Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Enzy Storia membagikan pengalaman penuh tantangan saat terlibat dalam proyek film terbaru garapan sutradara Aco Tenriyagelli, Suka Duka Tawa. Meski dikenal memiliki persona yang jenaka di layar kaca, Enzy mengaku sempat mengalami stres saat harus melakoni adegan sebagai seorang komika atau pelaku stand-up comedy.
Dalam film ini, Enzy memerankan karakter bernama Adin, yang bersinggungan erat dengan dunia komedi tunggal. Baginya, berdiri di atas panggung dan membawakan materi komedi ternyata jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan. Ia bahkan harus melakukan pengambilan gambar (retake) berkali-kali demi mendapatkan nuansa yang tepat.
“Kalau gue stres banget sih, maksudnya pernahlah melakukan kayak cuma dikit-dikit doang, tapi ketika diadeganin dan memerankan karakter emang stand up. Itu gue ngulang-ngulang sih jujur karena enggak segampang itu stand up,” ungkap Enzy, dikutip Selasa (23/12)
Menurut Enzy, kesulitan utama menjadi seorang komika terletak pada ketidakpastian respons penonton terhadap materi yang dibawakan. Ada beban mental tersendiri ketika seorang penampil harus memastikan pesan lucunya tersampaikan dengan baik kepada audiens yang beragam.
Ia juga merasa bahwa gaya komedi aslinya berbeda dengan struktur stand-up comedy yang cenderung memiliki penulisan materi yang ketat.
“Kita punya materi menurut kita lucu terus enggak tahu menurut orang gimana. Dan ada hawa gue lebih ke ngelenong ya daripada ke stand up,” tambahnya.
Tantangan Enzy tidak berhenti pada penguasaan materi. Dalam film Suka Duka Tawa, ia harus beradu akting dengan para komika berbakat yang tergabung dalam geng stand-up ABG, yaitu Arif Brata, Bintang Emon, dan Gilang Bhaskara. Kehadiran mereka di lokasi syuting sempat membuat Enzy kewalahan karena harus menahan tawa di tengah adegan serius.
Meski awalnya penuh tawa di balik layar, Enzy memuji profesionalisme rekan-rekan komikanya tersebut saat kamera mulai merekam. Ia melihat bagaimana para komika ini mampu masuk ke dalam karakter dengan kedalaman emosi yang luar biasa.
“Pas kita sudah berempat, acting coach cuma lihat-lihatan doang dan juga masih tertawa main sama mereka gitu, tapi ternyata mereka profesional banget pas sudah di set kayak benar-benar inner monolognya tuh ada banget,” tuturnya.
Suka Duka Tawa menandai debut penyutradaraan film panjang bagi Aco Tenriyagelli. Film ini mengikuti perjalanan seorang komika muda bernama Tawa, yang mencoba mengolah luka masa kecilnya menjadi materi komedi di atas panggung.
Selain Enzy Storia dan jajaran komika papan atas, film ini juga didukung oleh jajaran aktor kawakan seperti Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Abdel Achrian, Nazira C. Noer, hingga Mang Saswi. Bagi para pecinta film tanah air, Suka Duka Tawa dijadwalkan akan menghiasi layar bioskop mulai 8 Januari 2026. (Ant/Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Mens Rea adalah medium kritik sosial yang tajam dalam membedah ketimpangan struktural dan karut-marut sistem hukum di Indonesia.
PAKAR hukum pidana Abdul Fickar Hadjar, menilai pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke kepolisian terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea preseden negatif.
Sekjen PKS Muhammad Kholid menilai kritik Pandji Pragiwaksono lewat stand up comedy sebagai dinamika demokrasi yang wajar dan perlu disikapi jernih.
Founder Indonesian Cyber Muannas Alaidid mengecam materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyinggung ibadah sholat dan dinilai melampaui batas kebebasan berekspresi.
POLDA Metro Jaya menyebut akan bersikap profesional dan transparan dalam menangani laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono.
LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyayangkan laporan polisi yang dilayangkan terhadap komika Pandji Pragiwaksono.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved