Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Film Suka Duka Tawa Soal Menertawakan Luka

Rifaldi Putra Irianto
26/11/2025 11:34
Film Suka Duka Tawa Soal Menertawakan Luka
Poster film Suka Duka Tawa(Dok: Film Suka Duka Tawa)

SUTRADARA Aco Tenriyagelli melakoni debut lewat film panjang berjudul 'Suka Duka Tawa'. Menjadi menarik melihat Aco mengangkat film membicarakan tentang luka yang menertawakan luka.

Dalam trailer film, terlihat deretan aktris terkemuka terlibat dalam film itu seperti Rachel Amanda (sebagai Tawa), Bintang Emon (Ilyas) hingga Teuku Rifnu Wikana (Keset). Memperkuat sisi komedi pada film, Pandji Pragiwaksono, salah satu ikon stand-up Indonesia pun terlihat dalam trailer.

Film Suka Duka Tawa berbicara banyak tentang luka dan menertawakan luka. Harapannya, ketika nanti penonton menyaksikan film ini dan keluar dari bioskop, penonton bisa menjalani hidup dengan penuh harapan, kemudian berani melihat luka atau duka sebagai sesuatu untuk mereka bawa dan pikul untuk bertumbuh bersama dengan tawa," kata Aco dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (26/11).

Suka Duka Tawa mengambil kisah Tawa (Rachel Amanda), komika perempuan yang sedang merintis karier berbekal olahan pengalaman pribadi termasuk ditinggal ayahnya ejak kecil sebagai materi lawakan. Hidup Tawa berubah ketika Keset (Teuku Rifnu Wikana), ayah yang hilang selama 20 tahun, tiba-tiba muncul kembali. Kembalinya Keset bukan hanya mengguncang hubungan Tawa dengan ibunya (Marissa Anita), tapi juga seluruh fondasi hidup yang selama ini ia anggap stabil.

Dari panggung stand-up hingga ruang keluarga, trailer menyorot bagaimana Tawa dipaksa menghadapi pertanyaan paling sulit, bisakah ia memaafkan seseorang yang selama ini membuatnya terluka dan hanya jadi materi lawakan belaka.

Sementara itu, Amanda yang memerankan Tawa berefleksi pada karakter dan cerita di film Suka Duka Tawa. Bagi Amanda, film ini memiliki kedekatan dengan banyak orang tentang momen untuk memperbaiki hubungan yang renggang dan hampir sang.

“Buat aku, ini drama komedi keluarga yang dekat dengan banyak orang. Gak semua cerita kita sama, tapi pasti ada momen ketika kita ingin memperbaiki hubungan yang renggang dan sering kali caranya aneh, lucu, atau malah bikin bingung. Itu yang bikin cerita ini terasa nyata. Seperti rasa bagaimana misalnya kita kesal dengan seseorang tapi dihadapkan sama hidup kita yang juga penuh dengan komedi," kata Amanda.

Adapun sebelum film dirilis di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada 8 Januari 2026. Suka Duka Tawa bakal lebih dulu hadir di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20, pada 6 Desember 2025. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya