Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMIKA sekaligus Produser Ernest Prakasa mengaku sempat ragu terlibat di film komedi-drama Kaka Boss garapan penulis dan sutradara Arie Kriting karena keunikan konsep yang diusung oleh tim produksi film tersebut.
"Waktu pertama kali film ini disiapkan, saya terus terang banyak keraguan karena konsepnya Arie Kriting semuanya mayoritas Orang Timur dan kurang terkenal juga, termasuk pemeran utamanya," kata Ernest saat ditemui dalam penayangan perdana film Kaka Boss di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (23/8).
Kaka Boss dibintangi oleh Godfred Orindeod (Ferdinand) dan Glory Hillary (Angel) sebagai pemeran utama.
Baca juga : Kaka Boss Jadi Etalase bagi Seniman Indonesia Timur
Menariknya, film Kaka Boss merupakan film drama debut bagi Godfred, yang sudah belasan tahun terjun di dunia hiburan sekaligus menjadi debut akting bagi Glory.
"Tapi, selama proses reading, mereka bagus, dan akhirnya terbukti di film ini," kata Ernest.
Sepakat dengan Ernest, Produser Dipa Andika, yang ikut terlibat di film Kaka Boss juga mengapresiasi kualitas akting para pemain di film tersebut.
Baca juga : Ernest Prakasa Berbagi Pengalaman Buat Film dengan Konsep Hitam-Putih
Tidak hanya itu, cerita drama yang dihadirkan dalam film ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri dan diharapkan dapat dinikmati oleh semua kalangan.
"Dramanya tentang ayah dan anak yang kebetulan relate sama kebanyakan masyarakat Indonesia," kata Dipa.
"Harapannya, ini tidak hanya bisa diterima teman-teman dari Indonesia Timur, tapi juga semua kalangan," sambungnya.
Baca juga : Ernest Prakasa Sampaikan Edukasi Lewat Komedi
Sementara itu, Arie Kriting mengaku telah memproyeksikan Godfred sebagai salah satu pemeran utama di film tersebut. Bahkan, Arie sudah membayangkan Godfred untuk memerankan karakter Ferdinand ketika awal penulisan skenario Kaka Boss.
"Saya dari awal entah kenapa tidak ada keraguan dengan Kakak Godfred untuk memerankan Kaka Boss itu," kata Arie dalam wawancara terpisah, Senin (19/8) lalu.
"Kalau misalnya Kakak Godfred tidak bisa waktu itu, bingung saya karena sejak awal saya sudah tidak ada opsi lain, cuma Kakak Godfred saja," tutupnya.
Baca juga : Kaka Boss, Film Drama-Komedi Pertama Godfred Orindeod
Film Kaka Boss mengisahkan kehidupan Ferdinand 'Kaka Boss' Omakare (Godfred Orindeod), penagih utang asal Indonesia Timur yang ditakuti di Jakarta.
Setelah bertahun-tahun meniti karier sebagai penagih utang, tiba-tiba Kaka Boss memutuskan untuk beralih profesi menjadi penyanyi agar anak perempuannya yang bernama Angel (Glory Hillary) bangga.
Film Kaka Boss dibintangi Godfred Orindeod, Glory Hillary, Mamat Alkatiri, Abdur Arsyad, Putri Nere, Ernest Prakasa, Nowela Mikhelia, Aurel Mayori, Chun 'Funky Papua', Elsa Japasal, Ge Pamungkas, Priska Baru Segu, Teddy Adhitya, dan Reinold Lawalata.
Film yang diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika tersebut akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Agustus 2024. (Ant/Z-1)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Menurut Abdullah, sebagai warga negara, Pandji memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat dan kritik, selama hal tersebut dilakukan dengan cara yang baik.
Proses hukum akan diawali dengan langkah klarifikasi untuk memastikan duduk perkara.
Dalam film Suka Duka Tawa, Enzy Storia memerankan karakter bernama Adin, yang bersinggungan erat dengan dunia komedi tunggal.
Rachel Amanda mengaku bahwa pengalaman open mic sempat membuatnya dilanda stres berat karena harus berhadapan langsung dengan penonton tanpa bantuan naskah akting konvensional.
Pandji Pragiwaksono menanggapi isu mengenai candaan yang berpotensi menyentil seseorang, seperti kasus Raditya Dika yang sempat menjadi sasaran bullying di panggung The Founder5.
Ummi Quary, Hifdzi Khoir, dan Mister Aloy akan menjadi bintang tamu di acafa TheFounder5 II.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved