Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK 2021, empat komika Bene Dion, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Boris Bokir bersepakat untuk membuat kanal siniar (podcast) yang dinamakan Agak Laen. Sejak itu, podcast Agak Laen pun menjadi salah satu podcast genre komedi terpopuler. Episode perdana mereka kini bahkan sudah memiliki 1 juta stream.
Kesuksesan podcast Agak Laen itu kemudian diangkat menjadi film. Film Agak Laen akan disutradarai oleh Muhadkly Acho dengan rumah produksi Imajinari, dan dibintangi keempat podcaster Agak Laen, dengan nama karakter menggunakan nama mereka sendiri.
“Gue sudah mendengarkan podcast Agak Laen. Salah satu kekuatannya adalah storytelling dari masing-masing. Bagaimana mereka menceritakan situasi yang ‘agak laen’ versi masing-masing. Jadi apa jadinya empat orang ini dicemplungin ke satu cerita dan bagaimana mereka akan meresponnya,” kata Acho saat konferensi pers film Agak Laen di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Jumat, (1/9).
Baca juga: Christine Hakim akan Tur Kelima Kota untuk Bertemu Sineas Lokal
Film Agak Laen akan berkisah tentang empat sekawan yang mengelola rumah hantu pasar malam yang sudah sekarat karena tidak menyeramkan lagi dan membosankan. Kemudian, rumah hantu tersebut direnovasi agar bisa bertahan lebih lama.
Hingga akhirnya ada seorang pengunjung yang datang ke rumah hantu mereka. Namun, karena pengunjung tersebut memiliki sakit jantung, dia pun meninggal di tempat. Keempat sekawan, Boris, Jegel, Bene, dan Oki pun bingung harus melakukan apa terhadap mayat tersebut. Apakah akan dilaporkan ke polisi tapi bisa berujung ditutupnya rumah hantu mereka yang baru direnovasi, atau mengubur diam-diam.
Baca juga: Reza Rahadian Garap Teater Monolog untuk 2024
Keempatnya pun memilih untuk mengubur mayat tersebut diam-diam. Namun, malah membuat rumah hantu tersebut ramai. Mereka pun harus menghindar dari kejaran penyidikan polisi.
“Pergunjingan bikin film Agak Laen itu ada terus. Karena kan sebelumnya tiga orang dari Agak Laen, saya, Jegel, dan Bene sebagai sutradara sudah ada di film Ngeri-Ngeri Sedap. Orang-orang nanyain di mana Oki, makanya ketika bikin film berempat ya sendiri. Hype untuk jadi film itu ada terus,” kata Boris Bokir.
Film Agak Laen sendiri merupakan film ketiga dari Imajinari. Setelah sukses dengan Ngeri-Ngeri Sedap dan siap menunggu masa tayang Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (Yandy Laurens) pada November tahun ini. Agak Laen memulai syuting pada 3 September dan membutuhkan waktu hingga tiga pekan. Film rencananya akan tayang pada Februari 2024.
Ernest Prakasa yang menjadi produser film ini mengatakan kuartet podcaster Agak Laen adalah grup komedi yang solid. Penggunaan nama karakter asli di film juga disebutkan Imajinari ingin menggunakan pendekatan ala film Warkop DKI, ketika Dono, Kasino, dan Indro menggunakan nama asli mereka di film meski dengan karakter berbeda-beda.
“Treat-nya ala Warkop DKI. Semua jadi karakter dengan nama mereka masing-masing. Jadi nanti kalau ada sekuel pun dengan tetap nama mereka tapi bisa berbeda karakter. Apakah nanti akan ada karakter ‘angels’ seperti di Warkop, secara story tidak seperti itu. Secara joke, juga sekarang kita sudah berada di era yang berbeda. Tidak ada objectifying yang seksis. Kami menjaga agar itu tidak ada di sini,” tambah Ernest.
(Z-9)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Komika Pandji Pragiwaksono secara resmi telah menuntaskan prosesi sidang adat Toraja yang berlangsung selama dua hari, 10-11 Februari 2026.
Usai pemeriksaan yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026), Pandji Pragiwaksono menegaskan bahwa dirinya tidak merasa melakukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan.
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Menurut Abdullah, sebagai warga negara, Pandji memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat dan kritik, selama hal tersebut dilakukan dengan cara yang baik.
Proses hukum akan diawali dengan langkah klarifikasi untuk memastikan duduk perkara.
Dalam film Suka Duka Tawa, Enzy Storia memerankan karakter bernama Adin, yang bersinggungan erat dengan dunia komedi tunggal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved