Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKARANG kita harus menghabiskan lebih banyak waktu di rumah akibat pandemi virus korona. Tapi ada berita gembira yang mengejutkan bahwa ternyata latihan peregangan sederhana dapat membantu menurunkan tekanan darah.
"Saat bersantai di malam hari, alih-alih hanya duduk di sofa, anda bisa turun ke lantai dan meregangkan tubuh sambil menonton TV," kata Dr Phil Chilibeck PhD, profesor kinesiologi di University of Saskatchewan di Saskatoon, Kanada, dan rekan penulis dalam studi baru ini sebagaimana dikutip Medical News Today.
Penelitian menunjukkan bahwa melakukan latihan peregangan selama 30 menit dalam 5 hari tiap minggu menyebabkan penurunan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang lebih besar untuk 2 bulan daripada berjalan kaki selama 30 menit selama 5 hari dalam seminggu.
Baca juga: Lebih Baik Olahraga Berjalan atau Berlari?
Namun, berjalan dikaitkan dengan pengurangan yang lebih signifikan pada lingkar pinggang peserta. Dengan pemikiran itu, Dr Chilibeck menekankan bahwa orang yang sudah berjalan untuk menurunkan tekanan darah tinggi harus terus melakukannya. Dia merekomendasikan pula agar mereka mempertimbangkan memasukkan sesi peregangan ke dalam rutinitas harian mereka.
"Saya tidak ingin orang-orang--akibat penelitian kami--berpikir bahwa mereka seharusnya tidak melakukan aktivitas aerobik," katanya. "Hal-hal seperti berjalan kaki, bersepeda, atau ski lintas alam memiliki efek positif pada lemak tubuh, kadar kolesterol, dan gula darah." Studi tersebut muncul di Journal of Physical Activity and Health.
Baca juga: Enam Obat Gaya Hidup untuk Panjang Umur
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa 45% orang dewasa atau setara dengan 108 juta orang di Amerika Serikat menderita hipertensi. Mereka juga mencatat bahwa pada 2018, hipertensi merupakan penyebab utama hampir setengah juta kematian.
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, hipertensi yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal kronis, kerusakan mata, dan demensia vaskular. Dokter biasanya menganjurkan latihan aerobik untuk menurunkan tekanan darah.
Baca juga: Inilah Waktu Terbaik untuk Berolahraga
Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peregangan dapat menurunkan tekanan darah dengan mengurangi kekakuan arteri dan memperlancar aliran darah. Untuk mengukur sejauh mana manfaatnya, para peneliti di University of Saskatchewan melakukan salah satu studi pertama untuk membandingkan efek peregangan dan berjalan kaki pada tekanan darah.
Mereka secara acak menugaskan 40 pria dan wanita untuk melakukan latihan peregangan selama 30 menit atau jalan cepat. Para peserta melakukan latihan yang dialokasikan pada 5 hari dalam seminggu selama total 8 minggu.
Baca juga: Pagi atau Sore Waktu Olahraga Terbaik?
Para penulis studi itu menyimpulkan latihan peregangan memang dapat mengurangi tekanan darah. Itu akan memungkinkan opsi tambahan bagi orang yang perlu mengurangi tekanan darah atau dapat ditambahkan ke rutinitas latihan aerobik untuk memberikan penurunan tekanan darah yang lebih besar.
Chilibeck mencatat bahwa peregangan memiliki beberapa keuntungan, termasuk sangat mudah untuk memasukkannya ke rutinitas harian, bisa melakukannya terlepas dari kondisi cuaca, tidak membebani persendian yang merupakan pertimbangan utama bagi penderita osteoartritis, dan tidak membutuhkan komitmen waktu yang besar.
"Semua orang berpikir bahwa peregangan hanya tentang meregangkan otot," jelasnya. "Tapi saat meregangkan otot, anda juga meregangkan semua pembuluh darah yang masuk ke otot, termasuk semua arteri. Jika anda mengurangi kekakuan di arteri, resistensi terhadap aliran darah akan berkurang."
Para penulis mencatat bahwa penelitian menyarankan yoga dan pilates yang juga melibatkan banyak peregangan turut menurunkan tekanan darah. (OL-14)
Hipertensi sering tanpa gejala. Kenali 7 tanda tekanan darah tinggi yang sering diabaikan agar terhindar dari risiko stroke dan jantung. Cek di sini!
Hipertensi sering tanpa gejala dan disebut silent killer. Kenali tanda-tanda tekanan darah tinggi sejak dini serta cara pencegahannya.
makanan yang dimasak dan diproses mengandung senyawa bernama AGEs yang ditemukan dalam makanan cepat saji
Banyak pasien hipertensi kembali mengalami kenaikan tekanan darah karena faktor stres, gaya hidup, dan kurangnya intervensi mandiri yang konsisten.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Alami nyeri punggung? Temukan cara mengatasi nyeri punggung mulai dari perbaikan postur, kompres, hingga olahraga ringan yang efektif dan aman di sini.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Pelajari pentingnya pendinginan tubuh setelah olahraga untuk pemulihan otot optimal, mencegah cedera, dan menjaga performa latihan tetap prima.
OLAHRAGA padel kini semakin populer di Indonesia, karena menyenangkan sekaligus menyehatkan. Namun, risiko cedera tetap mengintai jika pemain tidak mempersiapkan tubuh dengan baik
Peregangan dapat membantu membuat tubuh lebih rileks, terhindar dari rasa kaku hingga mengalami betis bengkak akibat tubuh berada dalam kondisi statis atau diam di tempat.
Otot bokong yang tegang dapat menyebabkan postur tubuh buruk, peningkatan risiko selama berolahraga, dan nyeri menjalar ke seluruh kaki. Ini 10 peregangan otot bokong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved