Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
HANYA 30 napas dalam sehari dengan alat khusus dapat mengobati atau mencegah tekanan darah tinggi seefektif pengobatan dan penurunan berat badan. Ini menurut hasil penelitian terbaru.
Latihan pernapasan selama lima menit membantu mengurangi tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung. Hal tersebut berpotensi bermanfaat bagi orang-orang dari segala usia dan gaya hidup. Penelitian itu diterbitkan 15 September di Journal of Applied Physiology.
Peneliti dari University of Colorado Boulder dan University of Arizona melakukan tes kepada 128 orang dewasa sehat, berusia 18 hingga 82 tahun, yang melakukan latihan pernapasan selama enam minggu. Peserta menggunakan perangkat genggam, mirip dengan inhaler, selama sekitar lima sampai 10 menit per hari mengambil 30 napas dalam-dalam karena mesin memberikan perlawanan, sehingga otot-otot pernapasan harus bekerja lebih keras untuk menghirup.
Baca juga: Peregangan Turunkan Hipertensi Lebih Baik daripada Berjalan
Dalam waktu dua minggu, para peneliti mulai melihat perbaikan tekanan darah peserta dengan hanya nyeri otot ringan sementara atau sakit kepala ringan sebagai efek samping. Pada akhir percobaan, mereka melihat penurunan rata-rata 9 mmHg pada tekanan darah sistolik.
Hasilnya sama efektifnya dengan pengobatan, mungkin lebih efektif daripada perubahan gaya hidup seperti mengurangi natrium atau menurunkan berat badan dan dapat terus meningkat seiring waktu. Ini menurut Daniel Craighead, penulis utama studi dan asisten profesor penelitian di University of Colorado Boulder.
"Orang-orang dapat mengharapkan hasil yang cukup cepat," katanya kepada Insider. "Kami berharap jika Anda melakukannya lebih lama, tekanan darah akan turun lebih banyak lagi."
Baca juga: Tidak Patuh Minum Obat Sebabkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Naik
Para peneliti juga terkejut menemukan bahwa pelatihan tersebut tampaknya bermanfaat tidak hanya bagi orang-orang yang perlu menurunkan tekanan darah mereka, tetapi juga bagi para peserta muda yang sehat. "Yang benar-benar menarik tentang ini yaitu hal tersebut membantu berbagai orang dewasa. Orang dengan tekanan darah pada tingkat yang tidak sehat dapat memperoleh manfaat dengan menambahkan ini ke rutinitas mereka sekarang," kata Craighead. "Seseorang dapat memulai di usia tiga puluhan dan bertahan selama bertahun-tahun untuk membantu menunda atau mencegah hipertensi."
Pernapasan yang kuat itu bisa menjadi jalan pintas untuk manfaat kesehatan, tetapi tidak menggantikan olahraga Minat medis dalam latihan pernapasan bukanlah hal baru. Pernapasan yang lambat dan dalam dikaitkan dengan manfaat seperti menghilangkan stres, tidur lebih nyenyak, tekanan darah lebih sehat, dan meningkatkan kesehatan mental. Namun latihan ketahanan untuk napas dapat memungkinkan kita mendapatkan lebih banyak manfaat dalam waktu yang jauh lebih sedikit, mirip dengan bagaimana mengangkat beban berat dapat meningkatkan kekuatan.
Tidak seperti pengobatan lain untuk tekanan darah tinggi seperti obat-obatan atau olahraga tradisional, imbuhnya, manfaat dari latihan pernapasan dapat bertahan bahkan setelah peserta menghentikan pengobatan. Penelitian menemukan ketika peserta mencoba pelatihan selama enam minggu, berhenti selama enam minggu, dan kemudian diuji ulang, tekanan darah mereka tetap hampir serendah setelah periode pelatihan. Craighead mengatakan tim peneliti sekarang sedang menjajaki dosis pemeliharaan yang lebih pendek dari pelatihan dapat membantu memperluas manfaat lebih banyak lagi dengan waktu dan usaha yang minimal.
Baca juga: Lama Tidur Tentukan Pertumbuhan Otot
Mereka juga sedang mencari cara untuk membantu lebih banyak orang mendapatkan manfaat dari teknik ini. Uji coba laboratorium menggunakan perangkat seharga US$500. Craighead mengatakan versi lebih murah dan lebih sederhana tersedia secara komersial sekarang. Para peneliti sedang mengerjakan suatu aplikasi untuk melatih orang menggunakannya secara efektif.
Namun, cara itu bukan pengganti kebiasaan sehat lain. Olahraga teratur dan nutrisi yang baik penting untuk menjaga massa otot dan menjaga kolesterol tetap rendah untuk mencegah penyakit kronis jangka panjang. "Ini bukan alat ajaib untuk kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan. Jadi orang tidak boleh berhenti melakukan bentuk latihan lain," katanya. (OL-14)
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Satu dari lima remaja Indonesia mengalami tekanan darah di atas normal. Kondisi ini membuka jalan bagi hipertensi dan penyakit kronis di usia produktif.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Selain hipertensi, Dinkes Batam juga menyoroti tingginya beban penyakit menular dan pernapasan. I
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved