Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR sinetron Puadin Redi menjajal kursi sutradara film layar lebar melalui karya perdananya, drama religi berjudul Mengejar Restu. Film yang dibintangi pasangan Dhini Aminarti dan Dimas Seto itu menyajikan dilema rumah tangga yang mendalam, sekaligus menguji batas kesabaran dan keikhlasan manusia.
Mengejar Restu bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Redi menjelaskan bahwa film ini membawa pesan penting mengenai ujian hidup, bahkan bagi pasangan yang dianggap saleh sekalipun.
"Kami ingin menyebarkan bahwa film ini bukan cuma tontonan, tapi juga tuntunan. Bahkan pasangan se-sholeh Dania dan Fais pun menghadapi ujian. Artinya, sabar dan ikhlas adalah kunci untuk menghadapi segala cobaan di dunia ini," ujar Redi, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Alvin dalam sinetron Cinta Fitri, saat acara intimate screening film di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu.
Kisah Mengejar Restu berpusat pada tokoh Dania (Dhini Aminarti) dan suaminya, Fais (Dimas Seto). Konflik utama muncul ketika Dania harus berhadapan dengan wasiat mendiang mertuanya, Haji Abdullah (Hengky Tornando), seorang Kyai dari Pondok Pesantren Tahfidz Al-Mubarak.
Wasiat tersebut secara tegas menyebutkan bahwa kepemimpinan pesantren hanya dapat diwariskan kepada keturunan laki-laki langsung dari Fais. Dilema keluarga ini menjadi semakin berat dan menyentuh ketika dikisahkan bahwa Dania tidak dapat lagi memiliki anak.
Kondisi ini memaksa Dania untuk mempertimbangkan sebuah pengorbanan terbesar yang dapat mengancam keutuhan rumah tangganya demi kelangsungan dan masa depan pesantren.
Proses mewujudkan kisah nyata menjadi sebuah film drama religi yang utuh ternyata membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Penulis Skenario, Titien Wattimena, mengungkapkan bahwa proses kreatif ini memakan waktu hingga lima tahun sejak ide cerita pertama kali dicetuskan oleh sang sutradara.
"Prosesnya cukup panjang, kurang lebih lima tahun sejak ide awal diceritakan. Kami harus menambah unsur dramatis, lalu fase penulisan skenario intensifnya sendiri berlangsung selama setahun untuk mencapai plot yang utuh," jelas Titien Wattimena.
Titien menambahkan, proses penulisan skenario tersebut dilakukan melalui kolaborasi intensif bersama penulis Lynda Ulviana dan sutradara Puadin Redi untuk memastikan plot cerita tersampaikan secara matang.
Film ini semakin menarik perhatian dengan hadirnya deretan empat pasangan selebritas ternama di daftar pemerannya, meliputi Dhini Aminarti dan Dimas Seto, Arie Untung dan Fenita Arie, Citra Kirana dan Rezky Adhitya, serta pasangan senior Baby Zelvia dan Hengky Tornando.
Mengejar Restu dijadwalkan akan segera tayang di bioskop mulai 11 Desember. (Ant/Z-1)
Lagu Sikilku Iso Muni dibawakan langsung oleh dua aktor utama film Na Willa, yakni Luisa Adreena dan Azamy Syauqi.
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved