan, para pedagang biasanya mulai jualan sate bulayak dari sore hari hingga jam 10 malam. Antusiasme pembeli biasanya memuncak menjelang waktu berbuka, khususnya saat akhir pekan.
Budi, salah satu penjual di sana, mengungkapkan bahwa omzet penjualan mulai melonjak sejak hari kesepuluh Ramadan karena banyak warga yang mulai merencanakan buka puasa bersama di luar rumah.
"Harga sate bulayak Rp20.000 per porsi, ada banyak pilihan sate mulai dari ayam, daging, dan jeroan sapi," jelas Budi terkait menu yang ditawarkannya.(H-2)
Dengan rentang harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp20.000 hingga Rp65.000, Gedong Heritage menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda hingga kalangan keluarga.
Hikiniku to Come secara literal berarti daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada enam Kelompok Tani Hutan (KTH) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
PBNU meluncurkan 41 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) NU yang berpusat di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Penerbangan Super Air Jet IU 721 rute Lombok–Surabaya tertunda hampir 5 jam. Penumpang di Bandara Lombok protes dan tuntut kompensasi.
Warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di Ibu Kota berkumpul di Wisma NTB di Menteng, Jakarta Pusat, menggelar kegiatan untuk melawan ancaman peredaran narkotika.
Produk berbasis budaya lokal, seperti contohnya tenun, sering kali tertinggal karena minim inovasi desain dan lemahnya strategi pemasaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved