Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI perfilman tanah air akan mengawali 2026 dengan sebuah sajian drama keluarga yang menyentuh sekaligus mengocok perut. Film Suka Duka Tawa, yang merupakan debut penyutradaraan film panjang bagi Aco Tenriyagelli, dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026.
Melalui karya perdana ini, Aco mencoba memotret realitas kehidupan yang kerap kali mempertemukan dua kutub emosi: kesedihan dan kegembiraan. Baginya, batas antara tangis dan tawa sangatlah tipis, dan hal itulah yang menjadi fondasi utama dalam penceritaan film ini.
“Aku selalu merasa selalu bisa menertawakan sesuatu yang biasanya habis sedih banget. Sebaliknya juga menurutku yang jadi sedih banget tuh sesuatu yang pernah lucu banget. Ini jadi kayak formula aja,” ungkap Aco, dikutip Selasa (23/12).
Suka Duka Tawa mengikuti perjalanan hidup seorang komika muda bernama Tawa yang diperankan oleh Rachel Amanda. Sebagai seorang penampil stand-up comedy, Tawa tumbuh dengan menjadikan trauma masa lalunya sebagai amunisi di atas panggung. Kehilangan sosok ayah sejak kecil bukan lagi menjadi beban yang dipendam, melainkan materi komedi yang ia bagikan kepada penonton.
Namun, dinamika hidupnya berubah drastis saat sang ayah muncul kembali di kehidupannya. Uniknya, sang ayah justru bersedia membuka seluruh aib masa lalunya demi membantu Tawa mendapatkan materi komedi yang lebih kuat. Hubungan yang canggung namun emosional inilah yang menjadi jantung dari film ini.
Aco menjelaskan bahwa pemilihan latar belakang dunia komedi tunggal bukan tanpa alasan. Menurutnya, stand-up comedy adalah medium yang sangat jujur dalam mengekspresikan kehilangan.
“Dunia stand up comedy terasa representatif. Tawa mewakili banyak anak yang tumbuh dengan kehilangan sosok ayah. Harapannya, film ini bisa menghadirkan momen yang personal dan membuat penonton tertawa dan terharu di saat yang bersamaan,” lanjut Aco.
Kekuatan cerita ini juga didukung oleh jajaran pemain yang solid. Selain Rachel Amanda sebagai pemeran utama, film ini juga melibatkan aktor senior Teuku Rifnu Wikana dan Marissa Anita. Kehadiran para komika asli seperti Bintang Emon, Arif Brata, Gilang Bhaskara, dan Abdel Achrian dipastikan akan memperkuat nuansa komedi yang autentik di dalam film.
Nama-nama populer lain seperti Enzy Storia, Nazira C. Noer, dan Mang Saswi juga turut memperkaya dinamika drama dalam film ini.
Dengan perpaduan naskah yang personal dan jajaran pemain lintas generasi, Suka Duka Tawa diprediksi akan menjadi tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan refleksi mendalam mengenai cara kita berdamai dengan luka masa lalu. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved