Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Diaspora Lombok Berikrar Lawan Narkoba

Haufan Hasyim  Salengke
07/11/2025 13:41
Diaspora Lombok Berikrar Lawan Narkoba
Warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berkumpul di Wisma NTB di Menteng, Jakarta Pusat, menggelar kegiatan melawan ancaman peredaran narkotika.(MI)

Warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di Ibu Kota berkumpul di Wisma NTB di Menteng, Jakarta Pusat, menggelar kegiatan untuk melawan ancaman yang kini mengintai kampung halaman yaitu peredaran narkotika. Kegiatan bertajuk Yasinan & FGD Lawan Narkoba: Peran Diaspora Lombok Mencegah Peredaran Narkotika di Kampung Halaman itu diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI).

Acara yang dibuka dengan kegiatan religius yasinan, Kamis (6/7) malam, itu lalu dilanjutkan dengan diskusi terfokus atau Focus Group Discussion (FGD) yang membahas strategi nyata diaspora Lombok dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di daerah asal.

Dosen Ketahanan Nasional sekaligus Ketua Pengabdian Masyarakat SPPB UI, M. Syaroni Rofii, menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk konkret pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama bidang pengabdian masyarakat.

“Kegiatan ini adalah ruang refleksi dan aksi. Kami ingin mendorong agar diaspora Lombok di Jakarta tidak hanya menjadi penonton, tapi juga bagian dari solusi atas masalah sosial di kampung halaman,” ujar Syaroni.

Ia menegaskan, peredaran narkoba kini tak lagi mengenal batas geografis. Bahkan daerah yang dikenal religius pun tak luput dari ancaman. Ia berharap ingin nilai-nilai religiusitas Lombok sebagai ‘Pulau Seribu Masjid’ menjadi benteng moral yang kokoh dalam kampanye antinarkoba.

Beberapa tokoh diaspora hadir sebagai narasumber. Karman BM, Ketua Himpunan Masyarakat Lombok (Himalo), berbicara tentang pentingnya membangun jejaring sosial yang kuat di kalangan perantau.

Menurutnya, diaspora memiliki peran strategis dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat di kampung tentang bahaya narkoba. “Jangan sampai generasi muda Lombok terjebak karena kurangnya informasi atau bimbingan,” ujarnya.

Sementara itu, pejabat di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Zulkarnaen, menyoroti sisi kebijakan. Ia menilai peredaran narkoba di desa sering terjadi karena lemahnya koordinasi antara pemerintah dan masyarakat. “Keterlibatan diaspora bisa menjadi jembatan informasi dan inspirasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program pencegahan berbasis komunitas,” ia menekankan.

Joko Purnomo, praktisi kebijakan publik dan penggerak komunitas antinarkoba, mengingatkan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar urusan aparat, tetapi tanggung jawab sosial. Ia menekankan pendidikan dan contoh dari keluarga sangat penting. Diaspora bisa mengambil peran sebagai penyebar nilai positif dan role model bagi anak-anak muda di Lombok.

Dukungan juga datang dari Lalu Achmad Sukarman, Kepala Perwakilan NTB di Jakarta, dan mengapresiasi inisiatif SPPB UI yang melibatkan warga NTB di rantau dalam kegiatan sosial bernilai tinggi. “Wisma NTB kami buka untuk kegiatan yang membangun seperti ini. Ini bagian dari upaya memperkuat rasa kebersamaan di antara warga NTB di perantauan,” kata Sukarman.

Diskusi berjalan lebih dari dua jam. Di akhir sesi, peserta menyepakati satu komitmen bersama yang disebut “Ikrar Diaspora Lombok Antinarkoba.” Isinya sarat tekad untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkoba, serta menjadi penggerak kampanye kesadaran sosial bagi masyarakat Lombok di mana pun berada.

Kegiatan ini tak berhenti di Jakarta. Hasil diskusi akan dirangkum menjadi rekomendasi kebijakan dan model kolaborasi yang bisa diterapkan di daerah. SPPB UI menginisiasi arah baru dalam pendekatan pencegahan narkoba di Indonesia. Bagi banyak warga Lombok di Jakarta, kegiatan ini bukan hanya ajang nostalgia kampung halaman, tetapi juga momen introspeksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya