Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH kamu mendengar atau bahkan melakukan gerakan senam lilin? Senam ini cocok dan bisa dilakukan siapa saja, baik laki-laki ataupun perempuan.
Gerakan sikap lilin merupakan salah satu gerakan yang ada pada olahraga senam lantai. Nah untuk memahaminya lebih lanjut, yuk disimak artikel berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Sikap lilin adalah suatu sikap senam lantai yang dilakukan dengan cara tidur telentang dengan gerakan mengangkat kedua kaki dan badan ke atas lurus serta ditopang oleh kedua tangan di pinggang.
Baca juga: Lompat Tinggi dari Sejarah hingga Teknik Dasar
Gerakan tersebut merupakan salah satu gerakan yang ada pada olahraga senam lantai. Disebut senam lantai juga karena gerakannya membutuhkan ketangkasan.
Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (2010) karya Yusup Hidayat, Sindhu Cindar Bumi, dan Rizal Alamsyah, urutan gerakan sikap lilin sebagai berikut.
1. Sikap awal gerakan sikap lilin adalah kedua tangan rapat diposisikan di samping badan, sementara kedua tungkai diluruskan.
2. Angkatlah kedua tungkai lurus ke atas sampai ujung kaki.
3. Angkatlah pinggul ke atas, lalu tahanlah dengan kedua tangan.
4. Jagalah keseimbangan dengan cara punggung tetap menempel di lantai atau matras.
5. Pertahankanlah posisi tersebut dalam beberapa hitungan.
Baca juga: Peregangan Turunkan Hipertensi Lebih Baik daripada Berjalan
Selain untuk mengecangkan otot perut, sikap lilin punya banyak manfaat lain untuk tubuh, seperti dikutip dari laman Do You.
Menahan diri dalam posisi terbalik dapat membalikkan efek gravitasi pada organ pencernaan. Hal ini dapat membantu merangsang pergerakan limbah yang tersangkut, menghilangkan rasa sakit akibat gas, dan mendorong efek restoratif keseluruhan pada pencernaan.
Jadi, bila kamu sering mengalami masalah pencernaan, tidak ada salahnya untuk mencoba gerakan senam lantai ini. Menurut penelitian pada 2018 yang dipublikasikan di jurnal Holistic Nursing Pratice, ditemukan bahwa melakukan sikap lilin secara rutin bisa mengatasi sembelit. Caranya dengan melancarkan buang air besar dan membersihkan saluran cerna.
Baca juga: Guling Lenting Adalah Pengertian, Gerakan, Manfaat, dan Cara Melakukannya
Namun, kamu sebaiknya melakukan gerakan sikap lilin sebelum makan atau beberapa jam setelah makan. Hal ini untuk menghindari refluks atau naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan.
Pembengkakan di kaki bisa diredakan dengan melakukan sikap lilin juga. Mengangkat kaki hingga posisinya di atas jantung untuk beberapa waktu dapat membantu tubuh menarik kelebihan cairan di area kaki dan tangan. Pose ini juga bisa mengendurkan otot-otot kaki bagian atas, sehingga membuat saluran lebih besar.
Membalikkan efek gravitasi dapat membantu mengubah tekanan darah, sehingga bisa meredakan gejala sakit kepala yang kamu alami.
Manfaat sikap lilin lain yang sayang untuk dilewatkan ialah menenangkan pikiran dari stres. Karena mata dan kepala menghadap ke jantung saat melakukan pose ini, energi jadi lebih terfokus ke dalam, sehingga membantu menenangkan pikiran.
Bila kamu sering mengalami gangguan suasana hati, seperti stres dan cemas, cobalah lakukan sikap lilin secara rutin. Menurut studi di jurnal Alternative Therapies In Health and Medicine, melakukan sikap lilin (dalam gerakan yoga) selama seminggu penuh dalam lima pekan, bisa mengurangi gejala depresi, terutama sakit kepala yang disebabkan oleh sakit kepala tegang atau perubahan tekanan darah.
Dengan bantuan gravitasi saat melakukan sikap lilin, sirkulasi darah ke tubuh bagian atas dan otak bisa meningkat. Hal ini membuat lebih banyak oksigen dan nutrisi yang dialirkan ke tubuh bagian atas, sehingga membuat kamu merasa lebih segar dan fokus.
Karena melibatkan otot-otot, tak heran jika manfaat sikap lilin juga termasuk meningkatkan kelenturan dan kekuatan tubuh. Mengangkat dan menahan bahu dalam posisi kaki di atas tentu butuh banyak tenaga.
Ketika melakukan pose ini, otot inti tubuh akan dipaksa untuk menopang seluruh bagian tubuh. Jadi, bila pose ini dilakukan secara rutin, kelenturan tubuh tentunya akan meningkat. Tak hanya bagian bahu dan leher, sikap lilin juga sangat baik untuk melatih kekuatan otot kaki dan punggung.
Jurnal Applied Psychophysiology and Biofeedback mengungkapkan bahwa manfaat sikap lilin salah satunya untuk meningkatkan kualitas tidur di malam hari. Jadi, bila kamu memiliki gangguan tidur seperti insomnia, cobalah lakukan pose ini di malam menjelang tidur, ya. (OL-14)
Merasa terganggu dan takut kehilangan kewarasan, wanita tersebut mencari bantuan psikiater, Dr. Ikechukwu Obialo Azuonye.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
Daftar 20 makanan tinggi antioksidan versi USDA, dari blueberry hingga kacang merah. Bantu lawan radikal bebas dan cegah penyakit kronis.
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved