Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Polda Metro Analisis Bukti Laporan Kasus Pandji Pragiwaksono

Golda Eksa
09/1/2026 13:58
Polda Metro Analisis Bukti Laporan Kasus Pandji Pragiwaksono
Komika Pandji Pragiwaksono .(Antara-HO/Instagram )

POLDA Metro Jaya memastikan akan menindaklanjuti laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait dugaan pencemaran nama baik organisasi Islam. Penyidik saat ini tengah bersiap melakukan analisis mendalam terhadap sejumlah barang bukti yang diserahkan oleh pelapor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa proses hukum akan diawali dengan langkah klarifikasi untuk memastikan duduk perkara.

"Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi," kata Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1).

Budi menjelaskan bahwa laporan yang dilayangkan oleh pelapor berinisial RARW tersebut berkaitan dengan pernyataan Pandji dalam sebuah acara publik.

"Tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea," ujar Budi.

Ia pun meminta publik agar bersabar dan memberikan ruang bagi tim penyelidik maupun penyidik dalam menjalankan proses penegakan hukum secara profesional.

Dugaan Fitnah Organisasi Islam
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Laporan tersebut dipicu oleh pernyataan Pandji yang dinilai merendahkan marwah dua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

"Kami menganggap bahwa yang saya laporkan ini oknum terlapor berinisial P ini dianggap menebarkan isu-isu yang kurang positif gitu, telah merendahkan, memfitnah, khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah," tegas pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, Kamis (8/1).

Rizki memaparkan bahwa dalam narasinya, terlapor menuding NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis demi mendapatkan keuntungan materiil.

"Yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang, begitu, karena imbalan, karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin," ungkap Rizki.

Pernyataan tersebut disampaikan Pandji melalui konten di salah satu aplikasi streaming digital. Rizki menilai ucapan tersebut sangat mencederai perasaan kader muda NU dan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya