Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMI mendalami peran sebagai seorang komika dalam film terbarunya yang berjudul Suka Duka Tawa, aktris Rachel Amanda melakukan langkah ekstrem yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya: terjun langsung ke panggung open mic.
Pengalaman menantang ini dilakukan Rachel untuk meresapi jatuh bangunnya kehidupan seorang komedian tunggal (stand-up comedian).
Dalam konferensi pers usai pemutaran perdana film Suka Duka Tawa, akhir pekan lalu Rachel membagikan kisah di balik layar mengenai persiapannya yang penuh tekanan namun berbuah manis.
Sutradara film Suka Duka Tawa, Aco Tenriyagelli, menjadi sosok di balik ide untuk menjebloska" Rachel ke panggung komedi yang sebenarnya.
Rachel mengaku bahwa pengalaman tersebut sempat membuatnya dilanda stres berat karena harus berhadapan langsung dengan penonton tanpa bantuan naskah akting konvensional.
“Aco (Sutradara) sempat menjebloskan aku open mic juga, sangat stres tapi di satu sisi itu ternyata sangat membantu rasa percaya diri ketika berakting stand up comedy,” ungkap Rachel.
Bagi Rachel, berada di atas panggung selama tiga menit ternyata terasa jauh lebih lama saat ia harus berupaya memancing tawa audiens.
Pengalaman tersebut memberinya perspektif baru bahwa stand-up comedy bukan sekadar melucu, melainkan sebuah disiplin ilmu dan mental yang kuat.
“Jujur, gara-gara film ini aku jadi menyadari bahwa stand-up tuh different art sih, maksudnya bentuk seni lain yang ternyata sangat tidak gampang. Memang bisa dipelajari tapi fakta berani maju naik ke atas panggung dengan taruhan enggak lucu tuh kayak mentalnya gede banget,” tuturnya.
Meski mengaku penuh tekanan, Rachel tidak menampik adanya kepuasan luar biasa saat lelucon yang ia bawakan berhasil diterima oleh penonton. Ia mulai memahami mengapa profesi ini begitu memikat bagi pelakunya.
“Tapi emang sekalinya kena dan orang tertawa gara-gara kita tuh itu tuh kayaknya emang bentuk dopamin yang lo susah dapatkan di tempat lain, jadi menyenangkan dan makin rispek sama profesi stand up,” ujar Rachel.
Film Suka Duka Tawa sendiri menandai debut penyutradaraan film panjang bagi Aco Tenriyagelli. Film ini berfokus pada perjalanan hidup Tawa (Rachel Amanda), seorang komika muda yang mencoba berdamai dengan masa lalunya.
Tawa menjadikan luka-luka masa kecilnya sebagai bahan materi komedi di atas panggung, sebuah realitas yang sering dialami oleh banyak komedian di dunia nyata.
Selain Rachel Amanda, film ini juga didukung oleh sederet aktor dan komika ternama seperti Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Bintang Emon, Enzy Storia, Arif Brata, Gilang Bhaskara, Abdel Achrian, Nazira C. Noer, hingga Mang Saswi.
Bagi para pecinta film drama dengan sentuhan komedi yang personal, Suka Duka Tawa dijadwalkan akan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026. (Ant/Z-1)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Harapan dengan dibuatnya film ini, penonton bisa berani melihat luka atau duka sebagai sesuatu untuk mereka bawa dan pikul untuk bertumbuh bersama dengan tawa
Amanda tengah menempuh tahun pertamanya sebagai mahasiswa jurusan Entertainment Communication dengan bantuan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Kemendikbud Ristek.
Perempuan yang kini berusia 28 tahun tersebut memilih pendidikan S2 di University of Amsterdam mengambil jurusan entertainment communication.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved